Honda kembali menarik perhatian publik otomotif lewat CB400 Super Four E-Clutch Concept yang dipamerkan di Tokyo Motorcycle Show. Motor konsep ini membawa pendekatan baru di kelas menengah dengan teknologi yang lebih canggih, sekaligus menghidupkan lagi nama besar CB400 yang sudah dikenal sejak era 1990-an.
Langkah Honda ini juga menunjukkan arah pengembangan motor empat silinder yang tetap relevan di tengah pasar yang makin kompetitif. Bersama model tersebut, Honda turut menampilkan CBR400R Four E-Clutch Concept sebagai versi full fairing yang menguatkan strategi pabrikan Jepang itu di segmen 400 cc.
Teknologi baru di sasis, mesin, dan pengendalian
CB400 Super Four E-Clutch Concept bukan sekadar penyegaran tampilan. Honda disebut memakai sasis dan suspensi baru yang dirancang untuk mendukung karakter berkendara yang lebih stabil dan modern.
Motor ini juga mengusung mesin inline-four DOHC 16 katup yang dikembangkan dari nol. Konfigurasi ini penting karena Honda ingin menghadirkan karakter mesin yang halus, responsif, dan tetap nyaman dipakai di berbagai kondisi jalan.
Kehadiran mesin empat silinder di kelas menengah menjadi nilai jual tersendiri. Di tengah tren mesin kecil turbo atau dua silinder, Honda justru mempertahankan ciri khas performa linear yang selama ini melekat pada keluarga CB400.
Sorotan utama: E-Clutch
Fitur yang paling mencuri perhatian adalah teknologi E-Clutch. Sistem ini membuat kopling bekerja secara elektronik, sehingga pengendara tidak perlu lagi menarik tuas kopling saat mulai berjalan, berhenti, atau melakukan perpindahan gigi.
Teknologi semacam ini dirancang untuk memberi pengalaman berkendara yang lebih praktis tanpa menghilangkan sensasi motor manual. Bagi pengguna harian, sistem tersebut bisa mengurangi beban tangan kiri saat menghadapi lalu lintas padat.
Berikut ringkasan fitur utama CB400 Super Four E-Clutch Concept:
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Mesin | Inline-four DOHC 16 katup |
| Kopling | E-Clutch elektronik |
| Sistem gas | Throttle-by-wire |
| Panel instrumen | TFT-LCD warna |
| Sasis dan suspensi | Baru |
Dibuat lebih modern lewat detail elektronik
Selain E-Clutch, Honda membekali motor ini dengan throttle-by-wire. Teknologi itu membantu pengendalian bukaan gas menjadi lebih presisi dan konsisten, terutama ketika motor dipakai dalam berbagai situasi berkendara.
Panel instrumennya juga ikut naik kelas. Honda mengganti layar LCD monokrom pada generasi sebelumnya dengan TFT-LCD berwarna, yang memberi tampilan lebih modern sekaligus lebih informatif bagi pengendara.
Pembaruan semacam ini menegaskan bahwa Honda tidak hanya bermain di sisi nostalgia. Pabrikan juga berusaha menyandingkan identitas klasik CB400 dengan teknologi yang sesuai kebutuhan pengendara masa kini.
Strategi Honda di kelas 400 cc
Kemunculan CB400 Super Four E-Clutch Concept dan CBR400R Four E-Clutch Concept memperlihatkan upaya Honda untuk menegaskan kembali posisi motor empat silinder di kelas menengah. Pasar segmen ini memang tidak sebesar kelas commuter, tetapi punya basis penggemar kuat yang mengutamakan karakter mesin, kualitas berkendara, dan reputasi model.
Paultan melaporkan bahwa Honda memberikan fondasi teknik baru pada konsep ini, yang menandakan pengembangan dilakukan serius. Meski begitu, hingga kini belum ada kepastian apakah model tersebut akan masuk jalur produksi massal dalam waktu dekat.
Situasi itu membuat CB400 Super Four E-Clutch Concept masih berada pada fase pamer teknologi. Namun, kehadirannya di Tokyo sudah cukup menjadi sinyal bahwa Honda masih melihat potensi besar pada motor sport 400 cc, terutama ketika dikemas dengan teknologi yang lebih maju dan pengalaman berkendara yang lebih mudah diakses.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com