Honda Hentikan BEV Amerika Utara, Asia Tetap Dikejar Karena Pasarnya Masih Hidup

Honda mengambil langkah berbeda dalam strategi kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV. Di Amerika Utara, pabrikan asal Jepang itu menghentikan pengembangan beberapa model listrik, sementara di Asia proyek elektrifikasi tetap berjalan.

Keputusan ini memperlihatkan bahwa Honda tidak menarik diri dari pasar BEV sepenuhnya. Perusahaan justru menyesuaikan arah pengembangan dengan kondisi pasar di masing-masing wilayah.

Amerika Utara jadi wilayah yang dipangkas

Honda disebut menghentikan pengembangan dua model 0 Series, yakni 0 Saloon dan 0 SUV, setelah melihat potensi kerugian pada tahun fiskal yang berakhir pada 2025. Langkah itu membuat dua model konsep tersebut tidak lagi diproyeksikan masuk pasar seperti rencana awal yang menargetkan peluncuran sebelum 2030.

Selain itu, pengembangan BEV untuk pasar Amerika Utara juga dihentikan dengan alasan serupa. Permintaan mobil listrik murni di kawasan itu dinilai melemah, sehingga Honda memilih menahan investasi pada proyek yang dianggap kurang menjanjikan dalam jangka pendek.

Keputusan ini menunjukkan perubahan prioritas produsen otomotif besar saat menghadapi pasar BEV yang belum stabil. Banyak pabrikan kini lebih berhati-hati dalam menambah portofolio mobil listrik, terutama ketika biaya pengembangan tinggi dan tingkat serapan pasar belum merata.

Asia masih jadi pasar yang dianggap kuat

Berbeda dengan Amerika Utara, Honda masih melanjutkan pengembangan BEV untuk pasar Asia. Langkah ini didukung oleh tingginya minat pada mobil ramah lingkungan di sejumlah negara, termasuk Jepang dan India.

Di kawasan tersebut, Honda melihat peluang yang lebih besar untuk mempertahankan investasi pada mobil listrik. Kondisi pasar yang masih aktif membuat perusahaan tidak ingin menghentikan pengembangan model BEV secara total.

Salah satu model yang masih berlanjut adalah 0 Alpha. Model ini sudah diperlihatkan dalam bentuk prototipe untuk uji jalan di India dan disebut akan diproduksi di sana sebelum dikirim ke sejumlah negara Asia.

Model yang masih bertahan dalam strategi elektrifikasi Honda

Berikut gambaran model dan arah pengembangannya berdasarkan informasi yang tersedia:

  1. 0 Saloon: pengembangan dihentikan.
  2. 0 SUV: pengembangan dihentikan.
  3. Acura RSX untuk Amerika Utara: dihentikan.
  4. 0 Alpha: masih dilanjutkan dan akan menargetkan pasar Asia.
  5. Super One: tetap disiapkan untuk pasar global, termasuk Indonesia.

Di antara model yang masih bergerak, Super One menjadi sorotan karena masuk jalur pengembangan global. Nama ini juga menarik perhatian pasar Asia karena potensi hadir di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Honda Super One dan arah pasar baru

Super One hadir sebagai hot hatch EV kompak berbasis Honda N-One e:. Model ini mengusung motor sekitar 94 hp atau 70 kW, torsi sekitar 162 Nm, serta baterai sekitar 29,6 kWh.

Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai sekitar 295 km berdasarkan standar WLTC. Mobil ini juga membawa fitur Boost Mode dengan simulasi transmisi 7-speed, Bose 8-speaker, dan Active Sound Control untuk memberi sensasi berkendara yang lebih emosional.

Dari sisi desain, Super One tampil retro dengan sentuhan ala Honda City Turbo II. Kabinnya memakai jok sport, layar infotainment 9 inci, dan velg 15 inci yang memperkuat identitas mobil perkotaan berkarakter.

Estimasi harga prototipe Honda Super One EV

  1. Jepang: sekitar 5 juta Yen
  2. Inggris: sekitar £25.000
  3. Australia: sekitar AU$35.000

Harga tersebut masih bersifat estimasi untuk prototipe, sehingga belum menggambarkan harga final saat masuk pasar. Sampai saat ini, belum ada kepastian kapan Super One mulai dijual di Indonesia, meski modelnya sudah diuji jalan dan nilai jualnya sudah didaftarkan.

Honda juga belum memberi kepastian soal jadwal jelas untuk 0 Alpha di Indonesia. Namun, arah pengembangannya menunjukkan bahwa Asia tetap memegang peran penting dalam peta elektrifikasi Honda, sementara Amerika Utara diperlakukan lebih selektif sesuai kondisi pasar yang ada.

Exit mobile version