Mitsubishi Xpander HEV 2026 Resmi Melantai, 7 Mode dan AYC Ubah Total Cara Mobil Ini Dikendalikan

Mitsubishi resmi memperkenalkan Xpander HEV model 2026 di Bangkok International Motor Show, Thailand. Model ini langsung menarik perhatian karena membawa perubahan besar pada sektor pengendalian, sekaligus memperkuat posisi Xpander sebagai MPV tujuh penumpang untuk kebutuhan keluarga modern.

Fokus utama pembaruan tidak hanya ada pada sistem hybrid yang lebih efisien, tetapi juga pada kemampuan berkendara yang dibuat lebih adaptif. Mitsubishi menambah tujuh mode berkendara dan menyematkan teknologi Active Yaw Control atau AYC, fitur yang selama ini dikenal pada lini SUV mereka.

Perubahan Besar pada Sektor Pengendalian

Salah satu sorotan terbesar pada Mitsubishi Xpander HEV 2026 adalah hadirnya tujuh mode berkendara. Pengemudi kini dapat menyesuaikan karakter mobil dengan kondisi jalan maupun kebutuhan efisiensi energi secara lebih spesifik.

Tujuh mode tersebut terdiri dari Normal, Wet, Gravel, Tarmac, Mud, Charge, dan EV. Kombinasi ini membuat Xpander HEV tidak lagi hanya berfokus pada kenyamanan keluarga, tetapi juga pada fleksibilitas kendali di berbagai situasi.

Mode Wet ditujukan untuk membantu traksi di jalan basah. Sementara Gravel, Tarmac, dan Mud memberi kalibrasi berbeda agar mobil lebih siap menghadapi permukaan jalan yang berubah-ubah.

Mode Charge berfungsi untuk mengatur pengisian baterai saat dibutuhkan. Adapun mode EV memungkinkan mobil melaju dengan tenaga listrik murni dalam kondisi tertentu, sehingga emisi bisa ditekan dan suara kabin terasa lebih senyap.

Mitsubishi juga menyematkan Active Yaw Control untuk meningkatkan stabilitas saat bermanuver. Teknologi ini membantu mengatur distribusi gaya pengereman di roda depan agar mobil tetap presisi ketika melibas tikungan atau melaju di permukaan licin.

Kehadiran AYC menjadi langkah penting karena fitur ini sebelumnya identik dengan Mitsubishi Xforce. Pada Xpander HEV 2026, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Mitsubishi ingin menaikkan standar pengendalian MPV keluarga ke level yang lebih tinggi.

Spesifikasi Hybrid yang Jadi Andalan

Di balik sistem pengendalian baru itu, Mitsubishi tetap mengandalkan paket hybrid sebagai fondasi utama kendaraan. Xpander HEV 2026 memakai mesin bensin 1.590 cc berkode 4A92 yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai lithium-ion.

Berdasarkan data yang dipublikasikan dalam artikel referensi, motor listriknya menghasilkan tenaga 116 PS dan torsi instan 255 Nm. Baterai yang digunakan berkapasitas 1,1 kWh, cukup untuk mendukung karakter berkendara yang lebih responsif sekaligus efisien.

Torsi instan dari motor listrik biasanya memberi keuntungan saat akselerasi awal. Dalam penggunaan harian, karakter ini penting untuk mobil keluarga yang kerap dipakai di lalu lintas padat maupun perjalanan luar kota.

Mitsubishi menyebut kombinasi sistem tersebut dirancang untuk menghadirkan performa yang lebih sigap dengan konsumsi bahan bakar yang tetap hemat. Pada segmen MPV, perpaduan efisiensi dan tenaga seperti ini menjadi salah satu faktor utama yang dicari konsumen.

Kabin dan Fitur Penunjang

Selain pengendalian, pembaruan juga terlihat di dalam kabin. Interior Xpander HEV 2026 memakai material kulit sintetis berwarna hitam dengan aksen jahitan tembaga, memberi nuansa yang lebih rapi dan modern.

Untuk kebutuhan informasi berkendara, tersedia panel instrumen LCD 8 inci. Sistem hiburan juga ditingkatkan lewat head unit layar sentuh 10 inci yang sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto.

Pembaruan ini menunjukkan bahwa Mitsubishi tidak hanya mengejar efisiensi mesin. Mereka juga mencoba menjaga daya saing Xpander lewat pengalaman kabin yang lebih nyaman dan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.

Poin Utama Mitsubishi Xpander HEV 2026

  1. Diperkenalkan di Bangkok International Motor Show, Thailand.
  2. Mengusung sistem hybrid untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik.
  3. Memiliki tujuh mode berkendara untuk berbagai kondisi jalan.
  4. Dilengkapi Active Yaw Control untuk meningkatkan stabilitas.
  5. Memakai mesin 1.590 cc 4A92, motor listrik 116 PS, torsi 255 Nm.
  6. Menggunakan baterai lithium-ion 1,1 kWh.
  7. Kabin dibekali panel instrumen LCD 8 inci dan head unit 10 inci.

Peluang Masuk Indonesia

Pasar Indonesia juga berpotensi menjadi tujuan penting bagi model ini. PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebelumnya telah memberi sinyal kuat soal kehadiran model hybrid baru rakitan lokal.

Presiden Direktur MMKSI, Atsushi Kurita, menyatakan perusahaan sedang menyiapkan fasilitas dan lini produksi. Ia mengatakan, “Saat ini, kami sedang menyiapkan produksinya. Enam bulan pertama 2026, fokus pada produksi lokal, kemudian enam bulan berikutnya untuk proses peluncuran dan pemasaran.”

Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa Xpander Hybrid akan masuk pasar nasional pada 2026. Jika mengikuti jadwal tersebut, peluncurannya sangat mungkin bertepatan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026.

Bila benar diproduksi lokal, langkah ini akan sangat strategis bagi Mitsubishi. Selain menekan biaya distribusi, produksi dalam negeri juga bisa memperkuat daya saing Xpander HEV di tengah pasar otomotif Indonesia yang mulai bergerak ke arah elektrifikasi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button