PT Jasamarga Transjawa Tol menambah contraflow di Tol Jakarta-Cikampek menjadi dua lajur untuk mengantisipasi kepadatan arus balik Lebaran. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan secara situasional bersama Kepolisian saat volume kendaraan dari arah Trans Jawa meningkat tajam.
Langkah tersebut diberlakukan di segmen KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta sejak pukul 18.05 WIB. Sebelumnya, contraflow di ruas ini hanya dibuka satu lajur, namun kondisi di lapangan mendorong penyesuaian agar arus kendaraan tetap bergerak.
Penyesuaian dilakukan mengikuti kondisi lalu lintas
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa pengaturan dilakukan secara responsif. Ia menyampaikan bahwa JTT bersama Kepolisian terus memantau kondisi lalu lintas secara intensif dan menyesuaikan rekayasa secara situasional agar arus balik tetap lancar dan aman.
Pendekatan ini penting karena Tol Jakarta-Cikampek menjadi salah satu jalur utama pemudik yang kembali ke wilayah Jabodetabek. Saat volume kendaraan meningkat bersamaan, rekayasa lalu lintas sering menjadi pilihan untuk mengurai kepadatan tanpa harus menghentikan arus kendaraan utama.
Pengalihan arus di Gerbang Tol Karawang Barat
Selain penambahan lajur contraflow, JTT juga mengalihkan arus lalu lintas secara situasional melalui Gerbang Tol Karawang Barat KM 47 arah Cikampek. Pengalihan ini dirancang untuk membantu distribusi kendaraan agar tidak menumpuk di titik-titik yang padat.
Langkah seperti ini biasanya dipakai ketika volume kendaraan di ruas utama sudah mendekati kapasitas layanan jalan. Dengan adanya pengalihan, pengendara memiliki jalur distribusi yang lebih fleksibel sehingga potensi antrean panjang bisa dikurangi.
Langkah operasional yang disiapkan JTT
JTT menempatkan petugas operasional di lapangan untuk mendukung kelancaran arus. Pemantauan lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terhubung dengan pusat pengendalian.
Berikut sejumlah langkah yang dijalankan dalam pengelolaan arus balik di Tol Jakarta-Cikampek:
- Penambahan contraflow dari satu lajur menjadi dua lajur.
- Pengalihan arus lalu lintas secara situasional di Gerbang Tol Karawang Barat.
- Pemantauan intensif oleh JTT dan Kepolisian.
- Penempatan petugas operasional di titik-titik strategis.
- Pemantauan berbasis CCTV secara real time.
Kombinasi langkah tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan arus balik tidak hanya mengandalkan pembukaan lajur tambahan, tetapi juga koordinasi lapangan dan pengawasan terus-menerus. Dalam kondisi seperti ini, keputusan rekayasa lalu lintas biasanya bergantung pada kepadatan aktual, bukan jadwal tetap.
Imbauan untuk pengguna jalan tol
JTT meminta pengguna jalan mengatur waktu perjalanan agar tidak terjebak pada puncak kepadatan. Pengemudi juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas yang berjaga di lapangan.
Selain itu, kondisi kendaraan perlu dipastikan prima sebelum masuk tol, termasuk kesiapan bahan bakar dan komponen penting lainnya. Saldo uang elektronik juga harus dicek cukup agar proses transaksi di gerbang tol tidak menambah antrean.
JTT juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin muncul akibat rekayasa lalu lintas tersebut. Informasi terbaru tentang kondisi ruas Tol Jakarta-Cikampek dapat dipantau melalui One Call Center 133 atau aplikasi Travoy, terutama bagi pengendara yang membutuhkan pembaruan kondisi jalan secara langsung saat perjalanan arus balik berlangsung.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com