Arus Balik Sudah 86 Persen Tuntas, Sisa Perjalanan Masih Jadi Ujian Terakhir

Realisasi arus balik di koridor Tol Trans Jawa telah mencapai 86 persen dari total proyeksi perjalanan balik menuju Jakarta dan sekitarnya. Data itu disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat meninjau Jasa Marga Tollroad Command Center di Bekasi, Jawa Barat, dengan kondisi lalu lintas yang disebut ramai namun tetap lancar dan terkendali.

Hingga Minggu malam, tercatat sekitar 2,9 juta kendaraan sudah memasuki wilayah Jakarta dan aglomerasinya. Capaian ini menunjukkan sebagian besar pergerakan pemudik sudah kembali ke daerah asal, sementara sisa arus balik masih terus dipantau di jalur utama Trans Jawa.

Arus balik bergerak stabil di ruas utama

Pantauan di jalur dari arah timur ke barat, khususnya pada ruas KM 414 hingga KM 70 Tol Trans Jawa, memperlihatkan arus lalu lintas yang cenderung melandai. Situasi tersebut berbeda dari kekhawatiran awal akan terjadi penumpukan besar di sejumlah titik favorit pemudik.

Kementerian Perhubungan menilai kondisi itu tidak lepas dari pengaturan lalu lintas yang dilakukan secara lintas sektor. Koordinasi antara kepolisian, pengelola jalan tol, dan instansi terkait membantu menjaga arus kendaraan tetap bergerak meski volume kendaraan sempat tinggi.

Peran masyarakat ikut menekan kepadatan

Menhub Dudy menyampaikan apresiasi kepada para pemudik yang mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak pulang serentak pada puncak arus balik. Pemerintah sebelumnya mendorong distribusi perjalanan pada 24, 28, dan 29 Maret 2026 agar beban lalu lintas tidak menumpuk di waktu yang sama.

Partisipasi masyarakat itu dinilai memberi dampak langsung terhadap kelancaran di lapangan. Dengan pola perjalanan yang lebih tersebar, potensi kemacetan ekstrem dapat ditekan tanpa perlu penutupan jalur secara berkepanjangan.

  1. Menghindari perjalanan di waktu puncak membantu distribusi volume kendaraan.
  2. Kepatuhan terhadap arahan petugas membuat skema rekayasa lalu lintas lebih efektif.
  3. Istirahat di rest area mengurangi risiko kelelahan saat perjalanan jauh.

Rekayasa lalu lintas one way lokal tahap 2 berakhir

Kunjungan Menhub ke JMTC juga menandai berakhirnya pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way lokal tahap 2 untuk periode arus balik tahun ini. Kebijakan itu menjadi salah satu instrumen penting dalam mengurai kepadatan di koridor Trans Jawa saat volume kendaraan meningkat.

Di lapangan, penerapan rekayasa lalu lintas dinilai membantu menjaga kecepatan rata-rata kendaraan tetap bergerak. Langkah ini juga memperkuat pengawasan karena pusat kendali dapat memantau kondisi ruas secara real time dan memberi respons lebih cepat bila terjadi perlambatan.

Penurunan fatalitas kecelakaan jadi catatan penting

Selain kelancaran lalu lintas, aspek keselamatan juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Korlantas Polri, angka fatalitas korban kecelakaan selama masa Angkutan Lebaran 2026 turun 30,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Angka itu menjadi indikator bahwa pengelolaan lalu lintas, penempatan petugas, dan kepatuhan pengguna jalan berjalan lebih baik. Pemerintah menilai hasil tersebut mencerminkan bahwa strategi pengaturan arus tidak hanya menjaga kelancaran, tetapi juga memberi dampak pada keselamatan perjalanan.

Berikut ringkasan data utama yang disampaikan:

Indikator Data
Kendaraan masuk Jakarta dan sekitarnya 2,9 juta
Capaian arus balik 86 persen
Penurunan fatalitas kecelakaan 30,4 persen

Keselamatan tetap menjadi fokus sampai arus selesai

Meski sebagian besar perjalanan balik sudah tertangani, pemerintah tetap meminta para pengguna jalan yang masih berada di perjalanan untuk menjaga kondisi fisik. Kelelahan menjadi salah satu faktor paling berisiko dalam perjalanan jarak jauh, terutama saat lalu lintas padat pada fase akhir libur panjang.

Karena itu, pengemudi diminta berhenti di rest area terdekat bila merasa lelah dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan 86 persen realisasi arus balik yang sudah tercapai, perhatian kini bergeser pada pengamanan sisa pergerakan kendaraan agar jalur utama tetap lancar dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

Source: kabaroto.com

Berita Terkait

Back to top button