
Jaecoo mulai menunjukkan pengaruh yang kuat di pasar kendaraan energi baru atau NEV global. Merek di bawah Chery Group itu mencatat pertumbuhan penjualan yang solid di Eropa dan Asia Tenggara, didorong oleh minat tinggi pada model listrik murni dan plug-in hybrid yang dianggap efisien sekaligus tetap bertenaga.
Kinerja tersebut menegaskan bahwa strategi elektrifikasi Jaecoo tidak hanya menarik di pasar berkembang, tetapi juga mendapat sambutan di pasar otomotif yang lebih matang. Di beberapa negara, model-model NEV Jaecoo bahkan sudah masuk daftar teratas penjualan dalam waktu singkat sejak hadir di pasar.
Pencapaian kuat di Eropa
Di Eropa, Jaecoo J7 SHS-P menjadi sorotan utama setelah mencatat penjualan ritel 4.059 unit di Inggris pada Januari 2026. Capaian itu membuatnya menjadi mobil ritel nomor satu di pasar tersebut pada periode itu.
Di Spanyol, model yang sama juga menunjukkan pertumbuhan tahunan 38,16 persen. Secara regional, Jaecoo kini berada di posisi kedua untuk segmen PHEV di Eropa dengan pengiriman lebih dari 4.000 unit per bulan, sebuah capaian yang menandakan penerimaan positif terhadap teknologi hybrid asal Tiongkok.
Asia Tenggara ikut mengerek performa
Kontribusi besar juga datang dari Asia Tenggara, terutama Thailand dan Indonesia. Di Thailand, Jaecoo J5 EV berhasil memimpin segmen SUV dan BEV selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 16,1 persen.
Di Indonesia, gerak merk ini juga cepat. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, Jaecoo J5 EV terdistribusi 1.942 unit pada Januari 2026 dan naik menjadi 2.926 unit pada Februari 2026.
Berikut rangkuman kinerja penjualan utama Jaecoo di awal 2026:
| Wilayah | Model Utama | Capaian | Catatan |
|---|---|---|---|
| Inggris | J7 SHS-P | 4.059 unit | Ritel nomor satu |
| Thailand | J5 EV | 6.806 unit | Pemimpin segmen BEV dan SUV |
| Indonesia | J5 EV | 1.942 unit | Masuk 10 besar merek nasional |
| Eropa | Lini SHS | >4.000 unit/bulan | Posisi kedua pasar PHEV regional |
Pencapaian di Indonesia menjadi penting karena pasar ini dikenal sangat kompetitif dan sensitif terhadap harga, efisiensi, serta biaya kepemilikan. Masuknya Jaecoo ke daftar 10 besar merek mobil nasional dalam waktu singkat menunjukkan ada ruang besar untuk merek baru dengan produk elektrifikasi yang relevan.
Teknologi SHS jadi pembeda
Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan Jaecoo adalah penerapan Super Hybrid System atau SHS generasi kelima. Teknologi ini disebut memiliki efisiensi termal hingga 44,5 persen, angka yang menjadi bekal penting untuk menekan konsumsi energi tanpa mengorbankan performa.
Model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS juga menunjukkan kemampuan jarak tempuh yang menarik perhatian konsumen. Dalam pengujian di jalanan Indonesia, J7 SHS-P mampu menempuh 1.377 km, sedangkan J8 SHS-P ARDIS mencapai 1.660 km dengan satu tangki bensin dan baterai penuh.
Bagi pasar Indonesia, data itu menjadi jawaban atas kekhawatiran umum terkait kendaraan elektrifikasi, terutama untuk perjalanan antarkota. Kepraktisan jarak jauh masih menjadi faktor penting, dan Jaecoo memosisikan produknya sebagai solusi yang bisa menjembatani kebutuhan efisiensi serta mobilitas harian.
Respons pasar dan posisi Jaecoo ke depan
Jim Ma, Business Unit Director Jaecoo Indonesia, menilai tren penjualan ini menunjukkan kemampuan merek tersebut merambah pasar berkembang sekaligus pasar maju. Ia juga menekankan penggunaan transmisi DHT atau Dedicated Hybrid Transmission satu dan tiga percepatan sebagai bagian dari strategi efisiensi dan performa.
- Eropa: penguatan di segmen PHEV dan penerimaan tinggi pada J7 SHS-P.
- Asia Tenggara: J5 EV memimpin di Thailand dan tumbuh cepat di Indonesia.
- Teknologi: SHS generasi kelima menjadi nilai jual utama.
- Daya jelajah: angka 1.377 km dan 1.660 km memperkuat kredibilitas produk.
Dengan kombinasi produk BEV dan PHEV, Jaecoo kini memiliki posisi yang semakin serius di pasar NEV global. Di tengah kompetisi yang makin ketat, performa di Eropa dan Indonesia memberi sinyal bahwa momentum ekspansi merek ini masih berlanjut dan berpotensi semakin kuat pada periode berikutnya.
Source: www.oto.com







