
Kemunculan prototipe yang diduga sebagai Mercedes-AMG GT Black Series kembali menarik perhatian setelah tertangkap kamera menjalani pengujian di Nordschleife, Jerman. Mobil ini langsung menonjol karena memakai knalpot samping, sebuah ciri yang biasanya muncul pada mobil balap atau model performa ekstrem.
Jika benar ini adalah calon Mercedes-AMG GT Black Series versi baru, maka arah pengembangannya terlihat jauh lebih agresif dibandingkan AMG GT standar maupun GT Pro 4Matic+. Kode internal X192 juga menjadi petunjuk penting bahwa mobil ini bukan sekadar turunan biasa, melainkan proyek teknis yang berdiri terpisah dari coupe AMG GT yang memakai kode C192.
Knalpot Samping Jadi Sorotan Utama
Saluran buang samping memberi kesan radikal sejak pandangan pertama karena posisinya tidak lazim untuk mobil jalan raya. Layout seperti ini umumnya dipilih untuk mendukung efisiensi jalur pembuangan gas, mengurangi hambatan, sekaligus memberi ruang bagi paket aerodinamika dan underbody yang lebih ekstrem.
Pada mobil performa tinggi, knalpot samping juga sering menjadi sinyal bahwa pabrikan mengejar konfigurasi hardware yang sangat fokus ke lintasan. Dalam kasus ini, pemasangan side-exiting exhausts menguatkan dugaan bahwa Mercedes-AMG sedang menyiapkan Black Series dengan filosofi yang lebih dekat ke mobil sirkuit ketimbang grand tourer biasa.
Aerodinamika Terlihat Diambil dari AMG ONE
Dari hasil spy photos, beberapa elemen aero aktif tampak jelas pada prototipe tersebut. Bagian atas spatbor depan memiliki active louvers, sementara buritan mobil dibekali sayap besar yang terlihat dirancang untuk menghasilkan downforce tinggi saat melaju kencang.
Berikut sejumlah detail yang terekam dari pengujian itu:
- Active louvers di spatbor depan untuk mengatur tekanan udara di rumah roda.
- Rear wing berukuran masif yang menambah stabilitas pada kecepatan tinggi.
- Diffuser belakang yang dalam untuk memperkuat aliran udara di bawah mobil.
- Panel belakang yang tampak lebih ringan, menggantikan kaca belakang konvensional.
Kombinasi elemen tersebut menunjukkan bahwa AMG tidak hanya mengejar tampilan agresif, tetapi juga fokus pada fungsi aerodinamika yang serius. Arah pengembangan ini bahkan disebut mengingatkan pada teknologi yang digunakan AMG ONE, terutama dalam pendekatan pengelolaan udara dan downforce.
Paket Performance Dibuat Serius
Sisi pengereman juga tidak dibuat setengah hati karena prototipe ini membawa rem karbon-keramik berukuran besar. Pelek center-lock dan ban Michelin mempertegas karakter mobil yang memang disiapkan untuk penggunaan performa tinggi, termasuk di lintasan.
Ventilasi besar di belakang roda depan ikut memperlihatkan perhatian pada pelepasan panas dan pengaturan aliran udara di sisi bodi. Detail seperti ini penting karena mobil dengan tenaga besar membutuhkan manajemen suhu yang lebih baik, terutama saat dipacu berulang di sirkuit.
Berikut ringkasan elemen teknis yang terlihat menonjol:
| Komponen | Indikasi Fungsi |
|---|---|
| Knalpot samping | Jalur buang lebih ekstrem dan fokus performa |
| Active louvers | Mengatur tekanan udara di area roda depan |
| Sayap belakang besar | Menambah downforce |
| Diffuser belakang dalam | Efisiensi aliran udara bawah bodi |
| Rem karbon-keramik | Daya henti tinggi untuk performa lintasan |
Mesin V8 Twin-Turbo Masih Jadi Kandidat Terkuat
Mercedes-AMG belum mengumumkan spesifikasi resminya, tetapi spekulasi paling kuat mengarah ke mesin V8 twin-turbo 4.0 liter dalam versi yang lebih agresif. Jika skenario itu benar, output tenaganya hampir pasti akan melampaui 720 dk milik generasi Black Series sebelumnya.
Target berikutnya tampak jelas, yakni mengejar waktu putaran secepat mungkin di Nürburgring. Dengan paket aerodinamika yang sangat ekstrem dan komponen performa yang sudah terlihat, calon GT Black Series ini memang diposisikan untuk menantang rekor, bukan sekadar menjadi varian cepat di lini AMG GT.
Kemunculan prototipe tersebut juga memberi sinyal bahwa Mercedes-AMG belum menutup sepenuhnya peran mesin pembakaran internal untuk model paling prestisiusnya. Di tengah tren elektrifikasi global, kehadiran mobil seperti ini menunjukkan bahwa AMG masih mempertahankan ruang bagi mesin bensin berperforma tinggi, terutama untuk lini Black Series yang memang identik dengan karakter paling liar dari merek tersebut.
Source: kabaroto.com








