Prabowo Gertak Jepang Soal Hilirisasi Dan EV, Uji Nyali Toyota Di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto memperkuat pendekatan ekonomi Indonesia ke Jepang dengan mendorong investasi yang lebih dalam pada hilirisasi industri dan pengembangan otomotif listrik. Dalam pertemuan di Tokyo dengan 13 pimpinan perusahaan besar Jepang, agenda utama tidak hanya membahas perluasan bisnis, tetapi juga bagaimana investasi Jepang bisa masuk ke rantai nilai yang lebih panjang dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah ingin hubungan ekonomi Indonesia–Jepang bergerak dari pola jual-beli tradisional menuju kerja sama industri yang lebih strategis. Di tengah kompetisi global untuk memperebutkan modal dan teknologi, Indonesia menempatkan hilirisasi, lapangan kerja, dan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai fokus penting.

Fokus pada hilirisasi dan nilai tambah

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat kerja sama investasi strategis, terutama pada sektor hilirisasi. Menurut dia, hilirisasi menjadi prioritas nasional karena bisa mendorong nilai tambah, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Prabowo juga meminta para investor Jepang untuk lebih aktif memperluas investasi di Indonesia. Dalam pertemuan itu, pemerintah menekankan bahwa investasi yang masuk tidak cukup hanya berhenti pada perdagangan atau perakitan, tetapi harus ikut membangun ekosistem industri yang lebih luas.

Sejumlah perusahaan besar Jepang hadir dalam forum tersebut, termasuk Toyota Motor Corporation, Mitsubishi Corporation, dan Panasonic Group. Hadir pula perwakilan dari sektor energi, keuangan, perdagangan, dan farmasi, yang menunjukkan bahwa pembahasan tidak terbatas pada otomotif semata.

Daftar tokoh dan perusahaan yang hadir

  1. Toyota Motor Corporation
  2. Mitsubishi Corporation
  3. Panasonic Group
  4. INPEX
  5. JBIC
  6. Keidanren
  7. Toyota Asia Region
  8. Perwakilan sektor energi, keuangan, perdagangan, dan farmasi

Pertemuan ini juga memperlihatkan bahwa Jepang tetap menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam investasi jangka panjang. Pemerintah menilai kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar Jepang bisa mempercepat transfer teknologi, memperdalam industri dalam negeri, dan memperluas akses Indonesia ke pasar global.

Akuisisi industri otomotif listrik ikut dibahas

Selain hilirisasi, transformasi industri otomotif juga menjadi sorotan utama. Prabowo menilai Indonesia perlu mendorong lompatan industrialisasi, termasuk melalui pemanfaatan sumber daya alam domestik untuk membangun industri kendaraan bermotor bernilai tinggi.

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk masuk lebih jauh ke sektor otomotif, terutama karena sumber daya alam yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik tersedia di dalam negeri. Prabowo juga menyinggung perlunya percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Dalam forum itu, Prabowo sempat menyoroti sikap pabrikan Jepang yang dinilai masih berhati-hati dalam mendorong kendaraan listrik murni. Meski demikian, arah kebijakan Indonesia tetap jelas, yaitu memperluas ekosistem kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar.

Komitmen investasi Jepang sudah besar

Pertemuan di Tokyo bukan dimulai dari nol, karena kerja sama investasi Indonesia–Jepang sebelumnya telah mencapai lebih dari Rp 380 triliun. Angka itu menjadi basis penting bagi pemerintah untuk mendorong ekspansi baru, terutama di sektor industri yang berorientasi ekspor dan bernilai tambah tinggi.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang kondusif dan berorientasi pada hasil. Artinya, investor diharapkan tidak hanya membawa modal, tetapi juga membangun kapasitas produksi, teknologi, dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Industri otomotif Jepang sendiri masih punya posisi kuat di Indonesia, baik sebagai produsen maupun eksportir. Toyota, misalnya, menyebut Indonesia telah menjadi basis produksi penting secara global dengan pengiriman kendaraan ke lebih dari 80 negara.

Toyota pakai strategi multi-pathway

Menanggapi dorongan pemerintah, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Nandi Julyanto menyatakan bahwa perusahaannya tetap mendukung kebijakan Indonesia. Ia mengatakan Toyota menjalankan strategi multi-pathway dengan mengembangkan berbagai teknologi secara paralel, mulai dari biofuel hingga elektrifikasi.

Nandi juga menyebut Toyota Indonesia terus meneliti kendaraan multi-pathway serta komponen elektrifikasi, termasuk baterai, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Pendekatan ini menunjukkan bahwa industri otomotif Jepang tidak hanya bertumpu pada satu teknologi, melainkan menyiapkan beberapa jalur pengembangan sekaligus.

Menurut Nandi, Indonesia kini menjadi basis produksi penting Toyota secara global. Namun, arah pengembangan kendaraan tetap akan mempertimbangkan penerimaan pasar domestik dan ekspor, termasuk penerimaan terhadap kendaraan elektrifikasi berbasis energi terbarukan.

Situasi ini membuat hubungan Indonesia–Jepang berada pada fase penting, karena keputusan investasi hari ini akan memengaruhi arah industri nasional dalam beberapa tahun ke depan. Dengan dorongan hilirisasi dan otomotif EV, pemerintah berupaya memastikan modal asing benar-benar ikut membangun kapasitas industri Indonesia, bukan sekadar memperbesar aktivitas ekonomi jangka pendek.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version