
BMW memang tidak pernah memproduksi E30 M3 Touring secara resmi, tetapi Alpina pernah menghadirkan alternatif yang sangat dekat dengan bayangan itu. Mobil tersebut adalah BMW Alpina B6 2.7 Touring, sebuah wagon E30 yang kini kembali menarik perhatian karena statusnya yang sangat langka dan posisinya sebagai representasi paling dekat dari “M3 estate” era analog.
Kehadirannya relevan di tengah kabar bahwa Alpina segera masuk ke fase baru sebagai sub-brand resmi BMW Group. Di saat generasi modern G81 akhirnya mewujudkan ide M3 wagon, sejarah justru menunjukkan bahwa Alpina sudah lebih dulu bermain di wilayah yang sama puluhan tahun sebelumnya.
E30 Touring yang Hampir Menjawab Permintaan Penggemar
BMW sendiri tidak pernah memberi lampu hijau untuk E30 M3 Touring, sehingga para penggemar lama hanya bisa membayangkan bagaimana perpaduan bentuk kotak khas E30 dengan performa M3 jika dipadukan. Alpina membaca celah itu secara cermat dan membuat B6 2.7 Touring, yang diposisikan sebagai wagon performa tinggi dengan pendekatan lebih halus ketimbang karakter agresif khas M division.
Menurut data dari artikel referensi, Alpina hanya membuat 67 unit B6 2.7 untuk pasar Jepang. Mobil yang sedang ditawarkan lewat Collecting Cars itu disebut sebagai salah satu dari sangat sedikit unit Touring yang mendapat perlakuan penuh Alpina, sehingga nilai historisnya jauh melampaui sekadar mobil koleksi biasa.
Ciri Eksterior yang Tetap Elegan
Secara visual, wagon ini mempertahankan bahasa desain E30 yang sederhana tetapi tegas. Balutan Diamond Black metallic dipadukan dengan striping emas Alpina, bumper depan yang lebih menonjol, serta pelek multi-spoke 16 inci khas Alpina yang langsung membedakannya dari E30 Touring standar.
Detail-detail tersebut menunjukkan pendekatan Alpina yang berbeda dari BMW M. Alih-alih tampil ekstrem, Alpina menekankan perpaduan antara performa, kemewahan, dan kesan eksklusif yang tetap bersahaja.
Interior Klasik dengan Sentuhan Alpina
Di kabin, nuansa periode awal era performa Jerman terasa kuat. Mobil ini memakai sepasang bucket seat berbalut kain hitam dengan aksen hijau dan biru, langit-langit Alcantara, setir empat palang berlogo Alpina, serta knop transmisi kayu yang juga menampilkan emblem merek tersebut.
Perlengkapan lainnya mencakup sunroof, power window, AC, dan sistem audio BMW dengan pemutar kaset. Kombinasi itu memperlihatkan bagaimana Alpina tidak hanya mengejar tenaga, tetapi juga menjual pengalaman berkendara yang lengkap dan mewah untuk zamannya.
Mesin 2.7 Liter yang Sudah Disetel Khusus
Di balik kap, mobil ini mengandalkan mesin straight-six 2,7 liter naturally aspirated yang telah ditingkatkan dengan piston Mahle, camshaft khusus, head silinder modifikasi, sistem knalpot baru, dan ECU revisi. Outputnya mencapai 210 hp, disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual lima percepatan dan limited-slip differential.
Dengan bobot E30 yang ringan, mobil ini mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam 6,9 detik dan mencapai kecepatan puncak 225 km/jam. Angka itu masih terasa relevan bahkan menurut standar saat ini, terutama untuk sebuah wagon klasik dengan karakter analog penuh.
Kondisi, Riwayat, dan Posisi di Pasar Kolektor
Odometernya menunjukkan 163.334 km, meski ada catatan bahwa masalah pada instrument cluster mungkin membuat sebagian jarak tempuh tidak terekam. Kondisinya disebut tetap baik, walau ada beberapa bekas pemakaian seperti stone chips, keausan interior ringan, kebocoran kecil di diferensial dan knalpot, serta rem yang sudah aus.
Mobil ini terakhir diservis pada 2025 setelah pemeriksaan sebelumnya dilakukan oleh spesialis BMW. Saat artikel referensi dibuat, penawaran tertinggi di Collecting Cars berada di angka £25,500 atau sekitar $33,700, sementara harga pasang di eBay tercantum £41,000 atau $54,200.
Mengapa B6 2.7 Touring Begitu Penting
- Jumlah produksinya sangat terbatas, hanya 67 unit untuk Jepang.
- Mobil ini menjadi interpretasi paling dekat dari E30 M3 Touring yang tidak pernah dibuat BMW.
- Alpina memberi pendekatan yang lebih elegan dibanding mobil performa modern pada umumnya.
- Kombinasi bodi wagon, mesin enam silinder, dan transmisi manual membuatnya sangat dicari kolektor.
Saat Alpina memasuki era baru di bawah payung BMW Group, B6 2.7 Touring menjadi pengingat bahwa merek ini sudah lama memahami selera penggemar mobil performa yang menginginkan sesuatu yang tidak brutal, tetapi tetap istimewa. Mobil seperti ini menunjukkan bahwa sebelum wagon performa menjadi arus utama, Alpina sudah lebih dulu membuktikan bahwa sebuah BMW keluarga bisa tampil cepat, langka, dan berkarakter tanpa kehilangan keanggunannya.
Source: www.carscoops.com








