SUV Listrik Terbesar Subaru Segera Meluncur, Basis Highlander Buka Tabir Besarnya

Subaru tengah menyiapkan SUV listrik tiga baris yang disebut bakal menjadi model EV terbesar di lini produknya. Bocoran awal menunjukkan mobil ini tidak hanya menargetkan pasar keluarga, tetapi juga menjadi langkah penting Subaru untuk memperkuat posisinya di segmen kendaraan listrik berukuran besar.

Informasi yang beredar menyebut debut perdananya akan berlangsung di ajang New York Auto Show. Meski jadwalnya berdekatan dengan periode April Mop, Subaru dikabarkan menegaskan bahwa model tersebut benar-benar akan diperkenalkan sebagai produk baru, bukan sekadar konsep hiburan.

Desain depan tampil familiar

Teaser yang sudah muncul memberi gambaran awal soal tampilan eksterior SUV ini. Wajahnya dinilai punya kemiripan dengan Solterra, Trailseeker, dan Uncharted, terutama lewat penggunaan lampu utama terpisah dan emblem menyala di bagian depan.

Siluet bodinya juga memperlihatkan roof rail serta antena shark fin yang menegaskan karakter SUV modern. Dari bocoran itu, Subaru tampaknya ingin mempertahankan identitas desain khasnya sambil memberi sentuhan yang lebih futuristis.

Diduga berbagi basis dengan Toyota Highlander

Salah satu informasi paling menarik datang dari dugaan penggunaan platform yang terkait dengan Toyota Highlander. Jika benar, maka SUV listrik Subaru ini berpotensi memanfaatkan arsitektur yang sama untuk mendukung konfigurasi tiga baris dan paket baterai berkapasitas besar.

Bocoran dari sumber yang sama menyebut Toyota Highlander listrik akan memakai dua opsi baterai, yakni 77 kWh dan 95,8 kWh. Pilihan tersebut akan dipasangkan dengan penggerak roda depan dan all-wheel drive, yang cocok untuk kebutuhan pasar SUV keluarga.

Perkiraan tenaga dan jarak tempuh

Untuk performa, varian FWD disebut menghasilkan 221 hp atau 165 kW, setara 224 PS. Sementara itu, versi AWD diperkirakan mampu menyemburkan tenaga hingga 338 hp atau 252 kW, setara 343 PS.

Berikut ringkasan angka penting yang menjadi acuan bocoran model ini:

  1. Baterai: 77 kWh dan 95,8 kWh
  2. Tenaga FWD: 221 hp
  3. Tenaga AWD: 338 hp
  4. Jarak tempuh: 270 hingga 320 mil
  5. Pengisian DC cepat: sekitar 30 menit dari 10 persen ke 80 persen

Dengan spektrum daya tersebut, jarak tempuhnya diperkirakan berada di kisaran 270 sampai 320 mil atau sekitar 435 hingga 515 km. Angka ini cukup kompetitif untuk SUV listrik besar yang harus mengakomodasi ruang kabin luas dan kebutuhan mobilitas jarak jauh.

Siap pakai port NACS dan fitur pengisian praktis

Di sisi pengisian daya, SUV listrik Subaru ini disebut akan memakai port NACS. Dukungan ini menjadi penting karena NACS makin luas dipakai di pasar Amerika Utara dan memudahkan akses ke infrastruktur fast charging.

Pengisian cepat DC dikabarkan mampu mengisi daya dari 10 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit. Subaru juga kemungkinan menyertakan kabel pengisian dual-level 120V/240V sebagai perlengkapan standar, sehingga pemilik punya opsi pengisian yang lebih fleksibel di rumah.

Kabin mengarah ke kelas premium

Masuk ke dalam, Suzuki? Tidak, Subaru diprediksi menghadirkan kabin dengan nuansa modern dan fungsional. Panel instrumen digital 12,3 inci dan layar infotainment 14 inci disebut akan menjadi pusat kendali utama di interior.

Untuk hiburan, mobil ini kemungkinan memakai sistem audio enam speaker dan ambient light dengan 64 pilihan warna. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Subaru tidak hanya mengejar efisiensi listrik, tetapi juga ingin menawarkan kenyamanan dan pengalaman berkendara yang lebih premium.

Dengan posisi sebagai SUV three-row EV terbesar di jajaran Subaru, model ini berpotensi menjadi produk strategis saat pasar mulai mencari kendaraan listrik yang tidak mengorbankan ruang, efisiensi, dan kemudahan pengisian. Jika debutnya benar berlangsung berdekatan dengan Highlander listrik yang dijadwalkan hadir pada penghujung tahun ini, maka persaingan di kelas SUV listrik keluarga akan semakin menarik untuk diikuti.

Terkait