Pemudik pengguna mobil listrik kini memiliki pilihan yang jauh lebih luas saat melintasi Tol Trans Jawa. PT PLN (Persero) telah menyiapkan sekitar 279 unit charger di 60 titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU sepanjang jalur tersebut, sehingga kebutuhan pengisian daya selama perjalanan jarak jauh bisa diantisipasi lebih baik.
Ketersediaan titik pengisian ini menjadi penting karena populasi mobil listrik di Indonesia terus tumbuh cepat. Data The International Council on Clean Transportation (ICCT) menunjukkan penjualan per kuartal mobil listrik di Indonesia naik dari 150 unit pada kuartal pertama 2020 menjadi hampir 22 ribu unit pada kuartal kedua 2025.
SPKLU tersebar di rest area utama
Sebaran SPKLU di Tol Trans Jawa banyak ditempatkan di rest area, sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu keluar jalur terlalu jauh. PLN juga menambah kecepatan pengisian di sejumlah titik dengan teknologi Ultra Fast Charging hingga 200 kW.
Pola ini membuat perjalanan mudik atau lintas Jawa lebih praktis untuk pengendara mobil listrik. Informasi ketersediaan port, jumlah unit, hingga antrean juga bisa dipantau secara real time melalui aplikasi PLN Mobile.
Ruas tol dengan sebaran SPKLU paling padat
Jika dilihat dari data sebaran yang dirilis Badan Pengelola Jalan Tol atau BPJT, sejumlah ruas tol memiliki konsentrasi SPKLU yang cukup tinggi. Ruas-ruas yang menghubungkan kawasan padat mobilitas seperti Jakarta, Cikampek, dan daerah pesisir utara Jawa tampak menjadi prioritas utama.
Berikut beberapa contoh sebaran yang menonjol:
- Cikampek-Palimanan, dengan titik di KM 86A, KM 101B, KM 102A, KM 130A, KM 130B, KM 164B, dan KM 166A.
- Palimanan-Kanci, dengan titik di KM 207A dan KM 208B.
- Kanci-Pejagan, yang mencatat jumlah besar di KM 228A dan KM 229B.
- Batang-Semarang, dengan titik di KM 360B, KM 379A, KM 389B, dan KM 391A.
- Solo-Ngawi, yang memiliki beberapa titik beruntun di KM 519A, KM 519B, KM 538A, KM 538B, KM 575A, dan KM 575B.
Sebaran SPKLU di berbagai ruas Tol Trans Jawa
| Ruas tol | Titik SPKLU |
|---|---|
| Tangerang-Merak | KM 43A, KM 45B, KM 68A, KM 68B |
| Jakarta-Cikampek | KM 6B, KM 19A, KM 19B, KM 39A, KM 42B, KM 57A, KM 62B |
| Cikampek-Padalarang | KM 72A, KM 72B, KM 88A, KM 88B, KM 97B |
| Padalarang-Cileunyi | KM 125B, KM 147A, KM 149B |
| Pejagan-Pemalang | KM 252A, KM 260B, KM 275A, KM 282B, KM 287A, KM 294B |
| Semarang-Solo | KM 429A, KM 456A, KM 456B, KM 487A, KM 487B |
| Ngawi-Kertosono | KM 597A, KM 597B, KM 626A, KM 626B |
| Gempol-Pasuruan | KM 792A, KM 792B |
| Pandaan-Malang | KM 66A, KM 66B, KM 84A, KM 84B |
Jalur favorit mudik mendapat perhatian lebih
Ruas seperti Jakarta-Cikampek, Cikampek-Palimanan, Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono menjadi penting karena melayani arus kendaraan dengan intensitas tinggi. Penempatan SPKLU di titik-titik tersebut membantu mengurangi kekhawatiran pengemudi terhadap daya baterai di tengah perjalanan panjang.
Selain itu, beberapa titik juga memiliki jumlah unit yang lebih banyak dibanding lokasi lain. Contohnya KM 229B di ruas Kanci-Pejagan yang memiliki 13 unit, serta KM 379A di Batang-Semarang dengan 10 unit.
Akses informasi sebelum berangkat
PLN menyediakan informasi detail sebaran SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile dan situs resmi petaspklu.id. Dengan begitu, pengemudi bisa merencanakan pemberhentian lebih efisien, terutama saat rest area sedang padat pada masa libur panjang.
Kemudahan pencarian lokasi dan pemantauan antrian menjadi faktor penting dalam ekosistem kendaraan listrik. Dengan jaringan SPKLU yang terus diperluas di Tol Trans Jawa, perjalanan antarkota di Pulau Jawa kini semakin mendukung mobilitas kendaraan listrik secara lebih aman dan terukur.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com