
Jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke wilayah Jakarta telah mencapai 2,9 juta unit hingga 29 Maret. Data yang disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menunjukkan angka itu setara 86 persen dari total proyeksi, seiring arus balik Lebaran yang mulai melandai di ruas Tol Trans Jawa.
Pemerintah menilai pergerakan kendaraan masih terpantau lancar dan terkendali meski sempat terjadi lonjakan di beberapa titik. Situasi ini didukung oleh pengaturan lalu lintas, termasuk penerapan one way lokal tahap kedua yang kemudian diakhiri di Jasa Marga Tollroad Command Center, Bekasi.
Arus balik mulai turun di Tol Trans Jawa
Dudy menyebut pergerakan kendaraan dari KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa sudah menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa fase tersibuk arus balik telah lewat, walau lalu lintas di sejumlah ruas tetap perlu diwaspadai.
Jalur Trans Jawa memang menjadi salah satu koridor utama pergerakan pemudik menuju ibu kota. Ruas dari GT Cikampek Utama hingga GT Kalikangkung kembali menjadi titik dengan volume kendaraan tertinggi selama masa mudik dan balik.
Koordinasi lintas lembaga ikut menahan kepadatan
Keberhasilan menjaga kelancaran arus balik tidak lepas dari koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan Jasa Marga. Pemerintah menyebut pola manajemen lalu lintas yang diterapkan mampu membantu mengurai kepadatan saat puncak perjalanan.
Dudy juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mengikuti imbauan untuk tidak pulang bersamaan pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret. Kepatuhan pemudik dinilai ikut menekan penumpukan kendaraan dan membuat distribusi arus lebih seimbang di jalur utama.
Data penting arus balik Lebaran
Berikut rangkuman fakta yang disampaikan dalam laporan tersebut:
- 2,9 juta kendaraan telah masuk wilayah Jakarta hingga 29 Maret.
- Angka itu setara 86 persen dari total proyeksi.
- Arus balik di Tol Trans Jawa disebut lancar dan terkendali.
- Fatalitas kecelakaan turun 30,4 persen dibanding tahun lalu.
- Ruas padat selama masa mudik dan balik meliputi GT Cikampek Utama hingga GT Kalikangkung.
Data itu menunjukkan bahwa arus balik tahun ini tidak hanya bergerak besar dari sisi volume, tetapi juga menghasilkan pengelolaan lalu lintas yang lebih baik dibanding periode sebelumnya. Penurunan angka fatalitas menjadi salah satu indikator paling penting dalam evaluasi penyelenggaraan angkutan Lebaran.
Penurunan fatalitas jadi sorotan utama
Selain volume kendaraan, aspek keselamatan juga mendapat perhatian besar. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka fatalitas korban kecelakaan pada arus mudik dan balik turun 30,4 persen dibanding tahun lalu.
Penurunan ini menjadi kabar positif di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang. Pemerintah menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa skema pengaturan lalu lintas, pengawasan, dan disiplin pengguna jalan berjalan efektif di lapangan.
Imbauan untuk pengemudi yang masih di perjalanan
Meski arus utama mulai mereda, pemerintah tetap meminta pemudik yang masih berada di jalan untuk menjaga kondisi fisik. Pengemudi diimbau beristirahat di rest area jika mengalami kelelahan agar risiko kecelakaan tidak meningkat.
Penggunaan rest area juga perlu diatur sejak awal perjalanan untuk menghindari penumpukan di titik-titik istirahat yang biasanya padat saat arus balik. Dengan langkah itu, perjalanan menuju Jakarta bisa berlangsung lebih aman dan nyaman, terutama saat volume kendaraan masih tinggi di beberapa ruas tol utama.
Source: otodriver.com








