WeRide dan Grab resmi memulai layanan robotaxi publik pertama di Singapura melalui proyek Ai.R di distrik Punggol. Langkah ini menandai penggunaan kendaraan otonom untuk transportasi publik di kawasan permukiman, bukan hanya di area uji coba tertutup atau rute terbatas.
Layanan ini langsung menarik perhatian karena menjadi salah satu implementasi paling konkret dari teknologi kendaraan tanpa pengemudi di Asia Tenggara. Dengan armada 11 kendaraan otonom, Ai.R menawarkan dua rute shuttle penuh dan satu rute pendek berdurasi sekitar 20 menit di dalam kawasan perumahan Punggol.
Layanan robotaxi publik pertama di kawasan permukiman
Grab Singapore menyebut Ai.R sebagai layanan transportasi publik otonom pertama yang diperkenalkan ke area hunian. Ini penting karena lalu lintas di kawasan permukiman menuntut sistem navigasi yang lebih hati-hati, interaksi yang lebih dekat dengan pejalan kaki, serta adaptasi terhadap kondisi jalan yang dinamis.
Peluncuran ini juga memperlihatkan pendekatan bertahap dalam adopsi kendaraan otonom. Alih-alih langsung masuk ke skala komersial penuh, layanan dibuka gratis terlebih dahulu agar pengguna bisa mencoba sekaligus memberi masukan untuk pengembangan berikutnya.
Cara kerja dan akses layanan Ai.R
Masyarakat dapat memesan perjalanan melalui situs khusus yang disiapkan untuk layanan ini. Jadwal operasionalnya dibuka pada hari kerja, dari pukul 9.30 pagi hingga 5.30 sore, sehingga layanan ini fokus pada uji penggunaan dalam rutinitas harian warga.
Berikut ringkasan fitur utama layanan Ai.R:
- Menggunakan armada 11 kendaraan otonom
- Menyediakan dua rute shuttle penuh
- Memiliki satu rute mini berdurasi 20 menit
- Tersedia gratis untuk publik pada fase awal
- Dapat dipesan melalui website khusus
Skema tersebut memberi kesempatan bagi penumpang untuk memahami pengalaman bepergian dengan robotaxi sekaligus membantu operator mengumpulkan data operasional yang lebih luas.
Uji coba lebih dari 1.000 penumpang sebelum peluncuran
WeRide mengatakan lebih dari 1.000 penumpang sudah mengikuti perjalanan uji coba sejak Januari 2026. Angka ini menunjukkan bahwa peluncuran publik tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan didahului oleh tahap pengujian komunitas dan evaluasi keselamatan.
Alejandro Osorio, Managing Director Grab Singapore, menyebut Ai.R sebagai langkah penting dalam memperkenalkan transportasi otonom ke lingkungan tempat tinggal. Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus awal layanan bukan hanya pada teknologi, tetapi juga penerimaan publik dan kesiapan operasional di lapangan.
Menuju layanan berbayar pada tahap berikutnya
Fase gratis Ai.R direncanakan berlangsung hingga pertengahan 2026. Setelah itu, layanan komersial berbayar akan dimulai dengan mempertimbangkan umpan balik penumpang yang terkumpul selama masa uji publik.
Tahap seperti ini umum dipakai dalam adopsi teknologi baru karena operator perlu menilai banyak aspek sebelum mengenakan tarif penuh. Beberapa faktor tersebut meliputi kenyamanan penumpang, keandalan rute, respons kendaraan terhadap kondisi jalan, hingga kesiapan pengawasan keselamatan jarak jauh.
Ekspansi global WeRide terus meluas
Peluncuran di Singapura juga menambah bobot ekspansi internasional WeRide. Perusahaan teknologi mengemudi otonom asal China itu kini telah memperluas jejak operasinya ke lebih dari 40 kota di 12 negara.
Dengan tambahan pasar baru di Singapura, armada robotaxi global yang dioperasikan WeRide juga sudah melampaui 1.000 kendaraan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa perusahaan makin agresif membangun skala bisnis di luar pasar domestik, sekaligus memperluas posisi di industri mobilitas cerdas.
Faktor keselamatan tetap jadi perhatian utama
Di tengah akselerasi komersialisasi, WeRide dan Grab juga menaruh perhatian pada keselamatan harian dan transisi tenaga kerja. Kedua perusahaan meluncurkan program pelatihan operator keselamatan jarak jauh untuk mendukung operasional robotaxi secara lebih aman.
Sejauh ini, 14 pengemudi Grab berpengalaman telah menyelesaikan pelatihan profesional bersama dan beralih menjadi operator keselamatan kendaraan otonom. Langkah ini memperlihatkan bahwa teknologi baru tidak hanya mengubah jenis layanan, tetapi juga membuka jalur pekerjaan baru dalam ekosistem transportasi.
Perkembangan Ai.R di Punggol akan menjadi salah satu tolok ukur penting bagi masa depan transportasi otonom di kota-kota padat penduduk. Jika respons publik tetap positif dan standar keselamatan terjaga, model serupa berpeluang diperluas ke wilayah lain dengan karakteristik mobilitas yang mirip.
Source: cnevpost.com