
BYD resmi memperkenalkan Song Ultra EV sebagai SUV listrik murni ukuran menengah yang langsung menarik perhatian pasar karena membawa fitur pengisian daya sangat cepat sebagai standar. Model ini juga memakai Blade Battery generasi kedua, yang menjadi salah satu teknologi andalan BYD untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan pada kendaraan listrik.
Peluncuran Song Ultra EV memperlihatkan langkah BYD untuk menjaga posisi kuat di segmen EV yang makin kompetitif, terutama di China. Dengan harga awal 151.900 yuan atau sekitar Rp372 jutaan, model ini justru lebih murah dibanding harga prapenjualan yang mencapai 155.000 yuan atau sekitar Rp379 jutaan.
Desain dan Dimensi SUV Menengah
Song Ultra EV hadir sebagai SUV listrik berukuran sedang dengan panjang 4.850 milimeter dan jarak sumbu roda 2.840 mm. Dimensi ini menempatkannya di kelas yang cukup lapang untuk kebutuhan keluarga, sekaligus tetap praktis untuk mobilitas harian di perkotaan.
BYD menyematkan Blade Battery generasi kedua pada seluruh varian Song Ultra EV. Mobil ini tersedia dalam dua pilihan jarak tempuh, yakni 605 km dan 710 km, sehingga memberi opsi bagi pengguna yang membutuhkan efisiensi maupun daya jelajah lebih jauh.
Performa Motor dan Kecepatan Puncak
Song Ultra EV menggunakan sistem penggerak motor tunggal di belakang. Konfigurasi ini menghasilkan tenaga maksimum 270 kW dan memungkinkan mobil melaju hingga kecepatan tertinggi 210 km/jam.
Karakter ini menunjukkan bahwa Song Ultra EV tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga tetap menawarkan performa yang kompetitif untuk kelas SUV listrik menengah. Kombinasi tenaga besar dan baterai berkapasitas tinggi membuat model ini relevan bagi pembeli yang menginginkan keseimbangan antara jarak tempuh dan respons berkendara.
Pengisian Daya Secepat Kilat Jadi Andalan
Daya tarik utama Song Ultra EV ada pada teknologi pengisian flash yang dijadikan fitur standar. Dalam kondisi suhu normal, baterai dapat terisi dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam lima menit, sementara pengisian hingga 97 persen disebut membutuhkan waktu sembilan menit.
Fitur ini menjadi nilai jual penting di tengah kekhawatiran pengguna EV soal waktu pengisian dan ketersediaan infrastruktur. Berikut ringkasannya:
- 10 persen ke 70 persen: 5 menit
- 10 persen ke 97 persen: 9 menit
- Teknologi: flash charging standar
- Baterai: Blade Battery generasi kedua
Kecepatan pengisian seperti ini memberi keuntungan besar bagi pengguna yang sering bepergian jarak jauh atau membutuhkan waktu henti seminimal mungkin saat mengisi daya.
Fitur Keselamatan dan Bantuan Berkendara
Selain teknologi baterai dan pengisian cepat, Song Ultra EV juga dibekali sistem kontrol bodi redaman cerdas DiSus-C. Sistem ini membantu menjaga stabilitas dan kenyamanan berkendara, terutama saat melewati kondisi jalan yang tidak rata atau saat mobil bergerak dinamis.
BYD juga menambahkan sistem stabilisasi ban kempes yang mampu menjaga kontrol kendaraan hingga kecepatan 140 km/jam. Fitur ini menambah lapisan keamanan, khususnya saat terjadi situasi darurat di jalan.
Untuk mendukung bantuan berkendara, mobil ini memakai 27 sensor. Perangkat itu dipakai untuk membantu navigasi perkotaan dan fungsi parkir cerdas dalam berbagai skenario, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih modern dan praktis.
Strategi BYD di Tengah Persaingan EV
Langkah BYD meluncurkan Song Ultra EV hadir di tengah persaingan pasar mobil listrik China yang terus meningkat. Harga agresif dipadukan dengan teknologi pengisian daya yang sangat cepat tampak menjadi strategi utama untuk mempertahankan keunggulan di hadapan rival-rival baru.
Bagi BYD, kombinasi harga, jarak tempuh, performa, dan fitur keselamatan menjadi paket lengkap untuk memperkuat daya tarik produk di segmen SUV listrik. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah teknologi pengisian secepat kilat ini kelak juga akan dibawa ke pasar lain, termasuk Indonesia, yang pasar EV-nya terus tumbuh dan semakin membutuhkan pilihan kendaraan listrik yang praktis.









