
Apollo Go milik Baidu dan WeRide resmi memulai operasi komersial tanpa sopir di Dubai, menandai babak baru dalam persaingan robotaxi global. Langkah ini terjadi setelah keduanya sempat menghentikan pengujian dan layanan sementara di Uni Emirat Arab akibat ketegangan konflik regional yang sempat mengganggu keamanan operasional.
Bagi Dubai, kehadiran dua pemain besar asal China ini memperkuat posisinya sebagai salah satu kota paling agresif dalam adopsi mobilitas otonom. Bagi Baidu dan WeRide, pasar Timur Tengah menawarkan peluang besar karena kota ini aktif mendorong transportasi pintar melalui pengawasan langsung otoritas setempat.
Apollo Go fokus memperluas armada di Dubai
Baidu mengatakan layanan Apollo Go mulai dibuka untuk publik di Dubai melalui aplikasi Apollo Go sejak 30 Maret. Perusahaan menyebut peluncuran ini dilakukan setelah jeda singkat pada awal bulan, lalu dilanjutkan kembali di bawah arahan Roads and Transport Authority atau RTA Dubai.
Apollo Go menegaskan bahwa armadanya akan digulirkan secara bertahap untuk operasi lokal. Perusahaan juga menyebut Dubai menjadi kota pertama yang memiliki platform proprietary one-stop milik Apollo Go untuk layanan tanpa sopir, sekaligus membentuk armada terbesar sejenis di kota itu.
Baidu memakai strategi bisnis dua jalur untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kenyamanan pengguna sehari-hari. Strategi ini mencakup operasi langsung lewat aplikasinya sendiri dan kerja sama distribusi layanan melalui mitra mobilitas.
Kerja sama dengan Dubai Taxi Company dan Uber
Apollo Go juga menandatangani perjanjian eksklusif dengan Dubai Taxi Company, operator taksi milik negara terbesar di kota itu. Kesepakatan ini bertujuan mempercepat perluasan layanan kendaraan otonom melalui transfer teknologi.
Selain itu, Apollo Go memiliki kemitraan global dengan Uber Technologies. Dalam waktu dekat, pengguna lokal disebut dapat memesan robotaxi Apollo Go di titik-titik tertentu melalui aplikasi Uber, sehingga akses layanan tidak hanya bergantung pada aplikasi internal Baidu.
Baidu dan Uber sebelumnya telah mengumumkan rencana agar layanan Apollo Go bisa diakses di area Jumeirah mulai Maret. Wilayah ini menjadi salah satu pusat kerja sama antara perusahaan China dan platform ride-hailing global tersebut.
WeRide juga masuk pasar robotaxi Dubai
WeRide mengumumkan hal serupa pada hari yang sama, yakni peluncuran resmi operasi komersial robotaxi tanpa sopir di Dubai bersama Uber. Dengan begitu, Dubai menjadi panggung uji nyata bagi dua perusahaan kendaraan otonom China yang sama-sama ingin mengubah cara layanan transportasi publik dan ride-hailing dijalankan.
Kerja sama WeRide dengan Uber memperlihatkan pola yang makin umum di industri mobilitas otonom. Model ini menggabungkan teknologi kendali tanpa sopir milik perusahaan robotaxi dengan jaringan pengguna yang sudah dimiliki platform transportasi besar.
Data penting dari ekspansi Apollo Go
- Apollo Go kini beroperasi di 26 kota secara global.
- Layanan tersebut telah menyelesaikan lebih dari 20 juta pesanan berkendara otonom.
- Pada kuartal keempat 2025, Apollo Go mencatat 3,4 juta perjalanan tanpa sopir penuh.
- Angka itu naik lebih dari 200% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya, menurut laporan pendapatan Baidu.
Data itu menunjukkan bahwa ekspansi ke Dubai bukan langkah simbolis, melainkan bagian dari pertumbuhan bisnis nyata. Pasar internasional menjadi penting bagi perusahaan robotaxi yang ingin menunjukkan kesiapan teknologi sekaligus skala komersialnya.
Dubai jadi laboratorium penting mobilitas otonom
Peluncuran operasi tanpa sopir di Dubai berlangsung di tengah tantangan geopolitik yang belum sepenuhnya stabil di kawasan. Namun, kembalinya Apollo Go dan WeRide ke jalur komersial menunjukkan bahwa perusahaan dan regulator tetap melihat potensi besar pada layanan otonom di kota ini.
RTA Dubai berperan sebagai pengontrol utama dalam implementasi layanan tersebut, sehingga ekspansi berjalan dalam koridor regulasi yang ketat. Dengan dukungan pemerintah lokal, Dubai terus memperluas citranya sebagai kota yang siap menerima transportasi masa depan, termasuk robotaxi yang beroperasi tanpa pengemudi manusia.
Di sisi industri, kehadiran Apollo Go dan WeRide juga menambah tekanan kompetisi di pasar robotaxi global. Dengan kombinasi teknologi, kemitraan strategis, dan operasi komersial nyata, Dubai kini menjadi salah satu lokasi paling penting untuk mengukur seberapa cepat layanan mobilitas otonom bisa dipakai secara luas oleh publik.
Source: cnevpost.com








