
BYD dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan besar untuk lini baterainya, dan Denza D9 disebut menjadi salah satu model yang paling awal menerima teknologi tersebut. Informasi ini menarik perhatian karena Blade Battery generasi terbaru diklaim mampu meningkatkan efisiensi, mempercepat waktu isi daya, dan memberi jarak tempuh yang lebih jauh.
Pembaruan itu muncul di tengah persaingan mobil listrik premium yang makin ketat, terutama di segmen MPV besar. Jika benar diterapkan pada Denza D9, maka model ini bukan hanya mendapat penyegaran tampilan, tetapi juga peningkatan teknis yang bisa memperkuat posisinya di pasar.
Blade Battery 2.0 diklaim jauh lebih cepat
BYD terus menyempurnakan Blade Battery agar mobil listriknya punya efisiensi energi yang lebih baik dan jarak tempuh yang lebih optimal. Pada versi terbaru, pengisian daya disebut bisa berlangsung sangat singkat, yakni dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam 5 menit.
Untuk pengisian dari 10 persen ke 97 persen, waktunya diklaim sekitar 9 menit. Dengan kata lain, pengisian sampai penuh hanya membutuhkan sekitar 10 menit, meski tetap bergantung pada kondisi pengisian dan infrastruktur yang digunakan.
Kecepatan seperti itu jelas menjadi nilai jual penting bagi mobil listrik keluarga berdimensi besar. Dalam penggunaan harian, waktu isi daya yang singkat bisa mengurangi kekhawatiran soal jarak tempuh dan membuat mobil listrik lebih praktis dipakai untuk perjalanan jauh.
Denza D9 masuk daftar penerima teknologi baru
Dari informasi yang beredar, Denza D9 menjadi salah satu model yang disebut akan memakai Blade Battery terbaru. MPV mewah ini juga dikabarkan akan mendapat penyegaran lain, termasuk tampilan eksterior baru yang dibuat lebih elegan dan modern.
Menariknya, dimensi mobil disebut tidak berubah, sehingga penyegaran lebih banyak terjadi pada sisi desain dan teknologi. Artinya, pembaruan ini tampaknya ditujukan untuk menjaga karakter D9 tetap familiar, sambil menaikkan daya tariknya di mata calon pembeli.
Dalam konteks pasar premium, perubahan seperti ini penting karena konsumen di segmen tersebut biasanya mencari kombinasi antara kenyamanan, teknologi, dan efisiensi. Denza D9 pun dinilai perlu terus beradaptasi agar tetap kompetitif menghadapi rival di kelas MPV mewah.
Performa ikut ditingkatkan
Bukan hanya baterai, performa Denza D9 juga disebut akan naik. Varian penggerak roda depan atau FWD direncanakan memiliki tenaga maksimal 456 hp, sedangkan versi AWD atau penggerak semua roda bisa mencapai 550 hp.
Varian AWD memakai motor listrik 70 kW di belakang dan 340 kW di roda depan. Dengan kombinasi itu, D9 diklaim mampu menempuh jarak sekitar 750 km hingga 800 km, sebuah angka yang cukup besar untuk ukuran MPV listrik.
Berikut ringkasan spesifikasi yang disebut dalam laporan referensi:
- FWD: tenaga maksimal 456 hp
- AWD: tenaga maksimal 550 hp
- Motor belakang AWD: 70 kW
- Motor depan AWD: 340 kW
- Jarak tempuh: 750 km hingga 800 km
Angka tersebut memperlihatkan bahwa BYD tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga performa yang lebih tinggi. Hal ini bisa menjadi pembeda utama D9 dibanding MPV listrik lain yang bermain di sisi kenyamanan semata.
Fitur bantuan pengemudi juga ikut diperbarui
Denza D9 juga disebut akan membawa sistem bantuan pengemudi God’s Eye 5.0. Teknologi ini diposisikan untuk membantu pengemudi dalam berkendara, sehingga pengalaman di jalan bisa terasa lebih mudah dan aman.
Penggunaan sistem bantuan pengemudi semacam ini makin penting pada mobil besar. Dengan bodi yang panjang dan kabin yang luas, fitur asistensi bisa membantu manuver di jalan sempit, parkir, hingga berkendara di lalu lintas padat.
Belum jelas pasar dan harga jualnya
Sampai saat ini, belum ada kepastian kapan versi baru Denza D9 akan dijual secara luas. Belum jelas pula apakah model tersebut akan dipasarkan di level global atau hanya hadir di pasar tertentu.
Informasi harga juga masih belum diumumkan. Namun, berdasarkan tabel komparasi yang tersedia pada referensi, Denza D9 berada di kisaran estimasi Rp1,1 – Rp1,4 Miliar, dengan catatan itu masih berupa angka estimasi OTR.
Di Indonesia, lini Denza yang sudah hadir masih diisi oleh D9. Sementara itu, Blade Battery 2.0 baru disebut tersedia di China, sehingga peluang masuk ke pasar Indonesia masih menunggu langkah resmi dari BYD.









