Jelang Harga BBM Naik, Antrean Motor Mengular di SPBU Klaten

Antrean kendaraan terlihat mengular di salah satu SPBU Pertamina di Cawas, Klaten, Jawa Tengah, saat kabar kenaikan harga BBM mulai ramai dibicarakan. Pantauan di lokasi menunjukkan dominasi sepeda motor, sementara mobil juga ikut mengisi bahan bakar di tengah kepadatan yang meningkat.

Fenomena itu muncul jelang pengumuman kebijakan harga BBM oleh pemerintah yang dikabarkan berlaku per 1 April. Di lapangan, banyak konsumen memilih mengisi lebih dulu karena khawatir harga BBM non-subsidi ikut naik, terutama setelah beredar tabel kenaikan harga di sejumlah grup percakapan.

Antrean Didominasi Motor di Jam Sibuk

Di SPBU Cawas, antrean paling panjang terlihat pada jam berangkat dan pulang sekolah. Sepeda motor menjadi kendaraan yang paling banyak mengisi Pertalite dan Pertamax, sedangkan kendaraan roda empat juga tampak bergiliran masuk antrean untuk mengisi BBM subsidi.

Salah satu pengendara, Nur, 40 tahun, memilih Pertamax karena antrean Pertalite terlalu panjang. Ia mengaku mendengar isu kenaikan harga BBM non-subsidi dan tidak ingin menunggu terlalu lama di jalur antre.

“Setiap jam-jam sibuk, jam berangkat atau pulang sekolah selalu ramai, antrean panjang didominasi motor, daripada antre saya pilih Pertamax,” kata Nur kepada Kompas.com.

Nur juga menyebut sempat mendengar kabar harga Pertamax bakal naik cukup besar. Ia menilai jika itu benar terjadi, sebagian pengguna kendaraan kemungkinan akan beralih ke Pertalite selama harga subsidi itu belum berubah.

Kabar Kenaikan Picu Perilaku Konsumen

Perubahan perilaku pembeli terlihat jelas di SPBU. Sejumlah pengendara memilih mengisi penuh tangki atau menambah cadangan BBM lebih awal untuk menghindari kenaikan harga yang belum diumumkan secara resmi.

Berikut pola yang tampak di lapangan:

  1. Pengendara motor lebih banyak mengisi Pertalite.
  2. Sebagian pengendara motor beralih ke Pertamax karena antrean Pertalite lebih panjang.
  3. Pengendara mobil tetap mencari Pertalite karena harga dianggap lebih terjangkau.
  4. Pembelian Pertamax juga dilakukan oleh pedagang BBM eceran menggunakan jerigen.

Situasi ini menunjukkan rumor harga BBM dapat langsung memengaruhi lalu lintas konsumen di SPBU. Saat isu kenaikan menyebar cepat, banyak warga memilih bersiap sebelum kebijakan benar-benar diumumkan.

Pertalite Masih Jadi Opsi Utama

Udin, 39 tahun, pengendara Honda Jazz di Klaten, mengatakan dampak kenaikan harga BBM belum terlalu terasa selama Pertalite tidak ikut naik. Ia biasa mengisi Pertalite dan menyebut pembatasan harian sebesar Rp 200.000 masih cukup untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

“Selama BBM subsidi tidak naik harganya, dan masih bisa disentuh bagi masyarakat, saya rasa masih aman,” ujar Udin kepada Kompas.com.

Pembelian Pertalite untuk kendaraan roda empat memang dibatasi bagi pengguna yang memiliki barcode myPertamina. Sistem itu dipakai sebagai kontrol pemerintah terhadap penyaluran BBM subsidi agar distribusinya lebih tepat sasaran.

Namun, pembatasan itu juga membuat sebagian pengguna cenderung lebih hati-hati. Saat harga BBM berpotensi naik, mereka biasanya mempercepat pengisian sebelum perubahan tarif berlaku.

Distribusi dan Aturan Pembelian Masih Jadi Sorotan

Di tengah antrean yang menumpuk, terlihat juga pembeli Pertamax menggunakan jerigen besar. Praktik ini masih diperbolehkan untuk Pertamax, sedangkan Pertalite tidak diperkenankan dibeli dengan jerigen karena termasuk BBM subsidi yang harus dijaga penyalurannya.

Pemerintah dan Pertamina selama ini memang menaruh perhatian pada pola distribusi BBM subsidi. Tujuannya untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan bahan bakar itu benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

Kondisi di Klaten menjadi gambaran bagaimana isu kebijakan energi bisa langsung memicu kepadatan di SPBU. Selama kabar kenaikan harga BBM belum diumumkan secara resmi, antrean di sejumlah titik masih berpotensi meningkat, terutama pada jam sibuk dan di wilayah yang memang bergantung pada Pertalite sebagai kebutuhan harian.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button