Hanya Dua Honda Yang Naik Di Kuartal Ini, CR-V Pun Ikut Terseret Jatuh

Honda menjalani awal kuartal yang lebih lemah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski pabrikan asal Jepang itu tetap menyebut hasilnya sebagai “strong result”. Data American Honda menunjukkan penjualan gabungan merek Honda dan Acura turun 4,2% menjadi 336.830 unit, dari 351.557 unit pada kuartal sebelumnya.

Di tengah pelemahan itu, hanya dua model Honda yang mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama, yakni Accord dan Passport. CR-V tidak masuk daftar model yang tumbuh, meski tetap menjadi salah satu andalan merek tersebut dan masih memimpin penjualan bulanan Honda pada Maret.

Gambaran umum penjualan Honda

Honda division menanggung penurunan terbesar dengan pelemahan 5,1% menjadi 304.478 unit. Acura justru bergerak berlawanan arah dengan kenaikan 5,2% menjadi 32.352 unit, meski kontribusinya belum cukup untuk menahan penurunan keseluruhan grup.

Tekanan juga terlihat lebih jelas pada Maret, ketika total penjualan kedua merek turun 12% menjadi 130.074 unit. Dari jumlah itu, Honda membukukan 117.677 unit atau turun 12,9%, sementara Acura mencatat 12.397 unit, turun tipis 2,8%.

Honda menilai perbandingan dengan kuartal pertama tahun lalu tidak sepenuhnya adil. Perusahaan menyebut banyak konsumen mempercepat pembelian kendaraan pada periode sebelumnya karena antisipasi terhadap kebijakan tarif di bawah pemerintahan Trump.

Dua model yang justru naik

Accord menjadi salah satu titik terang paling menonjol bagi Honda. Sedan ini naik 21,9% menjadi 37.317 unit sepanjang kuartal pertama, lalu tetap kuat di Maret dengan 13.612 unit, naik 13% dibandingkan periode yang sama sebelumnya.

Passport juga menunjukkan tren positif. Model SUV ini tumbuh 20,1% secara year-to-date menjadi 14.045 unit, menjadikannya salah satu sedikit model Honda yang mampu mencatat performa lebih baik di tengah pasar yang melemah.

Berikut ringkasan model Honda yang disebut dalam data kuartal pertama:

  1. Accord: naik 21,9% menjadi 37.317 unit
  2. Passport: naik 20,1% menjadi 14.045 unit
  3. Civic: turun 2,3%
  4. CR-V: turun 3,8%
  5. HR-V: turun 24,2%
  6. Odyssey: turun 16,4%
  7. Pilot: turun 3,5%
  8. Prologue: turun 65,3%

Mengapa CR-V tidak ikut tumbuh

CR-V tetap penting bagi Honda karena masih menjadi model terlaris merek itu pada Maret dengan 40.793 unit. Angka itu juga menjadi bulan terbaik CR-V sejak April 2025, menunjukkan bahwa permintaan masih kuat meski secara kuartalan model ini turun 3,8%.

Honda mengatakan varian hybrid berperan besar dalam pencapaian CR-V dan Accord. Lebih dari separuh volume kedua model itu berasal dari versi hybrid, yang menegaskan bahwa elektrifikasi ringan dan efisiensi bahan bakar masih punya daya tarik kuat di pasar Amerika.

Namun, posisi CR-V sebagai model terlaris tidak otomatis berarti pertumbuhan kuartalan. Pasar SUV kompak sangat kompetitif, dan pergeseran permintaan ke beberapa trim tertentu atau fluktuasi stok dealer bisa membuat angka bulanan tetap kuat tanpa mendorong kenaikan total per kuartal.

Model lain yang mengalami tekanan lebih berat

Penurunan paling tajam datang dari Prologue, EV andalan Honda, yang anjlok 65,3% selama kuartal pertama. Pelemahan ini menunjukkan bahwa segmen kendaraan listrik belum memberi hasil stabil bagi Honda seperti yang mungkin diharapkan.

HR-V juga mengalami penurunan besar sebesar 24,2%, sedangkan Odyssey turun 16,4%. Pilot dan Civic masih bergerak turun, meski penurunannya tidak sedalam Prologue atau HR-V.

Di sisi Acura, peta penjualan terlihat sedikit lebih sehat. Integra menjadi model unggulan dengan 5.877 unit, naik 25,6%, sementara ADX juga tampil cukup baik dengan 7.864 unit sepanjang kuartal.

Posisi Honda ke depan

Kinerja kuartal pertama memperlihatkan bahwa Honda masih bergantung pada beberapa model inti untuk menjaga momentum penjualan. Accord dan Passport memberi sinyal positif, tetapi data juga menunjukkan bahwa CR-V, meski tetap kuat secara volume, belum cukup untuk masuk kelompok model yang tumbuh.

Dengan pasar otomotif Amerika yang masih berubah cepat, fokus Honda tampaknya akan tertuju pada model hybrid, strategi harga, dan respons konsumen terhadap SUV serta sedan utama. Data kuartal ini memperlihatkan bahwa volume besar belum tentu sejalan dengan pertumbuhan, dan CR-V menjadi contoh paling jelas dari kondisi tersebut.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version