CATL Gandeng Raksasa Ekspres China, Taruh Taruhan Besar Pada Truk Logistik Listrik

CATL dan STO Express resmi meneken kerja sama strategis untuk mempercepat elektrifikasi armada logistik, terutama truk pengiriman jarak jauh yang selama ini sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Langkah ini menandai dorongan baru di sektor ekspres dan logistik China, karena biaya operasional menjadi salah satu tekanan terbesar bagi perusahaan pengiriman.

Kesepakatan itu diumumkan setelah penandatanganan di Ningde, Fujian, kota tempat CATL berkantor pusat. Fokus kerja sama mencakup logistik hijau, elektrifikasi kendaraan, jaringan fasilitas pengisian daya dan penukaran baterai, serta manajemen baterai sepanjang siklus hidupnya.

Fokus pada truk logistik utama

CATL dan STO Express menargetkan armada truk yang melayani rute utama pengiriman barang. Model ini dipilih karena jalur antarkota dan antardaerah biasanya memiliki konsumsi energi tinggi, jarak tempuh panjang, dan kebutuhan operasional yang tak bisa berhenti lama.

Perusahaan juga menyebut akan bekerja sama dengan produsen kendaraan untuk pengembangan khusus. Tujuannya adalah menyesuaikan kapasitas baterai, tata letak, dan bobot kendaraan agar truk logistik listrik bisa lebih efisien dalam operasi harian.

Efisiensi biaya jadi daya tarik utama

CATL menyoroti contoh rute 400 kilometer dari Shanghai ke Ningbo untuk menggambarkan potensi efisiensi kendaraan listrik berat. Dalam rute itu, truk listrik diklaim memberi keuntungan konsumsi energi sebesar 0,8 yuan per kilometer dibandingkan kendaraan berbahan bakar tradisional.

Bahkan setelah memperhitungkan depresiasi nilai truk berbahan bakar, armada masih bisa mencatat penghematan 0,3 yuan hingga 0,5 yuan per kilometer. Data ini menjadi alasan penting mengapa elektrifikasi mulai dianggap masuk akal secara ekonomis, bukan hanya sebagai langkah ramah lingkungan.

Jaringan penukaran baterai dipercepat

Salah satu hambatan utama truk listrik adalah kekhawatiran soal jarak tempuh dan waktu henti operasional. Untuk menjawab masalah itu, CATL mempercepat pembangunan infrastruktur pengisian dan penukaran baterai lewat merek Qiji Energy.

Saat ini, CATL telah membangun lebih dari 300 stasiun penukaran baterai untuk kendaraan komersial di China. Perusahaan itu menargetkan jumlah kumulatif lebih dari 900 stasiun Qiji Energy di seluruh China pada akhir 2026.

Berikut poin utama dari strategi infrastruktur tersebut:

  1. Memperluas jaringan penukaran baterai untuk truk berat.
  2. Mengurangi waktu tunggu pengisian saat armada beroperasi.
  3. Menopang rute logistik jarak jauh yang membutuhkan suplai energi cepat.
  4. Menyesuaikan lokasi stasiun dengan pusat ekonomi utama di China.

Posisi strategis STO Express di jaringan ekonomi utama

CATL menyebut sebaran Qiji Energy banyak tumpang tindih dengan tiga kawasan ekonomi inti di China, yakni Beijing-Tianjin-Hebei, Delta Sungai Yangtze, dan Delta Sungai Mutiara. STO Express memiliki operasi truk energi baru di kawasan-kawasan tersebut, sehingga jaringan pengisian dan penukaran baterai dipandang bisa langsung memberi dukungan operasional.

Kesesuaian lokasi ini penting karena jalur logistik utama sering menghubungkan pusat produksi, pelabuhan, dan pasar konsumen dalam volume tinggi. Dengan infrastruktur yang lebih rapat, kendaraan listrik berat berpeluang menggantikan truk diesel tanpa mengorbankan kecepatan distribusi.

Tekanan biaya dorong transisi armada

Di industri ekspres, biaya bahan bakar telah lama menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar. Karena itu, model elektrifikasi dengan dukungan penukaran baterai bisa mengubah struktur biaya, terutama untuk armada yang menempuh rute tetap dan berulang.

Kerja sama CATL dan STO Express juga menunjukkan bahwa elektrifikasi logistik di China tidak lagi berhenti pada proyek uji coba. Arah pengembangannya mulai masuk ke skala operasi yang lebih luas, dengan fokus pada efisiensi, ketersediaan energi, dan integrasi sistem antara kendaraan, baterai, serta infrastruktur pendukung.

Di luar kerja sama dengan STO Express, CATL juga menandatangani kesepakatan strategis lain dengan Jiangxi Yichun Transportation untuk elektrifikasi lebih dari 160 bus pedesaan dan antarkota. Langkah beruntun ini memperlihatkan bahwa pabrikan baterai terbesar itu terus memperluas pengaruhnya di transportasi publik dan logistik, dua sektor yang kini menjadi arena utama transisi kendaraan listrik di China.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button