Jelang Harga BBM Naik, Pengendara Ramai-Ramai Isi Full Tank Sebelum Tengah Malam

Menjelang penyesuaian harga BBM yang dijadwalkan berlaku pada 1 April 2026 pukul 00.00 WIB, sejumlah pengendara mulai mendatangi SPBU Pertamina untuk mengisi tangki penuh. Pantauan di lapangan menunjukkan respons masyarakat belum serentak, tetapi kecenderungan “isi full tank” mulai terlihat, terutama pada pengendara mobil.

Di SPBU Pertamina COCO Margonda 31.164.01, Kemiri Muka, Beji, Depok, antrean sepeda motor pada siang hari masih tampak lengang. Hanya ada sekitar 1–2 motor di dua dispenser yang beroperasi, sehingga arus pengisian masih berjalan relatif normal.

Meski begitu, kondisi berbeda muncul pada jalur mobil. Antrean kendaraan roda empat sempat mengular hingga keluar area SPBU, terutama pada pengisian BBM jenis Pertalite. Situasi ini menunjukkan adanya kekhawatiran sebagian konsumen terhadap perubahan harga yang akan segera berlaku.

“Katanya besok mau naik ya? Sekalian saya isi full tank,” ujar Deni, salah satu pengguna mobil di SPBU Margonda, saat ditemui Kompas.com. Pernyataan tersebut menggambarkan pola konsumsi yang lazim terjadi menjelang penyesuaian harga bahan bakar, yakni pengendara berusaha mengisi lebih banyak sebelum tarif baru berlaku.

Hal serupa juga disampaikan Ade, pengguna mobil yang ikut mengantre di lokasi yang sama. Ia memilih datang pada siang hari agar tidak terjebak kepadatan yang diperkirakan lebih tinggi pada malam hari.

“Takutnya kalau malam sudah penuh. Mumpung siang ini agak lowong, saya sempatkan ke pom bensin,” kata Ade. Sikap antisipatif seperti ini kerap muncul saat ada kabar kenaikan harga BBM, karena pengendara ingin mengamankan biaya operasional harian lebih awal.

Antrean Di Jakarta Timur Masih Terkendali

Kondisi yang sedikit lebih ramai terlihat di SPBU Pertamina COCO Gandaria 31.137.01, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Walau jumlah kendaraan cukup banyak, antrean masih terjaga karena fasilitas dispenser yang tersedia cukup memadai.

Untuk sepeda motor, antrean berada di kisaran 2–5 unit di setiap dispenser. Sementara itu, mobil yang mengisi Pertalite tercatat mencapai sekitar lima unit per dispenser, namun belum sampai menimbulkan kepadatan yang mengganggu arus kendaraan di area SPBU.

  1. Sepeda motor: antrean 1–2 unit di Depok, 2–5 unit di Jakarta Timur.
  2. Mobil: antrean lebih tinggi dibanding motor, terutama pada pengisian Pertalite.
  3. Waktu ramai: petugas menyebut lonjakan terjadi pada pagi hari.
  4. Siang hari: situasi relatif terkendali di dua lokasi pantauan.

Ikhwan, pengguna motor di SPBU Gandaria, menilai kenaikan harga BBM tidak terlalu memengaruhi kebutuhannya. “Kebetulan saya isi BBM karena lagi kosong saja. (Kalau harga BBM naik) rasanya tidak beda jauh kalau isi BBM buat motor,” ujarnya.

Pengelola SPBU Prediksi Ramai Lagi Menjelang Malam

Menurut petugas SPBU di Gandaria, lonjakan pengunjung justru lebih terasa pada pagi hari. Pada siang hari, aktivitas pengisian masih bisa dilayani dengan lancar, meski petugas memperkirakan antrean bisa kembali meningkat menjelang malam.

“Kalau siang ini tidak terlalu ramai. Lebih ramai tadi pagi, mungkin karena sekalian orang berangkat kerja. Mungkin nanti malam bakal ramai lagi,” ujar petugas SPBU Pertamina Gandaria.

Pola ini sejalan dengan perilaku konsumen saat menghadapi isu penyesuaian harga. Banyak pengendara memilih mengisi lebih awal agar tidak terkena tarif baru, terutama jika mereka menggunakan kendaraan setiap hari untuk mobilitas kerja atau usaha.

Mengapa Pengendara Cepat Isi Full Tank

Kepanikan kecil di SPBU biasanya muncul karena beberapa alasan praktis. Kenaikan harga BBM langsung berdampak pada pengeluaran harian, terutama bagi pengguna mobil dan pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan operasional.

Berikut alasan yang paling sering mendorong pengendara mengisi penuh tangki sebelum harga berubah:

  1. Mengamankan biaya perjalanan sebelum tarif baru berlaku.
  2. Mengurangi risiko antre lebih panjang saat harga resmi naik.
  3. Menjaga kendaraan tetap siap dipakai tanpa perlu kembali ke SPBU dalam waktu dekat.
  4. Mengantisipasi dampak berantai pada biaya distribusi dan transportasi harian.

Dari pantauan di Depok dan Jakarta Timur, situasi sejauh ini masih terkendali, tetapi kecenderungan antrean diperkirakan meningkat mendekati batas waktu pemberlakuan harga baru. Karena itu, aktivitas di SPBU Pertamina pada malam hari kemungkinan menjadi titik paling padat, terutama pada kendaraan roda empat yang memilih mengisi penuh sebelum penyesuaian harga resmi dimulai.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button