
BYD Song Ultra EV resmi meluncur sebagai SUV listrik terbaru yang langsung menarik perhatian pasar. Model ini mencuri sorotan karena menawarkan pengisian daya super cepat, teknologi baterai canggih, dan harga yang dibuat lebih agresif dari perkiraan awal.
Mobil listrik ini hadir di segmen SUV medium, kelas yang saat ini makin ramai karena dicari konsumen yang membutuhkan kabin lega, efisiensi tinggi, dan fitur lengkap. Dengan kombinasi tersebut, Song Ultra EV tidak hanya diposisikan sebagai produk baru BYD, tetapi juga sebagai penantang serius di pasar kendaraan elektrifikasi.
Dimensi yang Cocok untuk Kebutuhan Harian
BYD Song Ultra EV punya panjang 4.850 mm dan jarak sumbu roda 2.840 mm. Ukuran ini memberi ruang kabin yang lapang sekaligus menjaga kestabilan saat mobil melaju di berbagai kondisi jalan.
Desain eksteriornya mengusung gaya modern khas kendaraan listrik BYD. Garis bodinya terlihat futuristis dan aerodinamis, sehingga mendukung kesan premium tanpa mengorbankan fungsi.
Dimensi tersebut juga membuat mobil ini relevan untuk keluarga. Di sisi lain, bentuk SUV-nya tetap praktis untuk mobilitas harian di area perkotaan yang padat.
Pengisian Daya Jadi Sorotan Utama
Keunggulan terbesar Song Ultra EV ada pada teknologi pengisian dayanya. BYD membekali mobil ini dengan Blade Battery generasi kedua yang dikenal aman dan efisien.
Dalam kondisi suhu normal, pengisian dari 10 persen ke 70 persen hanya memerlukan sekitar lima menit. Untuk mencapai 97 persen, waktunya sekitar sembilan menit.
Klaim ini menjadi salah satu daya tarik utama karena memberi pengalaman isi daya yang jauh lebih cepat dibandingkan banyak mobil listrik lain di kelasnya. BYD juga menyebut performa pengisian tetap terjaga di suhu ekstrem, termasuk hingga minus 30 derajat Celcius.
Fitur Pendukung Kenyamanan dan Keamanan
Song Ultra EV tidak hanya mengandalkan baterai dan efisiensi pengisian. BYD juga menyematkan sejumlah fitur pendukung yang memperkuat aspek kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Berikut beberapa fitur utamanya:
- Sistem kontrol bodi pintar DiSus-C
- Sistem stabilisasi ban kempes hingga kecepatan 140 km/jam
- 27 sensor untuk bantuan berkendara
Kombinasi fitur itu membuat mobil ini mampu mendukung navigasi perkotaan dan parkir otomatis. Kehadiran sensor dalam jumlah besar juga menunjukkan arah pengembangan mobil yang makin mengandalkan bantuan elektronik untuk memudahkan pengemudi.
Harga Dibuat Lebih Kompetitif
Salah satu kejutan dari peluncuran ini datang dari harga jualnya. BYD membanderol Song Ultra EV mulai 151.900 yuan atau sekitar Rp372 jutaan.
Angka tersebut bahkan lebih rendah dari harga pre-sale yang sebelumnya berada di level 155.000 yuan. Strategi ini membuat Song Ultra EV terlihat lebih agresif saat masuk ke pasar SUV listrik menengah.
Dengan banderol itu, mobil ini langsung berhadapan dengan beberapa rival seperti Xpeng G6 dan Leapmotor C11. Persaingan di kelas ini memang ketat, tetapi harga yang lebih rendah bisa menjadi nilai tambah penting bagi calon pembeli.
Posisi BYD di Tengah Pasar EV yang Makin Ramai
Langkah BYD meluncurkan Song Ultra EV memperlihatkan fokus produsen asal China itu untuk memperkuat lini kendaraan listrik di segmen yang paling strategis. Pasar SUV listrik terus tumbuh karena banyak konsumen mulai melihat mobil listrik sebagai pilihan yang lebih praktis untuk kebutuhan harian.
Kombinasi harga kompetitif, teknologi baterai cepat isi, dan fitur berkendara cerdas membuat model ini berpotensi menarik perhatian konsumen di banyak negara. Jika masuk ke pasar seperti Indonesia dengan skema harga yang tetap kompetitif, peluangnya untuk bersaing akan semakin besar.
Dengan karakter itu, Song Ultra EV muncul sebagai representasi arah baru mobil listrik modern: praktis, cepat saat mengisi daya, dan tetap menawarkan fitur yang relevan untuk penggunaan keluarga maupun mobilitas perkotaan.









