Ford Transit City Hadir Tanpa Opsi, Efisiensi 40 Persen Jadi Andalan

Ford Pro kembali memperluas lini kendaraan niaga listriknya lewat Transit City, sebuah van listrik baru yang dirancang untuk efisiensi operasional harian. Model ini menyasar pasar Eropa daratan dan Inggris, dengan pendekatan sederhana yang menekan biaya produksi sekaligus tetap membawa fitur modern.

Transiit City hadir di tengah kebutuhan armada komersial yang semakin menuntut biaya kepemilikan rendah, kemampuan angkut memadai, dan teknologi yang mendukung penggunaan harian. Ford memosisikan model ini di antara E-Transit Custom dan E-Transit, sehingga masuk ke segmen yang mengutamakan utilitas tanpa mengorbankan kenyamanan dasar.

Platform sederhana untuk menekan biaya

Transit City dibangun di atas platform kendaraan listrik hasil pengembangan Jiangling Motors Corporation atau JMC. Van ini juga dirakit di China, lalu dipasarkan untuk wilayah Eropa dan Inggris sebagai opsi yang lebih ekonomis dalam jajaran Ford Pro.

Ford memilih strategi satu varian tanpa opsi tambahan. Langkah ini membuat ruang personalisasi sangat terbatas, tetapi membantu menyederhanakan produksi dan mempertahankan harga agar tetap kompetitif di pasar kendaraan niaga.

Desain eksteriornya pun mengikuti filosofi serupa. Lampu LED dibuat menyatu dengan gril tertutup, bodi tampil bersih tanpa ornamen berlebihan, pelek berwarna hitam, dan bumper plastik tanpa cat mempertegas karakter fungsionalnya.

Pilihan bodi dan kapasitas angkut

Transit City ditawarkan dalam tiga konfigurasi bodi untuk kebutuhan yang berbeda. Opsi itu meliputi van panel standar, van atap tinggi dengan jarak sumbu roda panjang, serta sasis kabin yang bisa dijadikan basis konversi oleh pelaku aftermarket.

Berikut ringkasan konfigurasi yang disebutkan:

  1. Van panel standar
  2. Van atap tinggi dengan jarak sumbu roda panjang
  3. Sasis kabin untuk kebutuhan konversi

Dari sisi daya angkut, model ini tergolong kompetitif di segmennya. Kapasitas muatnya berada di kisaran 1.085 kg sampai 1.530 kg, tergantung spesifikasi yang dipilih.

Varian terbesar juga menawarkan ruang kargo sampai 8,5 meter kubik. Panjang ruang muatnya mencapai 3.070 mm, sehingga cukup relevan untuk pengiriman barang dalam skala bisnis harian.

Fitur kabin tetap dibuat modern

Meski dirancang dengan fokus efisiensi, Ford tetap membekali Transit City dengan fitur kabin yang tergolong modern. Interiornya memakai layar sentuh 12,3 inci dengan sistem infotainment Ford SYNC 4, panel instrumen digital, serta berbagai kompartemen penyimpanan.

Pendekatan ini penting karena kendaraan niaga modern tidak lagi hanya dinilai dari kapasitas angkut. Pengemudi juga membutuhkan antarmuka yang mudah dipakai, visibilitas data kendaraan yang jelas, dan ruang penyimpanan yang mendukung aktivitas kerja.

Fitur keselamatan dan kenyamanan

Mengutip Carscoops, Jumat, 27 Maret, Transit City juga membawa sejumlah fitur bantuan pengemudi. Perlengkapan itu mencakup adaptive cruise control, lane-keeping assist, sensor parkir depan-belakang, kamera mundur, dan kursi pengemudi berpemanas.

Fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa van listrik ini tidak hanya mengejar biaya operasional rendah. Ford juga berusaha menjaga kenyamanan dan keamanan untuk penggunaan intensif di area perkotaan maupun rute distribusi pendek.

Motor listrik dan jarak tempuh

Secara teknis, Transit City menggunakan sasis rangka tangga buatan JMC dan motor listrik depan dengan tenaga 148 hp. Tenaga itu dipasok baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 56 kWh.

Dengan paket tersebut, jarak tempuh yang diklaim mencapai 254 km berdasarkan standar WLTP. Ford menilai angka itu sudah sesuai untuk kebutuhan mayoritas pengguna van komersial, karena sebagian besar pengemudi di segmen ini rata-rata menempuh kurang dari 110 km per hari.

Pada sisi biaya perawatan, Ford mengklaim penggunaan sistem listrik murni bisa memangkas pengeluaran hingga 40 persen dibanding van bermesin diesel. Klaim ini menjadi salah satu nilai jual utama bagi armada bisnis yang sangat sensitif terhadap biaya operasional.

Pengisian daya dan posisi harga

Untuk pengisian, Transit City mendukung fast charging DC hingga 87 kW. Dengan kemampuan itu, baterai bisa menambah jarak tempuh sekitar 50 km dalam 10 menit, atau terisi dari 10 persen ke 80 persen dalam sekitar 33 menit.

Pengisian menggunakan AC 11 kW memerlukan waktu sekitar lima jam hingga penuh. Sementara itu, Ford belum mengumumkan harga resmi Transit City, tetapi model ini dipastikan diposisikan di bawah atau di antara dua van listrik Ford Pro lain yang sudah dijual di pasar.

Sebagai pembanding, E-Transit Custom saat ini dibanderol mulai 43.630 Euro, sedangkan E-Transit mulai 49.545 Euro. Dengan posisi tersebut, Transit City berpotensi menjadi opsi baru bagi pelaku usaha yang mencari van listrik fungsional, praktis, dan lebih terjangkau untuk kebutuhan mobilitas harian.

Berita Terkait

Back to top button