Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM di seluruh SPBU Indonesia tidak berubah mulai 1 April. Keputusan ini membuat harga produk subsidi dan nonsubsidi tetap sama seperti periode sebelumnya, meski harga minyak dunia sedang bergerak naik.
Kepastian tersebut sekaligus meredam isu kenaikan harga BBM yang sempat beredar di media sosial. Pemerintah dan Pertamina menegaskan bahwa pasokan BBM nasional masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik membeli dalam jumlah berlebihan.
Harga BBM Pertamina tetap berlaku
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV, menyampaikan bahwa perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM. Dalam keterangan resminya, ia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan arahan pemerintah, termasuk soal harga jual BBM di dalam negeri.
Roberth juga menyebut Pertamina terus menjaga kestabilan pasokan energi melalui negosiasi dengan pemasok dan optimalisasi distribusi ke berbagai wilayah. Pesan ini penting karena harga energi kerap menjadi perhatian utama masyarakat saat situasi global memanas.
Daftar harga BBM Pertamina di Jabodetabek
Berikut harga BBM Pertamina per 1 April di wilayah Jabodetabek:
- Bio Solar: Rp 6.800 per liter
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Pertamax: Rp 12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter
- Pertamax Green: Rp 12.900 per liter
- Dexlite: Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter
Daftar ini menunjukkan bahwa harga produk populer seperti Pertalite dan Pertamax tidak mengalami perubahan. Kondisi tersebut memberi kepastian bagi pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha transportasi, hingga masyarakat yang bergantung pada mobilitas harian.
Pemerintah pastikan tidak ada penyesuaian
Istana juga sudah menyampaikan bahwa tidak ada penyesuaian harga BBM pada 1 April, baik untuk subsidi maupun nonsubsidi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan itu diambil setelah koordinasi antara Kementerian ESDM dan Pertamina, berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo menegaskan bahwa masyarakat perlu mendapat informasi yang jelas dan akurat agar tidak terpengaruh kabar yang memicu kepanikan. Ia juga memastikan stok BBM dalam negeri dalam kondisi aman.
Pernyataan ini menjadi penegas penting di tengah kekhawatiran publik yang biasanya muncul ketika harga energi global bergejolak. Kepastian dari pemerintah memberi ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan pengeluaran tanpa harus menghadapi lonjakan harga mendadak.
Harga minyak dunia memang menguat
Kebijakan menahan harga BBM dalam negeri diambil saat pasar minyak global justru sedang naik tajam. Mengutip Reuters, minyak mentah Brent kontrak Mei melesat 4,71 persen atau 5,31 dollar AS menjadi 118,09 dollar AS per barrel.
Data LSEG juga mencatat Brent berada di jalur kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah, sekitar 63 persen sejak Juni 1988. Adapun minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate atau WTI, turut naik dan berada di level 103,37 dollar AS per barrel.
Lonjakan itu dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya di kawasan Teluk Persia, yang mengganggu infrastruktur energi dan pasokan minyak. Meski begitu, harga BBM Pertamina di dalam negeri tetap ditahan agar beban masyarakat tidak bertambah.
Yang perlu diperhatikan konsumen
Berikut beberapa hal yang bisa dicermati masyarakat terkait harga BBM saat ini:
- Harga BBM Pertamina tidak naik mulai 1 April.
- Harga berlaku sama untuk produk subsidi dan nonsubsidi.
- Stok BBM nasional disebut dalam kondisi aman.
- Masyarakat diimbau memakai energi sesuai kebutuhan.
- Informasi resmi sebaiknya merujuk ke Pertamina Patra Niaga dan pemerintah.
Kepastian harga ini menjadi penyokong penting bagi stabilitas biaya transportasi dan operasional harian masyarakat. Selama belum ada pengumuman resmi terbaru, daftar harga BBM Pertamina di atas tetap menjadi acuan bagi konsumen di Jabodetabek dan wilayah lain yang mengikuti penetapan harga serupa.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








