Jaecoo Tembus Pasar Eropa Dan Asia Tenggara, J7 SHS-P Hingga J5 EV Melesat

Jaecoo mencatat laju pertumbuhan yang menonjol di awal tahun ini dengan dorongan kuat dari pasar Eropa dan Asia Tenggara. Performa itu membuat merek asal Cina yang berada di bawah naungan Chery Group tersebut semakin diperhitungkan di segmen kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV).

Di pasar global, Jaecoo mengandalkan kombinasi model SUV elektrifikasi dan teknologi hybrid untuk memperluas jangkauan konsumen. Kinerja penjualan di sejumlah negara menunjukkan bahwa strategi itu mulai membuahkan hasil, baik di pasar yang sudah matang maupun di kawasan yang permintaan kendaraan listriknya terus naik.

Kinerja Kuat di Eropa

Salah satu sorotan terbesar datang dari Inggris, tempat Jaecoo J7 SHS-P mencatat penjualan ritel 4.059 unit pada Januari. Dalam periode 12 bulan terakhir, model tersebut juga membukukan lebih dari 30.100 unit, sebuah angka yang menegaskan penerimaan pasar yang cukup solid.

Di Italia, model yang sama juga langsung masuk jajaran teratas saat debut dengan menempati posisi kedelapan lewat penjualan 416 unit. Sementara di Spanyol, Jaecoo membukukan 1.318 unit pada periode Januari hingga Februari, atau tumbuh 38,16 persen secara tahunan.

Jaecoo juga mengklaim berada di jalur pertumbuhan yang sehat pada segmen plug-in hybrid (PHEV) di Eropa. Pengiriman bulanannya disebut mencapai lebih dari 4.000 unit, yang menempatkan merek ini di posisi kedua di kawasan tersebut.

Tabel Performa Jaecoo di Pasar Utama

Pasar Model Capaian
Inggris Jaecoo J7 SHS-P 4.059 unit pada Januari
Inggris Jaecoo J7 SHS-P Lebih dari 30.100 unit dalam 12 bulan
Italia Jaecoo J7 SHS-P 416 unit, posisi kedelapan saat debut
Spanyol Jaecoo J7 SHS-P 1.318 unit, naik 38,16 persen tahunan
Eropa Model PHEV Jaecoo Lebih dari 4.000 unit per bulan

Asia Tenggara Jadi Mesin Pertumbuhan

Di Asia Tenggara, Thailand menjadi pasar yang paling menonjol untuk Jaecoo J5 EV. SUV listrik itu tercatat sebagai model terlaris pada Januari dengan penjualan 6.806 unit.

Pencapaian tersebut membuat Jaecoo memimpin segmen SUV dan BEV selama tiga bulan berturut-turut di Thailand dengan pangsa pasar 16,1 persen. Data itu memperlihatkan bahwa permintaan terhadap SUV elektrifikasi masih kuat di negara tersebut, terutama dari konsumen yang mencari kendaraan serbaguna untuk penggunaan harian.

Indonesia juga ikut menyumbang hasil positif. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, Jaecoo J5 EV mendistribusikan 1.942 unit pada Januari.

Tren itu berlanjut pada Februari ketika pengiriman bertambah 2.926 unit. Capaian tersebut mendorong Jaecoo masuk daftar 10 besar merek mobil nasional, sebuah sinyal bahwa langkah ekspansi merek ini mulai mendapat respons pasar.

Strategi Teknologi Jadi Pembeda

Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, menilai pertumbuhan di Eropa dan Asia Tenggara menunjukkan kemampuan merek untuk masuk ke pasar yang berbeda karakter. Ia menyebut konsumen di Asia Tenggara semakin terbuka pada kendaraan energi baru untuk kebutuhan harian maupun perjalanan jauh.

Dalam keterangannya, Jim Ma mengatakan bahwa Jaecoo ingin menghadirkan solusi yang bisa dipakai dalam berbagai kondisi dalam satu kendaraan. Pendekatan itu sejalan dengan arah industri otomotif global yang menuntut efisiensi tanpa mengorbankan fleksibilitas.

Jaecoo menyebut kesuksesan tersebut ditopang oleh teknologi Super Hybrid System (SHS). Sistem ini dirancang untuk menggabungkan efisiensi bahan bakar, daya jelajah yang panjang, dan performa yang tetap stabil di berbagai kondisi jalan.

Model SHS yang Sudah Masuk Indonesia

Di Indonesia, Jaecoo sudah memperkenalkan dua model bermesin SHS, yaitu Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS. Dalam pengujian di jalan Indonesia, J7 SHS-P mampu menempuh 1.377 km dengan satu tangki penuh dan satu kali pengisian baterai penuh.

Pada pengujian serupa, J8 SHS-P ARDIS mencatat jarak 1.660 km. Kedua model ini memakai sistem hybrid generasi kelima dengan efisiensi termal hingga 44,5 persen.

  1. Jaecoo J7 SHS-P memakai mesin 1.5T dengan transmisi DHT satu percepatan.
  2. Jaecoo J8 SHS-P ARDIS memakai mesin 1.5TGDI dengan transmisi DHT tiga percepatan.
  3. Keduanya ditujukan untuk konsumen yang mencari efisiensi dan jarak tempuh panjang dalam satu paket kendaraan.

Dengan kombinasi penjualan yang kuat, penetrasi pasar yang cepat, dan teknologi elektrifikasi yang agresif, Jaecoo kini berada dalam posisi yang semakin strategis di pasar otomotif global. Perkembangan di Eropa dan Asia Tenggara menunjukkan bahwa merek ini tidak hanya mengejar volume, tetapi juga membangun citra sebagai pemain serius di segmen NEV yang kompetitif.

Source: carvaganza.com

Berita Terkait

Back to top button