
Perbandingan konsumsi bahan bakar Toyota Rush dan Daihatsu Terios terbaru kembali menarik perhatian karena hasil pengujiannya sangat berdekatan. Dua SUV ladder frame yang berbagi basis teknis ini sama-sama mengandalkan mesin 1.5 liter Dual VVT-i, sehingga wajar jika efisiensi BBM keduanya sulit dipisahkan.
Data pengujian yang beredar menunjukkan konsumsi rata-rata sekitar 12,1 km per liter untuk rute kombinasi, baik di dalam kota maupun luar kota. Saat teknik berkendara hemat diterapkan, angka efisiensi bahkan bisa naik hingga sekitar 20,5 km per liter.
Mesin identik, hasil konsumsi nyaris sama
Toyota Rush dan Daihatsu Terios memakai dapur pacu yang serupa, dengan tenaga sekitar 104 PS dan torsi berkisar 136 hingga 142 Nm. Kesamaan spesifikasi ini menjadi alasan utama mengapa performa efisiensi keduanya tampil hampir sejajar.
Pada penggunaan harian, karakter mesin yang kalem dan respons transmisinya yang serupa membuat selisih konsumsi tidak terasa besar. Kondisi semacam ini juga membuat faktor gaya mengemudi jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar logo pada grille depan.
Siapa lebih irit di dalam kota?
Dalam pengujian di area perkotaan, Daihatsu Terios 2026 cenderung sedikit lebih unggul. Angka konsumsi yang tercatat berada di kisaran 13 sampai 13,8 km per liter, sementara Toyota Rush 2026 berada di sekitar 12 hingga 13 km per liter.
Selisih itu memang ada, tetapi sangat tipis dan tidak cukup besar untuk disebut sebagai keunggulan mutlak. Bagi pemakaian sehari-hari, perbedaan tersebut kemungkinan baru akan terasa jika mobil dipakai intensif dengan pola rute yang sama.
Ringkasan data konsumsi BBM
- Rata-rata rute kombinasi: sekitar 12,1 km per liter.
- Eco driving: bisa meningkat hingga sekitar 20,5 km per liter.
- Terios di kota: sekitar 13 sampai 13,8 km per liter.
- Rush di kota: sekitar 12 sampai 13 km per liter.
Angka di atas menunjukkan bahwa jarak efisiensi keduanya sangat rapat. Karena itu, pilihan final tidak bisa hanya bertumpu pada konsumsi BBM semata.
Mengapa hasilnya bisa tipis?
Kedua model sama-sama menggunakan penggerak roda belakang atau RWD dan memiliki kapasitas tangki bahan bakar 45 liter. Desain bodi juga tidak jauh berbeda, sehingga hambatan udara dan karakter berkendara yang muncul pun relatif mirip.
Selain itu, bobot kendaraan, setting suspensi, kondisi jalan, serta kebiasaan pedal gas pengemudi ikut memengaruhi hasil akhir. Dalam praktiknya, mobil yang sama pun dapat menghasilkan angka berbeda jika digunakan oleh pengemudi yang berbeda.
Faktor yang lebih menentukan daripada selisih kecil
Saat selisih konsumsi hanya tipis, pertimbangan lain justru bisa lebih penting. Berikut beberapa aspek yang biasanya lebih menentukan keputusan pembelian:
- Harga jual dan promo yang sedang berlaku.
- Fitur keselamatan dan kenyamanan di tiap varian.
- Biaya perawatan dan jaringan bengkel.
- Ketersediaan suku cadang.
- Selera desain dan pengalaman berkendara.
Bagi sebagian konsumen, nilai praktis dan kemudahan servis bisa jauh lebih penting daripada beda 0,5 km per liter. Karena itu, evaluasi perlu dilakukan secara menyeluruh sebelum memilih salah satu model.
Posisi Rush dan Terios di pasar SUV keluarga
Rush dan Terios tetap diposisikan sebagai SUV keluarga yang menawarkan kabin lega, ground clearance tinggi, serta penggunaan harian yang fleksibel. Karakter ini membuat keduanya cocok untuk pengguna yang menginginkan mobil serbaguna tanpa harus mengorbankan efisiensi secara ekstrem.
Dengan performa BBM yang hampir identik, pilihan antara Toyota Rush 2026 dan Daihatsu Terios 2026 pada akhirnya lebih banyak ditentukan oleh preferensi merek, fitur, dan kebutuhan pemakaian. Selama pola berkendara dijaga efisien, keduanya tetap termasuk SUV yang hemat untuk kelasnya.









