Senator AS Sebut Mobil China Seperti Kanker, Dorong Boikot Global

Senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Bernie Moreno, memicu sorotan setelah menyebut mobil buatan China sebagai “kanker” bagi pasar domestik. Ia juga mendorong negara lain untuk ikut membatasi masuknya kendaraan asal China, seiring langkah Washington yang kian keras terhadap industri otomotif Negeri Tirai Bambu.

Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan dagang yang kembali menguat antara AS dan China, terutama pada sektor mobil listrik, perangkat lunak kendaraan, dan pengelolaan data pengguna. Moreno menilai kendaraan China bukan sekadar produk impor murah, melainkan ancaman jangka panjang yang harus diputus aksesnya sejak awal.

Dorongan keras dari Senat AS

Mengutip Reuters, Moreno mengatakan dirinya mengajukan rancangan undang-undang untuk memperketat larangan terhadap produsen mobil China di pasar Amerika. Ia menyebut aturan yang diusulkan akan lebih jauh dibanding sekadar pembatasan impor, karena menutup celah masuk melalui perangkat keras, perangkat lunak, maupun kemitraan bisnis.

Moreno menegaskan bahwa menurutnya tidak ada skenario yang memungkinkan mobil China hadir di pasar AS. Ia bahkan meminta negara-negara seperti Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa mengadopsi standar serupa agar pembatasan itu tidak hanya berlaku di satu negara.

Alasan keamanan nasional jadi dasar utama

Larangan terhadap mobil China di AS bukanlah isu baru. Pemerintah AS sebelumnya telah melarang produsen mobil China menjual kendaraan penumpang di negaranya pada Januari 2025, dengan alasan keamanan nasional dan kekhawatiran terhadap kemampuan kendaraan mengumpulkan data sensitif warga Amerika.

Kekhawatiran itu muncul karena mobil modern kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat transportasi. Kendaraan listrik dan mobil pintar dapat terhubung ke internet, menggunakan kamera, sensor, GPS, serta sistem perangkat lunak yang berpotensi menyimpan dan mengirimkan data dalam jumlah besar.

Dukungan dari industri otomotif AS

Langkah keras terhadap mobil China juga mendapat dukungan dari sebagian pelaku industri otomotif Amerika. Awal bulan ini, kelompok perdagangan otomotif utama di AS mendesak pemerintah agar mencegah produsen mobil China masuk ke negara tersebut.

Dukungan itu menunjukkan bahwa isu ini tidak hanya dibaca sebagai persaingan bisnis biasa. Di level kebijakan, industri otomotif AS melihat penetrasi produsen China sebagai tantangan yang menyentuh rantai pasok, teknologi, dan penguasaan pasar kendaraan masa depan.

Pernyataan yang memicu respons dari Beijing

Dalam forum otomotif menjelang Pameran Otomotif New York, Moreno mengibaratkan mobil China sebagai penyakit yang harus dicegah masuk ke pasar AS. Ia juga menyamakan pendekatan terhadap mobil China dengan langkah AS yang menolak Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi.

Kedutaan Besar China di Washington kemudian merespons keras. Dalam pernyataannya, pihak China menegaskan bahwa pasar mereka terbuka bagi perusahaan otomotif global, sambil menuduh AS menjalankan proteksionisme perdagangan dan menciptakan hambatan melalui kebijakan subsidi diskriminatif.

Peta kebijakan yang sedang menguat di AS

  1. AS melarang penjualan kendaraan penumpang dari produsen mobil China.
  2. Larangan didorong oleh alasan keamanan nasional dan perlindungan data.
  3. Senator Moreno mengusulkan aturan yang lebih ketat dari sekadar pembatasan impor.
  4. Industri otomotif AS memberi dukungan pada langkah pembatasan itu.
  5. China menilai kebijakan AS sebagai proteksionisme dan pemaksaan ekonomi.

Dampak yang lebih luas bagi pasar global

Pernyataan Moreno memperlihatkan bahwa persaingan mobil listrik kini telah berubah menjadi pertarungan geopolitik. China memang menjadi salah satu kekuatan utama dalam produksi kendaraan listrik, baterai, dan komponen pendukung, sehingga langkah pembatasan dari AS berpotensi memengaruhi strategi ekspansi produsen China di banyak kawasan.

Bagi negara lain, tekanan untuk memilih posisi bisa semakin besar. Di satu sisi ada peluang investasi, teknologi, dan harga yang kompetitif dari produsen China, tetapi di sisi lain muncul kekhawatiran soal keamanan data, ketergantungan teknologi, dan dampak terhadap industri lokal yang sedang beradaptasi dengan transisi kendaraan listrik.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button