
Nissan meminta 51 pemilik Leaf generasi terbaru untuk segera menghentikan penggunaan kendaraan listrik mereka setelah mendeteksi potensi cacat baterai yang bisa memicu kebakaran. Masalah ini terkait dengan paket baterai lithium-ion 78 kWh pada Nissan Leaf 2026, dan risiko itu disebut tetap ada meski mobil sedang diparkir, dimatikan, dan tidak sedang diisi daya.
Peringatan ini menjadi serius karena kasus yang ditemukan bukan sekadar gangguan pengisian daya, melainkan potensi thermal event atau kondisi panas berlebih di dalam baterai. Dalam skenario terburuk, sel baterai bisa mengalami korsleting internal dan menyebabkan api muncul tanpa tanda awal yang jelas bagi pemilik.
Apa yang terjadi pada baterai Leaf
Menurut informasi recall, sumber masalah berada pada proses manufaktur pemasok baterai. Salah satu tepi katoda baterai diduga sobek, lalu bagian yang rusak itu dapat terlipat ke dalam sel dan memicu hubungan arus pendek di dalam baterai.
Jika kondisi itu terjadi, panas bisa meningkat tajam dan memicu thermal event. Nissan menegaskan bahwa api bisa muncul bahkan ketika mobil tidak tersambung ke charger dan sedang berada dalam keadaan parkir.
Kasus awal sudah ditemukan
Salah satu kejadian pertama tercatat di Jepang pada 16 Februari, ketika sebuah Nissan Leaf 2026 yang sedang parkir mengalami thermal event di luar ruangan. Kasus kedua muncul di Amerika Serikat pada 2 Maret di area dealer Nissan, dan mobil saat itu juga dalam kondisi mati serta tidak terhubung ke pengisian daya.
Fakta bahwa kedua unit tidak sedang di-charge menjadi perhatian utama. Pada banyak kasus kendaraan listrik, risiko kebakaran sering dikaitkan dengan proses pengisian, tetapi kondisi kali ini menunjukkan masalah bisa muncul saat mobil tidak digunakan sama sekali.
Langkah yang diminta Nissan kepada pemilik
Nissan sudah menelusuri data telematika untuk mencari perilaku baterai yang tidak normal, lalu mencocokkannya dengan nomor identifikasi kendaraan atau VIN. Perusahaan mengklaim memiliki keterlacakan satu lawan satu antara baterai dan unit yang terdampak.
Berikut langkah yang diminta kepada pemilik Leaf yang terkena recall:
- Parkirkan mobil di luar ruangan dan jauh dari bangunan.
- Jangan mengisi daya kendaraan dulu.
- Segera bawa mobil ke dealer Nissan.
- Tunggu instruksi lanjutan dari pihak produsen.
- Gunakan mobil pengganti bila dealer menyediakannya.
Nissan juga menghentikan pengiriman unit yang berpotensi terdampak sejak 17 Maret dan menahan kendaraan di pelabuhan. Panggilan kepada pemilik akan dilakukan segera, sementara surat pemberitahuan awal recall mulai dikirim pada 17 April.
Perbaikan akan dilakukan gratis
Setelah solusi tersedia, Nissan akan mengganti modul baterai yang rusak, atau mengganti seluruh paket baterai bila diperlukan. Seluruh perbaikan itu akan dilakukan tanpa biaya bagi pemilik.
Dealer juga disebut akan menyediakan mobil sewaan sementara pembaruan atau penggantian baterai belum tersedia. Langkah ini penting karena mobil listrik yang terdampak tetap menyimpan risiko selama belum diperbaiki.
Mengapa kasus ini penting bagi pemilik EV
Recall ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tetap membutuhkan pengawasan kualitas baterai yang ketat, terutama pada model baru. Meski Leaf dikenal sebagai salah satu EV paling populer, masalah pada satu komponen kecil di dalam baterai bisa berdampak besar pada keselamatan.
Bagi pemilik mobil listrik, pesan utamanya jelas: jika ada pemberitahuan recall terkait baterai, instruksi pabrikan harus diikuti segera. Dalam kasus Nissan Leaf ini, parkir di luar, menghindari pengisian daya, dan menghubungi dealer menjadi langkah paling aman sampai perbaikan resmi tersedia.
Source: www.carscoops.com








