Geely Galaxy Starshine 8 Ditingkatkan, Iritnya Tembus 3,32 Liter per 100 Km

Geely kembali memperkuat lini sedan plug-in hybrid miliknya di pasar Tiongkok lewat pembaruan Galaxy Starshine 8. Model ini tetap mempertahankan karakter bodi yang ramping, tetapi kini dibekali teknologi bantuan berkendara yang lebih maju dan efisiensi bahan bakar yang menjadi sorotan utama.

Penyegaran ini membuat Galaxy Starshine 8 tidak hanya mengandalkan tampilan modern, tetapi juga menawarkan kombinasi performa, jarak tempuh listrik murni, dan konsumsi BBM yang sangat hemat. Dalam kondisi tertentu, sedan ini diklaim mampu menempuh jarak jauh dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar konvensional.

Desain luar tetap elegan, hadir opsi warna baru

Geely tidak mengubah bahasa desain utama Galaxy Starshine 8 secara drastis. Mobil ini masih tampil dengan bodi yang proporsional, garis kap yang landai, dan lampu depan bergaya modern yang memberi kesan futuristis.

Perubahan visual paling mudah dikenali datang dari dua pilihan warna baru, yakni Sunny Gold dan Danxia Mine. Kehadiran warna baru ini memperkaya pilihan konsumen tanpa menghilangkan identitas sedan premium yang ingin dibangun Geely.

LiDAR dan ADAS jadi daya tarik utama

Pembaruan paling penting ada pada teknologi berkendara cerdas yang dipasang di atap mobil. Geely menyematkan sistem LiDAR melalui teknologi G-Pilot H5, hasil pengembangan Afari Technology yang berada di bawah naungan Geely.

Teknologi ini dipadukan dengan perangkat keras yang cukup lengkap untuk kelasnya. Berikut daftar komponennya:

  1. 3 mm wave radar
  2. 11 kamera
  3. 12 ultrasonic sensor
  4. Chip Nvidia Drive Orin sebagai otak pemrosesan sistem

Sistem G-Pilot H5 ini juga mendukung fungsi Navigate On Autopilot atau NOA, baik untuk rute perkotaan maupun jalan tol. Fitur tersebut menempatkan Galaxy Starshine 8 di level yang lebih tinggi dalam hal bantuan berkendara, terutama untuk konsumen yang menginginkan sedan pintar dengan kemampuan semi-otonom.

Mesin PHEV fokus pada efisiensi dan tenaga

Di sektor penggerak, Galaxy Starshine 8 mengandalkan mesin bensin 1.5 liter naturally aspirated yang dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini menghasilkan tenaga 345 hp, cukup besar untuk sebuah sedan plug-in hybrid.

Geely juga menyediakan varian yang lebih bertenaga dengan output 402 hp dan torsi 605 Nm. Varian ini diklaim bisa melesat dari posisi diam ke 100 km/jam dalam 6,35 detik, menunjukkan bahwa efisiensi tidak mengorbankan performa sepenuhnya.

Yang paling menarik perhatian justru konsumsi bahan bakarnya. Berkat teknologi PHEV, Galaxy Starshine 8 disebut hanya membutuhkan 3,32 liter bensin untuk menempuh 100 km. Angka ini tergolong sangat irit untuk sedan berukuran besar dengan performa dan fitur yang lengkap.

Baterai lebih besar, jarak tempuh juga meningkat

Geely juga meningkatkan kapasitas baterai Galaxy Starshine 8 secara signifikan. Jika sebelumnya tersedia pilihan 8,5 kWh dan 18,4 kWh, kini kapasitasnya naik menjadi 28,3 kWh.

Kapasitas baru ini membuat mobil dapat melaju hingga 225 km dengan tenaga listrik murni. Dalam kondisi tangki bensin dan baterai sama-sama terisi penuh, Geely mengklaim mobil ini sanggup menempuh hingga 1.725 km.

Data tersebut menjadikan Galaxy Starshine 8 sebagai salah satu sedan PHEV yang sangat kompetitif di pasar Tiongkok, khususnya bagi konsumen yang mencari kombinasi jarak tempuh panjang dan efisiensi tinggi. Teknologi ini juga menunjukkan arah pengembangan Geely yang semakin agresif dalam menghadirkan elektrifikasi untuk segmen sedan menengah-atas.

Harga dan pilihan varian di pasar Tiongkok

Geely menawarkan Galaxy Starshine 8 dalam tiga pilihan varian, yaitu Voyager, Ocean, dan Milky Way. Harga jualnya berada di rentang 142.900 yuan hingga 161.800 yuan.

Dengan banderol tersebut, Galaxy Starshine 8 diposisikan sebagai sedan plug-in hybrid yang menyasar pembeli yang menginginkan fitur modern, teknologi keselamatan aktif, serta efisiensi bahan bakar yang sangat rendah. Di tengah persaingan mobil elektrifikasi yang semakin ketat di Tiongkok, pendekatan Geely ini memperlihatkan bahwa pasar sedan PHEV masih punya ruang besar untuk berkembang.

Berita Terkait

Back to top button