2,9 Juta Kendaraan Balik ke Jakarta, Arus Mudik Lebaran Tahun Ini Ternyata Tak Sepenuhnya Lengang

Sebanyak 2,9 juta kendaraan tercatat kembali memasuki wilayah Jakarta setelah periode mudik Lebaran berakhir. Data ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menyebut arus balik di Tol Trans Jawa pada hari terakhir terpantau ramai lancar.

Berdasarkan data Jasa Marga, jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta hingga Minggu malam mencapai 2,9 juta unit atau 86 persen dari total proyeksi. Angka ini menunjukkan sebagian besar pemudik sudah kembali ke wilayah perkotaan setelah meninggalkan Jakarta untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

Arus Balik Terpantau Lancar

Dudy menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak kembali serempak pada puncak arus balik. Ia menilai kepatuhan pemudik pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret membantu mengurangi penumpukan kendaraan di jalur utama.

Pola penyebaran arus balik itu ikut menjaga kelancaran perjalanan di Tol Trans Jawa. Kondisi ini menjadi penting karena jalur tersebut selalu menjadi salah satu titik terpadat setiap musim mudik dan balik Lebaran.

Rekayasa Lalu Lintas Jadi Penopang

Selama musim mudik tahun ini, pemerintah menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk menjaga arus kendaraan tetap bergerak. Skema yang digunakan meliputi pembatasan kendaraan angkutan barang, sistem ganjil genap, contraflow, hingga one way di ruas tertentu.

Penerapan one way dilakukan beberapa kali, baik saat arus mudik maupun arus balik. Skema ini berlaku dari Tol Jakarta-Cikampek hingga Tol Semarang-Solo untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada jam-jam padat.

Contraflow juga dipakai di beberapa ruas, termasuk Tol Jakarta-Cikampek dan Tol Jagorawi. Sementara itu, aturan ganjil genap diterapkan di lintasan strategis untuk menekan kepadatan dan mengatur distribusi kendaraan.

Ruas yang Terdampak Aturan Ganjil Genap

Berikut ringkasan penerapan ganjil genap yang disebut dalam keterangan pemerintah:

  1. Arus mudik: Tol Jakarta-Cikampek KM 47 sampai Semarang-Batang KM 414.
  2. Arus mudik: Tol Tangerang-Merak KM 31 sampai KM 98.
  3. Arus balik: Tol Semarang-Batang KM 414 sampai Jakarta-Cikampek KM 47.
  4. Arus balik: Tol Tangerang-Merak KM 98 sampai KM 31.

Kebijakan ini membantu mengatur volume kendaraan pada jalur yang selama musim mudik selalu mengalami lonjakan tajam. Pemerintah juga menilai kombinasi rekayasa lalu lintas memberi ruang lebih besar bagi kendaraan pribadi yang bergerak menuju dan dari Jakarta.

Diskon Tol Dorong Penyebaran Perjalanan

Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah juga menerapkan diskon tarif jalan tol di sejumlah ruas. Potongan harga sebesar 30 persen diberikan untuk mendorong pemudik mengatur waktu perjalanan agar tidak menumpuk pada hari yang sama.

Kebijakan tarif ini ikut menjadi faktor pendukung kelancaran arus mudik dan balik. Pada periode puncak, langkah semacam ini biasanya dimanfaatkan untuk memecah kepadatan di gerbang tol dan jalur penghubung antarkota besar.

Imbauan Keselamatan di Jalan

Meski sebagian besar kendaraan sudah kembali, pemerintah tetap mengingatkan pengemudi yang masih dalam perjalanan untuk menjaga kondisi fisik. Dudy meminta pengendara berhenti di rest area jika mulai lelah agar risiko kecelakaan bisa ditekan.

Ia menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan jarak jauh. Arahan petugas di lapangan juga diminta untuk selalu diikuti agar arus lalu lintas tetap tertib dan perjalanan menuju Jakarta berlangsung aman.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com
Exit mobile version