Vario 150 bekas masih sangat dicari di bursa motor bekas karena menawarkan kombinasi yang jarang: mesin 150 cc, bodi tetap ringkas, dan harga yang belum jatuh terlalu dalam. Di pasar 2026, model ini tetap muncul sebagai incaran pembeli yang ingin skutik bertenaga tanpa harus membayar harga motor baru.
Minat itu bukan tanpa alasan. Honda Vario 150 pernah menempati posisi menarik di pasar skutik karena hadir sebagai opsi lebih bertenaga dari Vario 125, tetapi tetap nyaman dipakai harian di jalan perkotaan yang padat.
Kenapa Vario 150 Bekas Masih Diburu
Honda pertama kali menghadirkan Vario 150 di Indonesia pada 2015. Model ini lahir saat pasar skutik besar mulai ramai, sehingga Vario 150 diposisikan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang ingin performa lebih kuat dalam format motor yang tetap praktis.
Meski tidak lagi diproduksi setelah 2022, nama Vario 150 belum benar-benar surut dari radar pembeli. Justru di pasar motor bekas, unitnya masih banyak dicari karena dianggap sebagai salah satu “sweet spot” antara performa, efisiensi, dan desain.
Salah satu daya tarik utamanya ada pada dimensi bodi. Berdasarkan referensi Suara.com, ukuran Vario 150 tidak terpaut jauh dari varian 125 cc, sehingga pengguna bisa mendapatkan mesin lebih besar tanpa harus berkompromi dengan kelincahan saat bermanuver.
Karakter itu penting untuk penggunaan harian. Di kota besar, motor yang lincah saat selap-selip dan mudah diparkir sering lebih dihargai daripada motor yang besar tetapi merepotkan.
Harga Bekas yang Masih Relatif Stabil
Stabilitas harga menjadi alasan lain mengapa Vario 150 bekas disebut “harta karun” oleh banyak pencari motor second. Dibanding beberapa model lain yang depresiasinya lebih tajam, harga Vario 150 cenderung bertahan karena permintaan pasar masih konsisten.
Mengacu pada data yang dikutip dari artikel referensi, kisaran harga Vario 150 bekas pada 2026 terlihat seperti berikut:
- Tahun 2015–2016: Rp11,6 juta hingga Rp15 jutaan.
- Tahun 2017–2018: Rp11 juta hingga Rp19 jutaan.
- Tahun 2019–2020: Rp15 juta hingga Rp20 jutaan.
- Tahun 2021–2022: Rp19 juta hingga Rp22 jutaan.
Dari data itu terlihat selisih harga antargenerasi bisa menembus lebih dari Rp10 juta. Perbedaan tersebut umumnya dipengaruhi oleh tahun produksi, kondisi unit, kelengkapan surat, pemakaian, serta pembaruan fitur pada model yang lebih muda.
Untuk pembeli, stabilnya harga ini memberi dua keuntungan. Pertama, nilai jual kembali relatif aman, dan kedua, unit yang terawat biasanya masih dianggap layak dibeli meski usianya tidak lagi muda.
Mesin Responsif, tapi Tetap Masuk Akal untuk Harian
Daya tarik berikutnya ada pada karakter mesinnya. Vario 150 dikenal punya respons yang cukup sigap untuk kebutuhan stop and go, namun tetap identik dengan efisiensi bahan bakar yang baik, sesuatu yang sangat diperhatikan pembeli skutik harian.
Dalam konteks pasar bekas, karakter mesin seperti ini punya nilai tinggi. Banyak pembeli mencari motor yang bukan hanya nyaman dipakai ke kantor atau kampus, tetapi juga tetap enak untuk perjalanan menengah tanpa terasa ngos-ngosan.
Faktor reputasi merek juga ikut membantu. Honda selama ini dikenal kuat di jaringan servis, ketersediaan suku cadang, dan biaya perawatan yang relatif mudah diprediksi, sehingga Vario 150 bekas terasa lebih aman bagi pembeli pemula.
Kelebihan yang Membuatnya Bertahan
Jika dirangkum dari referensi, ada beberapa poin yang membuat model ini tetap relevan di pasar bekas:
- Desain sporty dan masih terlihat modern.
- Mesin responsif untuk pemakaian harian.
- Konsumsi BBM tetap tergolong hemat.
- Fitur fungsional untuk kebutuhan komuter.
- Bagasi luas.
- Fleksibel untuk modifikasi ringan hingga kosmetik.
Desain juga punya peran besar dalam menjaga pamor Vario 150. Banyak pembeli motor bekas tidak hanya mengejar fungsi, tetapi juga tampilan, dan Vario 150 masih dinilai “aman” secara visual karena tidak cepat terlihat kuno.
Catatan Kekurangan yang Perlu Dicek Sebelum Membeli
Meski diminati, Vario 150 bukan tanpa catatan. Artikel referensi menyinggung beberapa kekurangan yang kerap dibahas pengguna, seperti gejala “gredek” pada CVT, jok yang cenderung keras, posisi duduk yang terasa sempit bagi sebagian pengendara, belum adanya power charger, serta suspensi belakang yang terasa keras.
Karena itu, pembeli perlu lebih teliti saat memilih unit bekas. Fokus pemeriksaan biasanya mencakup kondisi CVT, suara mesin, kaki-kaki, riwayat servis, kelistrikan, dan keaslian dokumen kendaraan.
Berikut panduan singkat sebelum menebus Vario 150 bekas:
| Bagian yang Dicek | Hal yang Perlu Diperhatikan |
|---|---|
| Mesin | Suara halus, tidak berasap, langsam stabil |
| CVT | Tidak gredek berlebihan, respons tarikan normal |
| Kaki-kaki | Suspensi, komstir, laher roda, dan rem |
| Bodinya | Bekas jatuh, retak, atau banyak panel tidak presisi |
| Surat | STNK, BPKB, nomor rangka dan mesin harus cocok |
Di pasar motor bekas, unit Vario 150 yang paling menarik biasanya bukan yang paling murah, melainkan yang kondisi perawatannya jelas. Selama pembeli cermat memeriksa unit dan menyesuaikan tahun produksi dengan anggaran, Vario 150 bekas masih menjadi salah satu pilihan skutik yang paling rasional sekaligus paling diburu.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com








