Semi-Solid Battery CALB Tembus Truk Ringan, 400 Wh/Kg Dan Cas 15 Menit

Adopsi baterai semi-solid-state di China kini meluas ke segmen truk ringan setelah CALB meluncurkan produk baterai hibrida padat-cair dengan kepadatan energi 400 Wh/kg. Langkah ini menunjukkan bahwa teknologi baterai generasi baru tidak lagi terbatas di mobil penumpang, tetapi mulai masuk ke kendaraan niaga yang menuntut efisiensi operasional tinggi.

CALB menyebut produk tersebut sudah masuk produksi massal dan dipasang pada truk ringan milik Chery Automobile. Pengumuman itu disampaikan dalam pameran kendaraan komersial energi baru di Hefei, Anhui, dan menandai salah satu penerapan skala besar pertama untuk baterai semi-solid-state di kendaraan komersial ringan.

Teknologi yang menembus batas kendaraan niaga

Baterai semi-solid-state memakai sistem elektrolit hibrida padat-cair untuk menyeimbangkan keamanan dan kepadatan energi. Teknologi ini juga dipandang sebagai jalur transisi penting menuju baterai all-solid-state yang selama ini dianggap sebagai tahap berikutnya dalam perkembangan baterai kendaraan listrik.

CALB mengatakan kepadatan energi 400 Wh/kg pada produk ini sekitar 122% lebih tinggi dibanding baterai lithium cair konvensional. Peningkatan itu penting karena dapat memperpanjang jarak tempuh sekaligus menekan bobot baterai, dua faktor yang sangat menentukan pada truk ringan.

Dalam operasi logistik, bobot baterai yang lebih efisien dapat membantu menjaga kapasitas angkut. Hal ini menjadi nilai tambah besar bagi armada distribusi yang harus bergerak cepat, sering berhenti, dan tetap membawa muatan dalam jumlah optimal.

Fitur teknis yang jadi daya tarik

Produk baru CALB juga membawa sejumlah spesifikasi yang ditujukan untuk kebutuhan komersial harian. Berikut fitur utamanya:

  1. Kepadatan energi 400 Wh/kg.
  2. Pengisian cepat 2C.
  3. Pengisian dari 30% ke 80% dalam 15 menit.
  4. Performa pada suhu rendah di -25°C.
  5. Dukungan pengosongan daya kontinu 1C.

Dengan dukungan 2C fast charging, baterai ini dapat mempercepat waktu putar kendaraan di lapangan. Untuk sektor distribusi dengan frekuensi perjalanan tinggi, kemampuan mengisi daya dari 30% ke 80% dalam 15 menit bisa mengurangi waktu henti armada secara signifikan.

CALB juga menyebut performa suhu rendahnya meningkat lebih dari 20% dibanding baterai tradisional saat dipakai pada lingkungan -25°C. Fitur ini relevan untuk operasional di wilayah yang memiliki cuaca dingin atau ritme kerja yang menuntut stabilitas performa baterai sepanjang hari.

Fokus pada keamanan untuk kendaraan komersial

Aspek keamanan menjadi sorotan penting dalam peluncuran ini. CALB menyatakan baterai tersebut telah melewati 44 uji keselamatan, termasuk tes penyebaran panas, kebakaran, dan tekanan hancur.

Pengujian itu dinilai melampaui standar keselamatan baterai terbaru di China. Dalam konteks kendaraan komersial, desain keamanan seperti ini penting karena armada harus bekerja di kondisi yang beragam dan sering kali lebih berat dibanding kendaraan pribadi.

Langkah itu juga menunjukkan bahwa produsen baterai Cina mulai menempatkan sektor komersial sebagai pasar strategis untuk adopsi teknologi semi-solid-state. Jika mobil penumpang lebih dulu menjadi arena pembuktian teknologi, truk ringan kini mulai dilihat sebagai tahap berikutnya.

Persaingan industri baterai kian ketat

CALB terus memperluas jejaknya di teknologi baterai canggih dalam beberapa tahun terakhir. Pekan lalu, perusahaan itu juga mengumumkan bahwa baterai daya berstandar penerbangan yang dipasok ke Aridge untuk mobil terbang telah resmi keluar dari lini produksi massal.

Di pasar domestik, posisi CALB tetap berada di bawah dua pemain besar. Data China Automotive Battery Innovation Alliance menyebut CALB menempati peringkat ketiga dalam pemasangan baterai daya domestik di China pada Februari dengan pangsa pasar 6,00%.

Pada periode yang sama, CATL dan BYD masih mendominasi industri baterai China dengan pangsa gabungan lebih dari 62%. Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi produk saja belum cukup, karena persaingan pasar tetap dipengaruhi oleh skala produksi, jaringan pelanggan, dan kecepatan ekspansi teknologi.

Meluasnya penggunaan baterai semi-solid-state ke truk ringan memberi sinyal bahwa pasar kendaraan komersial mulai siap menerima teknologi penyimpanan daya yang lebih efisien, lebih aman, dan lebih cepat diisi ulang. Jika adopsi ini terus berkembang, segmen logistik dan distribusi bisa menjadi salah satu motor utama pertumbuhan baterai generasi transisi di China.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version