Xiaomi kembali menarik perhatian pasar mobil listrik setelah locked-in orders untuk SU7 generasi baru melampaui 40.000 unit. Pencapaian ini muncul bersamaan dengan percepatan pengiriman, yang menunjukkan permintaan awal tetap kuat di tengah persaingan ketat industri EV.
Lei Jun, pendiri sekaligus CEO Xiaomi, mengungkapkan capaian tersebut dalam siaran langsung berdurasi sekitar tiga setengah jam. Dalam acara itu, ia juga menampilkan proses pembongkaran SU7 terbaru untuk menekankan aspek keselamatan dan kualitas teknis mobil tersebut.
Pengiriman berjalan cepat sejak peluncuran
Model SU7 terbaru resmi meluncur pada 19 Maret dan mulai dikirim ke pembeli empat hari kemudian. Saat pengiriman perdana dimulai pada 23 Maret, locked-in orders untuk mobil ini sudah melampaui 30.000 unit.
Dalam sembilan hari sejak pengiriman dimulai, total unit yang sudah sampai ke pelanggan melampaui 7.000 unit. Xiaomi menilai kecepatan itu sebagai pencapaian penting karena perusahaan berhasil melakukan pengiriman langsung pada masa peluncuran.
Berikut ringkasan angka utama yang sudah diungkap Xiaomi EV:
- Locked-in orders SU7 generasi baru: lebih dari 40.000 unit.
- Unit yang sudah dikirim sejak 23 Maret: lebih dari 7.000 unit.
- Tambahan locked-in orders dalam 10 hari terakhir: sekitar 10.000 unit.
- Target pengiriman kendaraan Xiaomi EV: 550.000 unit pada 2026.
Strategi produksi lebih awal
Kecepatan pengiriman tidak terjadi secara kebetulan. Xiaomi EV disebut sudah menyiapkan produksi sebelum peluncuran resmi, sehingga sejumlah unit siap dikirim begitu pesanan mulai dikonfirmasi.
Langkah ini memberi keuntungan operasional karena perusahaan bisa memangkas jeda antara pengumuman produk dan pengiriman ke konsumen. Dalam pasar kendaraan listrik, waktu tunggu yang singkat sering menjadi faktor penting dalam mempertahankan minat pembeli.
Xiaomi juga mengumumkan total pengiriman pada Maret melampaui 20.000 unit. Meski tidak merinci angkanya, pernyataan itu mengindikasikan total bulanan masih berada di bawah 30.000 unit karena SU7 generasi baru baru mulai dikirim di akhir bulan.
Harga dan posisi di pasar
Harga awal varian standar SU7 generasi baru ditetapkan 219.900 yuan atau $31.960. Angka itu hanya naik tipis dari model generasi pertama, sehingga Xiaomi tetap menekan para pesaing, termasuk Tesla, di segmen sedan listrik menengah.
Dengan harga tersebut, Xiaomi berupaya menjaga kombinasi antara fitur, performa, dan nilai jual yang agresif. Strategi harga ini menjadi salah satu alasan mengapa minat awal terhadap model baru tetap tinggi di pasar domestik Tiongkok.
Profil pembeli menunjukkan daya tarik yang luas
Lei Jun menyebut 34 persen pembeli awal SU7 generasi baru adalah pengguna perempuan. Ia juga mengatakan 60 persen hingga 70 persen pembeli membeli mobil ini sebagai kendaraan tambahan atau pengganti.
Fakta lain yang disorot adalah sekitar 70 persen pengguna baru tidak membandingkan SU7 dengan merek mobil lain sebelum memutuskan membeli. Temuan itu menunjukkan bahwa Xiaomi berhasil membangun daya tarik merek yang kuat di luar ekosistem ponsel dan perangkat pintar.
Fokus pada keselamatan dan material bodi
Dalam siaran langsung, Xiaomi menonjolkan pembaruan perangkat keras inti dan peningkatan keselamatan. Perusahaan menekankan perlindungan fisik yang lebih kuat dan kemampuan keamanan termal baterai sebagai nilai utama model baru.
SU7 generasi baru menggunakan porsi 90,3 persen baja berkekuatan tinggi dan aluminium alloy. Komposisi ini dirancang untuk memberi perlindungan bodi yang lebih baik bagi penumpang, sekaligus mendukung performa kendaraan di jalan.
Xiaomi sendiri telah menjual 139.471 kendaraan pada 2024 dan 411.837 kendaraan pada 2025. Dengan target agresif 550.000 unit pada 2026, kecepatan pesanan dan pengiriman SU7 generasi baru menjadi indikator awal seberapa jauh Xiaomi bisa mempertahankan momentum di pasar EV yang sangat kompetitif.
Source: cnevpost.com