Kia mempercepat ekspansi kendaraan listrik kompak dengan mempersiapkan EV2 untuk diproduksi massal di Eropa. Model ini diposisikan sebagai opsi yang lebih terjangkau di segmen EV, sekaligus memperkuat strategi elektrifikasi global pabrikan asal Korea Selatan tersebut.
Produksi Kia EV2 akan berlangsung di pabrik Kia di Zilina, Slovakia. Fasilitas itu sudah melalui modernisasi jalur produksi dan kini memegang peran penting dalam rantai manufaktur Kia di kawasan Eropa.
Pabrik Zilina jadi basis produksi EV2
Kia menyebut langkah ini sebagai bukti fleksibilitas teknis perusahaan di Eropa. President dan CEO Kia Europe, Soohang Chang, mengatakan, “Mulai produksi untuk EV2 terus memverifikasi kemampuan teknis dan fleksibilitas kami di Eropa.”
Pabrik Zilina menjadi salah satu aset terbesar Kia di kawasan tersebut. Fasilitas ini mempekerjakan sekitar 3.700 karyawan dan didukung lebih dari 600 robot untuk menangani lima tahap utama produksi, mulai dari pengepresan hingga perakitan akhir.
Pada tahun 2025, pabrik ini mencatat produksi hingga 300.000 unit kendaraan dan 470.000 mesin. Angka tersebut berkontribusi hampir 10 persen terhadap total produksi global Kia dan menunjukkan skala penting fasilitas ini dalam strategi manufaktur perusahaan.
Posisi EV2 di tengah pasar EV kompak
Kia EV2 hadir untuk mengisi kebutuhan mobil listrik kecil yang praktis dan lebih mudah dijangkau. Segmen ini menuntut efisiensi, harga bersaing, dan fitur yang tetap relevan untuk penggunaan harian di perkotaan.
Langkah Kia juga sejalan dengan tren pasar Eropa yang mulai menerima kendaraan listrik kompak sebagai alternatif mobil harian. Fokus pada dimensi ringkas dan harga yang lebih ramah diperkirakan menjadi kunci daya tarik EV2 di tengah kompetisi yang makin padat.
Tiga varian dengan karakter berbeda
Kia EV2 ditawarkan dalam tiga varian, yakni Air, Earth, dan GT-Line. Setiap varian membawa karakter yang berbeda, mulai dari efisiensi dasar hingga sentuhan premium.
-
Air
Varian ini menjadi model dasar dengan jarak tempuh sekitar 317 km dalam sekali pengisian daya. Meski berada di level awal, EV2 Air sudah dibekali velg alloy 16 inci, spion lipat otomatis, dan sistem pemanas baterai untuk membantu performa di cuaca dingin. -
Earth
Varian ini menawarkan peningkatan kenyamanan lewat kursi pengemudi elektrik, pemanas kursi dan setir, serta pengisian daya ponsel nirkabel. Tambahan fitur tersebut membuat bobot kendaraan sedikit bertambah, sehingga efisiensi jarak tempuh ikut terpengaruh. - GT-Line
Varian tertinggi ini mengedepankan tampilan lebih sporty dengan velg 19 inci dan desain eksterior yang agresif. Interiornya memakai material kulit sintetis untuk memberi kesan lebih mewah, dan konfigurasi kursinya tersedia untuk lima penumpang.
Harga dan daya saing di pasar Eropa
Varian GT-Line dibanderol sekitar 36.890 euro atau setara Rp 630 jutaan. Sementara itu, varian lain diposisikan lebih rendah untuk menjaga aksesibilitas harga dan menarik konsumen yang mencari EV kompak dengan fitur fungsional.
Berikut ringkasan singkat varian Kia EV2:
| Varian | Ciri utama | Kursi | Jarak tempuh |
|---|---|---|---|
| Air | Velg 16 inci, spion lipat otomatis, pemanas baterai | 4 | Sekitar 317 km |
| Earth | Kursi elektrik, pemanas kursi dan setir, wireless charging | Tidak disebutkan | Tidak disebutkan |
| GT-Line | Velg 19 inci, desain sporty, material kulit sintetis | 5 | Tidak disebutkan |
Dengan kombinasi harga yang kompetitif, fitur yang beragam, dan produksi lokal di Eropa, Kia EV2 diperkirakan punya peluang besar menjadi salah satu model penting Kia di segmen mobil listrik kompak. Kehadirannya juga memperlihatkan arah baru industri otomotif yang makin menekankan kendaraan listrik lebih praktis, efisien, dan terjangkau bagi pasar yang lebih luas.
Source: kabaroto.com