Kemenangan Valentin Debise di WorldSSP seri Portugal bukan hanya soal hasil balapan. Sorotan terbesar justru datang dari motor ZXMOTO 820RR-RS, yang mengantarkan pabrikan Tiongkok itu mencatat sejarah baru di ajang World Supersport.
Momen itu langsung menarik perhatian karena ZXMOTO belum lama muncul di peta industri motor performa tinggi. Di balik pencapaian tersebut, ada sosok Zhang Xue, pendiri yang membangun merek itu dari bawah dengan latar yang jauh dari kemapanan industri.
Dari bengkel desa ke dunia balap
Zhang Xue memulai hidup profesional sebagai mekanik muda di desa pegunungan di Hunan saat berusia 17 tahun. Saat itu, ia tidak memiliki akses besar ke dunia otomotif, tetapi ia tetap mengejar mimpi untuk menjadi pembalap motor.
Keterbatasan justru membentuk cara berpikirnya. Zhang pernah mengatakan, “Terlalu banyak pilihan justru membuat bingung,” sebuah pernyataan yang menggambarkan bagaimana fokus dan keberanian mengarahkannya ke jalur yang ia tekuni hingga sekarang.
Pada usia 19 tahun, ia nekat mendekati kru program televisi lokal untuk menunjukkan kemampuan stunt riding. Awalnya, mereka meragukan kemampuannya karena Zhang hanya menggunakan motor bekas yang kusam dan terlihat sederhana.
Namun ia membuktikan tekadnya dengan mengejar mobil kru itu selama lebih dari tiga jam di tengah hujan, melewati jalan pegunungan sambil memperlihatkan aksi ekstrem. Salah satu kalimat yang kemudian melekat dari kisah itu adalah, “Keahlian datang dari jatuh. Rasa sakit ini bukan apa-apa.”
Perjalanan bisnis yang dibangun dari pengalaman lapangan
Setelah sempat masuk ke dunia balap, Zhang akhirnya beralih menjadi engineer karena kondisi finansial. Pada 2013, ia pindah ke Chongqing, kota yang dikenal sebagai pusat industri sepeda motor di Tiongkok, lalu membangun reputasi lewat modifikasi motor.
Langkah itu berlanjut dengan pendirian KOVOMOTO pada 2017. Dari sana, Zhang mulai mengembangkan ambisi yang lebih besar, yakni membangun mesin performa tinggi dengan identitas sendiri.
Ketika visi tersebut tidak lagi sejalan dengan mitra bisnisnya, Zhang memilih mundur dan memulai babak baru. Pada 2024, ia mendirikan ZXMOTO, singkatan dari Zhang Xue Motorcycles, untuk mengejar arah pengembangan yang ia yakini sendiri.
Ia pernah menegaskan bahwa dirinya tidak terlalu menyukai dunia bisnis. “Saya hanya suka membuat motor,” ujarnya, menandai bahwa fokus utamanya tetap pada produk dan performa, bukan semata ekspansi komersial.
ZXMOTO dan validasi dari WorldSSP
Dalam waktu kurang dari setahun, ZXMOTO meluncurkan model produksi perdananya, ZX-500RR. Menurut data yang disebut dalam referensi, motor ini langsung mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit dalam empat bulan, angka yang menunjukkan respons pasar yang cepat.
Berikut rangkuman tonggak penting ZXMOTO dan Zhang Xue:
- Memulai karier sebagai mekanik muda di Hunan.
- Masuk ke dunia stunt riding dan menarik perhatian media lokal.
- Beralih menjadi engineer di Chongqing dan membangun reputasi lewat modifikasi.
- Mendirikan KOVOMOTO pada 2017.
- Meluncurkan ZXMOTO pada 2024.
- Menghadirkan ZX-500RR dan mencatat penjualan lebih dari 10.000 unit dalam empat bulan.
- Menorehkan kemenangan pertama pabrikan Tiongkok di WorldSSP lewat ZXMOTO 820RR-RS.
Kemenangan di Portugal menjadi validasi besar bagi proyek yang dibangun dengan kecepatan, keberanian, dan fokus teknis. Debise memulai Race 1 dari posisi kedua dan menang dengan selisih 3,685 detik, lalu kembali tampil kuat pada Race 2 setelah sempat turun ke posisi tiga akibat kesalahan.
Transparansi sebagai strategi membangun kepercayaan
Zhang juga aktif berinteraksi dengan konsumen melalui siaran langsung mingguan. Pendekatan ini membuat ZXMOTO terlihat lebih terbuka, sekaligus memberi ruang bagi konsumen untuk menilai kualitas produk secara langsung.
Di industri sepeda motor performa tinggi, transparansi seperti ini penting karena konsumen menaruh perhatian besar pada reliabilitas, teknologi, dan konsistensi produksi. Keberhasilan di WorldSSP pun memberi sinyal bahwa ZXMOTO tidak hanya menjual mimpi, tetapi juga mampu membuktikannya di lintasan.
Viralnya kembali video lama Zhang saat masih remaja memperlihatkan perubahan yang terjadi secara drastis. Dari motor butut dan baju penuh lumpur, ia kini memimpin merek yang mampu menembus panggung balap dunia dan bersaing di kategori yang selama ini didominasi pabrikan besar dari Eropa dan Jepang.
Source: www.zigwheels.co.id