Penjualan Mitsubishi di Amerika Serikat sedang memperlihatkan ironi yang sulit diabaikan. Model tertuanya, Outlander Sport yang sudah berusia 16 tahun, justru hampir sendirian menopang performa merek itu pada kuartal pertama tahun ini.
Data penjualan terbaru menunjukkan Outlander Sport mencatat 12.076 unit, naik 74,8% dibanding 6.910 unit pada periode yang sama tahun lalu. Angka itu membuat SUV murah tersebut menyumbang sekitar 45% dari total penjualan Mitsubishi di AS, yang hanya mencapai 26.884 unit pada tiga bulan pertama tahun ini.
SUV lawas yang justru paling laku
Outlander Sport memang punya satu keunggulan besar, yaitu harga awal yang relatif terjangkau di level $24,995. Namun, usia produknya sangat panjang karena model ini pertama kali hadir pada 2010 dan sudah mendapat tiga kali facelift dalam 16 tahun.
Kondisi itu membuat pencapaiannya terasa paradoks, sebab pasar AS saat ini dipenuhi SUV kompak yang lebih modern dengan harga yang tidak jauh berbeda. Daftarnya mencakup Hyundai Venue, Chevrolet Trax, Nissan Kicks, Kia Seltos, Hyundai Kona, dan Toyota Corolla Cross, yang secara umum menawarkan teknologi, efisiensi, dan penyegaran desain lebih baik.
Kenaikan juga terjadi pada Eclipse Cross
Outlander Sport bukan satu-satunya model Mitsubishi yang naik daun pada awal tahun ini. Eclipse Cross juga mencatat lonjakan penjualan sebesar 83,7%, dari 3.731 unit menjadi 6.852 unit.
Meski begitu, model ini juga tidak lagi bisa disebut baru. Usianya mulai menua, tetapi kenaikan penjualan menunjukkan bahwa sebagian konsumen masih melihat nilai lebih pada SUV Mitsubishi yang harganya cenderung lebih kompetitif dibanding rival utama di kelas yang sama.
Outlander yang lebih modern justru melemah
Situasi berlawanan terjadi pada Outlander, model yang secara produk seharusnya menjadi andalan utama Mitsubishi. Penjualannya turun dari 11.992 unit menjadi 6.780 unit, atau terkoreksi 43,5% dalam perbandingan tahun ke tahun.
Varian Outlander Plug-In Hybrid juga ikut melemah. Penjualannya turun dari 1.703 unit menjadi 1.144 unit, setara penurunan 32,8%, sehingga kontribusi model elektrifikasi ini belum cukup mengangkat performa keseluruhan.
Mirage hampir hilang dari pasar
Kejatuhan paling tajam datang dari Mirage, model kecil yang kini praktis menuju akhir perjalanan bisnisnya. Penjualannya anjlok dari 7.301 unit menjadi hanya 29 unit, atau turun 99,6%.
Penyusutan drastis ini menegaskan bahwa Mitsubishi semakin bergantung pada portofolio SUV, terutama model-model yang sudah tua tetapi masih diburu karena harga. Dalam konteks itu, Outlander Sport dan Eclipse Cross menjadi penyangga yang menahan penurunan lebih dalam.
Ringkasan penjualan Mitsubishi di AS pada kuartal pertama
| Model | Penjualan | Perbandingan tahunan |
|---|---|---|
| Outlander Sport | 12.076 | +74,8% |
| Eclipse Cross | 6.852 | +83,7% |
| Outlander | 6.780 | -43,5% |
| Outlander Plug-In Hybrid | 1.144 | -32,8% |
| Mirage | 29 | -99,6% |
Meski dua model lawas tampil kuat, total penjualan Mitsubishi tetap turun 15,0% dibanding tahun sebelumnya, dari 31.637 unit menjadi 26.884 unit. Angka ini memperlihatkan bahwa kenaikan Outlander Sport belum cukup untuk menutup pelemahan tajam pada model lain, terutama Outlander dan Mirage.
Source: www.carscoops.com