Audi sedang berusaha membangkitkan kembali mobil halo yang bisa mengembalikan emosi ke merek empat cincin itu. Setelah TT dan R8 berhenti diproduksi, serta A5, S5, dan RS5 Coupe dan Cabriolet dipastikan tidak kembali untuk model year 2025 di pasar AS, Concept C muncul sebagai harapan baru yang paling kentara.
Namun, proyek yang baru saja menarik banyak perhatian itu kini disebut menghadapi risiko dari arah yang tak terduga, yaitu Porsche. Bloomberg melaporkan bahwa Porsche sedang mempertimbangkan untuk membatalkan versi listrik baterai dari 718 Boxster dan Cayman karena biaya pengembangan yang naik, tantangan teknis, dan keterlambatan, dan laporan itu bisa berdampak langsung ke Audi.
Mengapa keputusan Porsche bisa menyeret Audi
Keterkaitan keduanya ada pada strategi berbagi platform di dalam Volkswagen Group. Audi sebelumnya menyebut versi produksi Concept C akan memakai arsitektur listrik bersama, dan sejumlah laporan menghubungkan mobil itu dengan program electric 718 generasi berikutnya milik Porsche.
Skema seperti ini umum dipakai untuk mobil performa yang jumlah produksinya terbatas. Dengan berbagi biaya teknik dan pengembangan, beban investasi bisa dibagi ke lebih dari satu model, sehingga proyek niche seperti sports car listrik masih masuk akal secara bisnis.
Handelsblatt bahkan melaporkan bahwa bila Porsche benar-benar menghentikan project electric 718, Audi bisa dipaksa memilih di antara dua opsi sulit. Opsi pertama adalah membatalkan Concept C, dan opsi kedua adalah melanjutkan proyek itu sendiri dengan mengambil alih pengembangan platform yang seharusnya ditangani Porsche.
Beban biaya yang tidak kecil
Laporan yang sama menyebut bahwa melanjutkan proyek secara mandiri dapat menelan biaya sembilan digit. Dalam konteks mobil volume rendah, angka sebesar itu sangat berat karena model seperti Concept C tidak dirancang untuk menjadi mesin penjualan massal.
Jika merujuk pada perkiraan tersebut, beban awal yang setara dengan sekitar $118 million akan menjadi tantangan besar bagi Audi. Karena itu, keberlanjutan proyek ini sangat bergantung pada apakah platform bersama tetap hidup atau tidak.
Apa yang sudah diketahui tentang Concept C
Berikut poin penting yang sejauh ini beredar dari laporan-laporan terbaru:
- Concept C diposisikan sebagai mobil listrik penuh.
- Tidak ada indikasi model produksi akan memakai mesin bensin.
- Bodinya disebut akan tetap mengusung format targa dengan atap yang bisa dioperasikan secara elektrik.
- Laporan yang beredar tidak mengarah pada versi coupe atap tetap.
- Target peluncuran model produksi masih diarahkan ke 2027.
Paket informasi itu penting karena menunjukkan Audi tidak sekadar membuat mobil pajangan. Brand asal Ingolstadt itu sedang menyiapkan produk yang harus berfungsi sebagai penanda arah desain sekaligus simbol teknologi baru.
Lebih dari sekadar mobil mahal
Bagi Audi, halo car seperti Concept C punya tugas yang lebih besar dari sekadar menjual dalam jumlah besar. Mobil seperti ini harus mengangkat citra merek, memulihkan daya tarik emosional, dan mendorong orang datang ke showroom meski akhirnya memilih model lain.
Itu sebabnya respons pasar terhadap Concept C cukup besar sejak debutnya. Di tengah kritik yang meningkat terhadap kualitas interior dan persepsi nilai produk Audi, mobil semacam ini bisa menjadi alat penting untuk membalik obrolan publik ke arah yang lebih positif.
Persaingan dengan Porsche ikut menentukan arah
Masalahnya, Porsche juga sedang menghadapi tekanan besar dalam transisi listrik. Jika merek yang selama ini menjadi acuan di sportcar internal VW Group itu mundur dari rencana electric 718, maka fondasi teknis yang menopang Concept C ikut goyah.
Audi, lewat juru bicara Daniel Schuster, menyebut isu pembatalan itu sebagai spekulasi dan menolak memberi komentar lebih jauh. Meski begitu, belum adanya bantahan tegas atas hubungan teknis antara kedua proyek membuat pasar tetap waspada.
Dalam kondisi seperti ini, masa depan Concept C bukan hanya soal desain atau jadwal rilis. Proyek itu kini juga menjadi ujian bagi seberapa jauh Volkswagen Group bisa mempertahankan strategi berbagi platform untuk mobil performa listrik yang mahal, emosional, dan jumlahnya terbatas.









