Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 Pecahkan Rekor, 270 Ribu Kendaraan Sekali Jalan

Arus mudik dan balik Lebaran terbaru diklaim mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan Operasi Ketupat. Korlantas Polri menyebut lonjakan pergerakan kendaraan tahun ini melampaui proyeksi awal dan berhasil dikelola melalui pengaturan lalu lintas serta koordinasi lintas instansi.

Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho mengatakan operasi pengamanan Lebaran berjalan baik karena seluruh pihak menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia juga menilai ada peningkatan capaian dibanding periode sebelumnya, meski sejumlah catatan tetap perlu dibenahi untuk pelaksanaan berikutnya.

Rekor pergerakan kendaraan

Agus menjelaskan bahwa jumlah pergerakan kendaraan justru naik dibandingkan perkiraan awal. Data yang disampaikan Korlantas menunjukkan pergerakan kendaraan meningkat dari 143 juta menjadi 147 juta kendaraan selama masa operasi.

Lonjakan itu terlihat jelas pada arus keluar Jakarta menuju sejumlah wilayah tujuan utama, terutama jalur Trans Jawa, Jawa Barat, dan Trans Sumatra. Sekitar 3,5 juta kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta dan seluruh arus tersebut dikelola dengan berbagai rekayasa lalu lintas.

Angka puncak yang disebut tertinggi

Korlantas menegaskan bahwa puncak arus mudik tahun ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Dalam satu hari, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta mencapai 270.315 unit dan disebut sebagai angka harian terbesar selama pelaksanaan mudik.

Pada arus balik, Korlantas juga mencatat angka sangat tinggi. Sebanyak 256.338 kendaraan masuk dalam puncak balik, sementara proyeksi kembalinya mencapai 3,4 juta kendaraan yang dinilai bisa diantisipasi dengan baik.

Perbandingan dengan periode sebelumnya

Berikut ringkasan perbandingan angka yang disampaikan Korlantas:

Indikator Periode sebelumnya Tahun ini
Puncak arus mudik 250.000 kendaraan 270.315 kendaraan
Puncak arus balik 223.000 kendaraan 256.338 kendaraan
Peningkatan puncak mudik 4,62 persen

Agus menyebut kenaikan itu menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi meski sempat ada dugaan bahwa pergerakan akan turun. Fakta di lapangan justru memperlihatkan angka kendaraan yang lebih besar dari perkiraan.

Rekayasa lalu lintas jadi penopang

Pengelolaan arus mudik dan balik tidak hanya bergantung pada pengawasan di jalan tol. Sejumlah langkah rekayasa lalu lintas, pengaturan waktu perjalanan, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan lain berjalan serempak untuk mengurangi risiko kemacetan panjang.

Strategi tersebut juga dibutuhkan karena titik-titik padat masih muncul di beberapa jalur utama. Salah satu yang sempat menjadi sorotan adalah lintas Merak-Bakauheni, yang oleh sejumlah pihak dinilai masih menghadapi tantangan kapasitas dermaga dan antrean kendaraan.

Faktor yang membuat mobilitas naik

Kenaikan mobilitas pada periode Lebaran biasanya dipengaruhi beberapa hal, seperti momen libur panjang, tradisi pulang kampung, dan pergerakan wisata antardaerah. Di sisi lain, pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi juga ikut mendorong tingginya volume lalu lintas.

Berikut faktor utama yang kerap memicu lonjakan arus mudik dan balik:

  1. Libur serentak yang memberi waktu perjalanan lebih panjang.
  2. Tradisi keluarga yang mendorong pertemuan di kampung halaman.
  3. Pilihan kendaraan pribadi yang lebih fleksibel bagi sebagian pemudik.
  4. Aktivitas distribusi barang yang tetap berjalan selama periode libur.

Korlantas menilai capaian pengamanan tahun ini menjadi dasar penting untuk perbaikan ke depan. Dengan mobilitas yang terus meningkat, kebutuhan pada rekayasa lalu lintas, kapasitas pelabuhan penyeberangan, dan manajemen ruas tol akan tetap menjadi perhatian utama pada musim mudik berikutnya.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version