Bensin Terancam Langka, 6 Kebiasaan Nyetir Ini Bisa Selamatkan Isi Tangki

Gangguan pasokan minyak global membuat banyak pengendara mulai menghitung ulang biaya perjalanan harian. Di tengah situasi seperti ini, cara mengemudi irit BBM menjadi langkah praktis yang langsung bisa diterapkan untuk menekan konsumsi bahan bakar.

Pemerintah juga disebut tengah mengkaji skema kerja dari rumah untuk membantu penghematan BBM. Di sisi lain, efisiensi kendaraan tetap sangat bergantung pada kebiasaan pengemudi, kondisi mobil, dan cara kendaraan dirawat secara rutin.

Kebiasaan mengemudi yang paling berpengaruh

Akselerasi dan pengereman yang agresif membuat mesin bekerja lebih berat. Saat pedal gas diinjak terlalu dalam dalam waktu singkat, konsumsi BBM meningkat karena mesin harus memberi tenaga lebih besar.

Pengemudi disarankan menaikkan dan menurunkan kecepatan secara bertahap. Saat hendak berhenti, melepas pedal gas lebih awal juga membantu mobil melambat dengan lebih efisien dibandingkan pengereman mendadak yang berulang.

Jaga laju tetap stabil

Kecepatan yang konstan membantu mesin bekerja lebih efisien. Pada mobil yang sudah dilengkapi fitur cruise control, pengaturan ini bisa menjaga laju tetap stabil tanpa pengemudi terus menekan pedal gas.

Kebiasaan menambah dan mengurangi kecepatan secara berulang, terutama di jalan yang relatif lancar, justru membuat konsumsi BBM lebih boros. Pola berkendara yang halus lebih efektif untuk perjalanan jauh maupun harian.

Pilih gigi transmisi sesuai kondisi jalan

Untuk mobil manual, pemilihan gigi sangat menentukan efisiensi bahan bakar. Gigi yang terlalu tinggi saat menanjak membuat mesin bekerja lebih keras, sedangkan gigi rendah yang dipakai terus-menerus di jalan datar juga tidak efisien.

Pemindahan gigi perlu mengikuti kontur jalan dan beban kendaraan. Perubahan gigi yang tepat membantu putaran mesin tetap ideal sehingga pembakaran bahan bakar berjalan lebih hemat.

Tutup kaca saat melaju cepat

Sebagian pengemudi mengira membuka kaca mobil bisa menghemat BBM karena tidak memakai AC. Anggapan itu hanya tepat pada kecepatan rendah dan jarak dekat.

Saat mobil melaju di atas 60 km/jam, kaca terbuka justru menambah hambatan angin. Hambatan ini memaksa pengemudi menekan pedal gas lebih dalam agar mobil tetap melaju stabil.

Kurangi beban di dalam mobil

Beban berlebih membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan mobil. Logikanya mirip menarik barang yang semakin berat, maka energi yang dibutuhkan juga makin tinggi.

Karena itu, barang-barang yang tidak perlu sebaiknya tidak dibawa selama perjalanan. Semakin ringan kendaraan, semakin kecil pula potensi BBM yang terbuang.

Langkah perawatan yang mendukung efisiensi

Perawatan rutin ikut menentukan hemat atau borosnya konsumsi bahan bakar. Mesin yang terawat biasanya bekerja lebih optimal dalam mengolah BBM dan menjaga performa kendaraan tetap stabil.

Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan pengemudi:

  1. Servis berkala sesuai jadwal pabrikan.
  2. Cek kondisi mesin dan komponen pendukung secara rutin.
  3. Gunakan mode berkendara eco bila tersedia.
  4. Jaga tekanan ban agar tetap sesuai rekomendasi.
  5. Hindari membawa barang yang menambah beban tidak perlu.

Honda Indonesia melalui situs resminya juga menekankan pentingnya perawatan berkala dan pemanfaatan fitur penunjang seperti eco mode untuk membantu penghematan BBM. Dalam situasi pasokan minyak yang tidak menentu, efisiensi berkendara bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga bagian dari kebiasaan mobilitas yang lebih cermat dan bertanggung jawab.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button