Jasamarga Berlakukan One Way Hingga KM 263 Pejagan-Pemalang, Arus Mudik Kian Padat Setelah Lonjakan Timur

PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dan contraflow untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode mudik Lebaran. Kebijakan ini diterapkan karena arus kendaraan menuju arah timur Trans Jawa meningkat cukup signifikan dan berpotensi menimbulkan kepadatan di ruas tol utama.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyebut rekayasa lalu lintas tersebut merupakan diskresi kepolisian yang didukung penuh oleh Jasamarga Transjawa Tol. Mengutip penjelasannya, langkah ini diperlukan agar arus kendaraan tetap bergerak dan perjalanan pemudik lebih lancar.

One way diberlakukan hingga Pejagan–Pemalang

Skema one way Tahap I diterapkan mulai dari KM 70 Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang. Kebijakan itu mulai berlaku pada Selasa, 17 Maret 2026 pukul 15.18 WIB, dan menjadi salah satu upaya utama untuk mengurai kepadatan di jalur mudik.

Penerapan one way di ruas panjang ini ditujukan untuk mendorong kelancaran kendaraan yang mengarah ke timur. Dengan skema tersebut, volume kendaraan dapat dialirkan lebih terarah pada jam-jam yang menunjukkan peningkatan lalu lintas cukup tinggi.

Contraflow juga aktif di Jakarta–Cikampek

Selain one way, rekayasa contraflow juga diberlakukan di Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek. Skema ini diterapkan sepanjang 34 kilometer, yakni dari KM 36 sampai KM 70 arah Cikampek, atas diskresi kepolisian sejak pukul 00.00 WIB.

Contraflow menjadi salah satu cara untuk menambah kapasitas lajur di ruas yang mengalami tekanan arus kendaraan. Dalam kondisi kepadatan tinggi, pengaturan ini membantu menjaga kecepatan kendaraan agar tidak turun terlalu tajam dan mengurangi penumpukan di titik tertentu.

Kondisi arus kendaraan meningkat tajam

Ria menjelaskan bahwa peningkatan volume lalu lintas saat ini tergolong tinggi. Kondisi tersebut membuat rekayasa one way dan contraflow tetap diperlukan untuk menjaga kelancaran perjalanan para pengguna jalan tol.

Peningkatan arus menuju timur memang kerap terjadi pada masa mudik, terutama saat masyarakat bergerak serentak menuju kampung halaman. Situasi ini membuat pengelola tol dan kepolisian perlu menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas secara dinamis sesuai kondisi lapangan.

Imbauan untuk pemudik

Jasamarga Transjawa Tol meminta pengguna jalan mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang sebelum masuk tol. Persiapan itu mencakup kondisi fisik pengemudi, kesiapan keluarga, bekal perjalanan, serta kondisi kendaraan agar tetap aman digunakan dalam jarak jauh.

Selain itu, pengendara juga diminta memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki gerbang tol. Langkah sederhana ini penting karena dapat membantu mempercepat transaksi dan mengurangi antrean di gerbang tol yang ramai.

  1. Patuhi rambu lalu lintas di sepanjang jalur tol.
  2. Ikuti arahan petugas di lapangan agar perjalanan tetap tertib.
  3. Pastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum berangkat.
  4. Siapkan saldo uang elektronik yang cukup untuk menghindari hambatan di gerbang tol.

Diskresi kepolisian untuk menjaga kelancaran

Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow tidak diterapkan secara sembarangan, melainkan berdasarkan diskresi kepolisian. Dalam pelaksanaannya, Jasamarga Transjawa Tol mendukung penuh pengaturan tersebut karena dinilai menjadi langkah paling efektif saat volume kendaraan melonjak tajam.

Pengguna jalan diimbau tetap waspada terhadap perubahan arus lalu lintas di lapangan karena rekayasa dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru. Selama periode mudik, kepatuhan pengendara terhadap aturan dan arahan petugas menjadi faktor penting agar perjalanan di jalur Trans Jawa tetap aman dan terkendali.

Berita Terkait

Back to top button