
Nama Freelander kembali muncul, tetapi kali ini bukan sebagai model Land Rover lama yang dihidupkan ulang. Merek tersebut lahir sebagai brand kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle yang fokus pada elektrifikasi, dengan Jaguar Land Rover tetap terlibat dan Chery memegang peran besar dalam pengembangannya.
Langkah ini menandai babak baru bagi dua perusahaan yang ingin memperkuat posisi di pasar SUV listrik global. Freelander tidak berdiri sebagai turunan langsung dari lini Jaguar Land Rover, melainkan sebagai entitas terpisah yang akan menargetkan konsumen EV dengan kombinasi desain premium, teknologi mutakhir, dan kemampuan jelajah medan berat.
Freelander lahir sebagai brand NEV
Freelander kini diposisikan sebagai merek baru yang berdiri sendiri di bawah kerja sama Chery–JLR. Fokus utamanya ada pada kendaraan elektrifikasi, sehingga arah pengembangannya jauh berbeda dari masa lalu ketika nama itu lekat dengan SUV konvensional.
Kolaborasi ini memanfaatkan keunggulan masing-masing pihak. Chery menyumbang platform elektrik yang sudah matang, sementara JLR menjaga standar desain, kualitas, dan karakter berkendara agar tetap terasa premium.
Desain global, produksi di Changshu
Semua model Freelander dirancang di Gaydon Global Design milik JLR di Inggris dan dikembangkan bersama tim desain lokal di Shanghai. Produksi skala besar akan dilakukan di pabrik Changshu, dengan model pertama dirakit pada akhir tahun ini.
Rencana peluncuran merek ini juga disusun agresif. Freelanders diproyeksikan merilis model baru setiap 6 bulan dan menargetkan total 6 model dalam 5 tahun.
Concept97 jadi gambaran arah desain
Bersamaan dengan pengenalan merek, konsep perdana bernama Concept97 ikut dipamerkan kepada publik. Tampilan mobil ini masih membawa kesan tangguh khas keluarga Land Rover, namun juga memperlihatkan pengaruh desain Defender yang kuat.
- Siluet bodinya dibuat aerodinamis.
- Lampu depan dan belakang tampil futuristik.
- Proporsinya tetap menonjolkan karakter SUV.
- Identitas Freelander lama masih dibaca, tetapi dalam bahasa desain yang lebih modern.
Perpaduan itu menunjukkan bahwa Freelander ingin masuk ke pasar EV tanpa meninggalkan citra petualang yang selama ini menjadi daya tarik utama SUV premium.
Teknologi elektrifikasi dan kabin cerdas
Freelander akan memakai teknologi baterai dan penggerak listrik generasi terbaru dari Chery. Dengan basis tersebut, model ini ditargetkan memiliki jarak tempuh yang kompetitif dan kemampuan pengisian daya yang cepat.
JLR juga disebut akan ikut mengatur sisi suspensi dan dinamika berkendara. Langkah ini penting agar mobil tetap menawarkan sensasi berkendara yang khas, bukan sekadar efisien di atas kertas.
Di sisi teknologi kabin dan bantuan pengemudi, model pertama Freelander akan mengadopsi sistem mengemudi cerdas Huawei Qiankun generasi terbaru. Sistem itu didukung perangkat keras bantuan pengemudi tingkat lanjut, termasuk LiDAR kelas citra jalur optik ganda yang disebut mampu memetakan lingkungan sekitar dengan akurat.
Fokus medan berat dan kemampuan off-road
Freelander juga menyiapkan sistem i-ATS atau Intelligent All-Terrain System yang diklaim pertama di dunia. Sistem ini bekerja bersama peredam kejut pre-emptive dan tiga kunci diferensial untuk menyesuaikan pengendalian dengan kondisi jalan yang ekstrem.
Kemampuan itu diarahkan untuk menghadapi jalur berlumpur, berbatu, hingga tanjakan terjal. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Freelander tidak ingin hanya tampil sebagai SUV listrik perkotaan, tetapi juga tetap sanggup masuk ke segmen off-road elektrifikasi.
Komputasi cepat dan baterai baru
Freelander disebut akan menjadi salah satu kendaraan pertama yang memakai chip Qualcomm Snapdragon 8397. Prosesor otomotif ini dirancang untuk mengelola hiburan, navigasi, dan fitur keselamatan aktif secara bersamaan tanpa mengganggu respons sistem.
Di sektor energi, kerja sama dengan CATL melahirkan “Freevoy Range-Extended Hybrid Battery”, yang diklaim sebagai baterai khusus medan berat pertama di dunia. Baterai ini mendukung supercharging 6C dengan daya hingga 360kW, serta memakai perlindungan bawah bodi khusus dan lapisan polimer FD untuk menghadapi benturan dari batu atau benda tajam.
Aspek keselamatan juga diperkuat lewat teknologi non-thermal propagation generasi kedua dan CTP generasi ketiga. Kombinasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi ruang, kapasitas energi, dan pendinginan baterai saat bekerja keras di berbagai kondisi jalan.
Source: www.oto.com








