Aerofugia Technology, unit eVTOL yang didukung Geely, resmi memulai proses tutoring pra-IPO untuk mempersiapkan pencatatan saham di bursa A-share China. Langkah ini menempatkan perusahaan pada jalur menuju listing di STAR Market Shanghai, yang kerap disebut sebagai padanan Nasdaq di China.
Dokumen yang diungkap di situs resmi China Securities Regulatory Commission menunjukkan perjanjian tutoring itu ditandatangani pada 1 April. CSC Financial ditunjuk sebagai pendamping untuk membantu Aerofugia menyelesaikan pekerjaan kepatuhan dan standardisasi yang dibutuhkan sebelum melangkah ke penawaran umum perdana.
Apa arti tutoring pra-IPO bagi Aerofugia
Dalam pasar modal China, tutoring pra-IPO menjadi tahap penting sebelum perusahaan mengajukan listing resmi. Proses ini biasanya mencakup pemeriksaan tata kelola, kepatuhan hukum, kesiapan laporan keuangan, serta penyelarasan prosedur internal agar sesuai dengan standar regulator.
Langkah Aerofugia ini mengindikasikan bahwa perusahaan ingin mempercepat transisi dari startup teknologi mobilitas udara rendah ke emiten publik. Bagi investor, tahap tersebut juga memberi sinyal bahwa perusahaan tengah mempersiapkan struktur bisnis yang lebih matang sebelum masuk bursa.
Didukung pendanaan besar dan basis pemegang saham kuat
Persiapan menuju pasar saham menyusul putaran pendanaan baru yang diumumkan pada 2 Februari. Aerofugia menyebut telah memperoleh dana hampir 1 miliar yuan, atau sekitar 146 juta dolar AS, dengan CSC Financial sebagai salah satu pemimpin pendanaan tersebut.
Dana segar itu akan digunakan terutama untuk tiga tujuan berikut:
- Mendorong sertifikasi tipe untuk produk pesawat inti.
- Mendukung pembangunan kantor pusat global.
- Memperluas bisnis mobilitas udara rendah komersial.
Data pengungkapan publik juga menunjukkan bahwa Geely Terrafugia Hubei, sebagai pemegang saham pengendali, memegang 40,02 persen saham Aerofugia. Struktur kepemilikan ini menegaskan posisi strategis Aerofugia di dalam ekosistem otomotif dan teknologi Geely.
Fokus pada pesawat penumpang listrik penuh
Aerofugia bergerak dalam riset dan pengembangan pesawat low-altitude serta manufaktur kendaraan terbang penumpang bertenaga listrik penuh. Perusahaan ini menjadi salah satu nama yang paling diperhatikan dalam pengembangan eVTOL di China karena menggabungkan dukungan industri besar dengan target pasar yang masih sangat awal.
Pada 26 September tahun lalu, Aerofugia meluncurkan unit pertama AE200-100 di kantor pusatnya di Chengdu, Sichuan. Model itu disebut sebagai pesawat penumpang listrik penuh pertama di China, dengan jangkauan 200 kilometer dan target penggunaan untuk perjalanan bisnis serta transportasi medis darurat.
Perusahaan juga menyebut biaya operasional AE200-100 jauh lebih rendah dibanding helikopter dengan ukuran serupa. Klaim biaya ini penting karena salah satu tantangan utama eVTOL adalah menekan ongkos operasional agar dapat masuk ke layanan komersial yang layak secara ekonomi.
Posisi Aerofugia di pasar low-altitude mobility
Aerofugia tidak sekadar mengejar status listing, tetapi juga berupaya membangun posisi awal di pasar mobilitas udara perkotaan. Aspek ini menjadi relevan karena China terus mendorong pengembangan ekonomi ketinggian rendah atau low-altitude economy sebagai sektor strategis baru.
Hingga akhir tahun lalu, produk Aerofugia berada pada tahap akhir dan paling ketat dalam proses verifikasi keselamatan untuk sertifikasi kelaikudaraan. Perusahaan juga mengklaim telah mengantongi lebih dari 1.000 pesanan komersial, yang menunjukkan adanya minat pasar awal terhadap kendaraan terbang ini.
Aerofugia menargetkan perolehan type certificate pada 2026 hingga 2027. Setelah itu, perusahaan berencana memulai uji operasi komersial skala kecil untuk mendorong realisasi mobilitas udara perkotaan, sembari memperkuat kesiapan teknologi, regulasi, dan model bisnis di sektor yang masih berkembang ini.
Source: cnevpost.com