Jalan Layang MBZ Diterapkan Buka Tutup, Kepadatan Dan Kecelakaan Picu Rekayasa Darurat 19 Maret 2026

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek memberlakukan sistem buka tutup secara situasional di akses masuk Jalan Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) arah Cikampek pada Kamis, 19 Maret 2026. Kebijakan ini muncul setelah kepadatan kendaraan meningkat dan menjadi bagian dari diskresi kepolisian untuk membantu mengurai arus lalu lintas yang tersendat.

Rekayasa lalu lintas tersebut mulai diterapkan sejak Rabu malam, 18 Maret, pukul 22.24 WIB. Akses yang terdampak meliputi Jati Asih, Kalimalang, dan KM 10 A, dengan penutupan yang dilakukan berkala mengikuti kondisi di lapangan.

Kepadatan diperparah gangguan kendaraan

Lonjakan volume kendaraan tidak menjadi satu-satunya penyebab perlambatan arus di ruas MBZ. PT Jasa Marga juga mencatat adanya gangguan kendaraan di lapangan, mulai dari mesin overheat, kehabisan BBM, hingga ban kempis.

Kondisi itu membuat arus kendaraan melambat, terutama di KM 48 yang menjadi titik pertemuan arus dari Tol Jakarta-Cikampek. Pada titik tersebut, kepadatan lebih mudah terbentuk karena aliran kendaraan dari beberapa jalur bertemu dalam waktu yang berdekatan.

Detail akses yang diterapkan buka tutup

Rekayasa ini tidak berlaku merata di seluruh ruas, melainkan difokuskan pada titik akses yang dinilai paling terdampak. Penutupan dilakukan secara situasional agar petugas bisa menyesuaikan pengaturan lalu lintas dengan kondisi terbaru.

Berikut akses masuk yang terdampak:

  1. Jati Asih
  2. Kalimalang
  3. KM 10 A

Sistem buka tutup ini bertujuan menjaga agar arus utama di badan jalan tetap bergerak, meski dua atau lebih titik masuk mengalami penyesuaian. Pola seperti ini lazim digunakan saat volume kendaraan melonjak dan ruang tampung jalan tidak lagi seimbang dengan jumlah kendaraan yang datang.

Imbauan bagi pengguna jalan

PT JJC mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum masuk jalan tol. Pengendara juga diminta mengecek bahan bakar agar perjalanan tidak terganggu di tengah kepadatan.

Perusahaan juga mengingatkan pengemudi untuk memperhitungkan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Dalam situasi lalu lintas padat, risiko gangguan teknis dan perlambatan biasanya meningkat ketika pengendara tidak menyiapkan perjalanan dengan baik.

Mahandri, salah satu petugas pengaturan lalu lintas di lapangan yang dikutip oleh akun resmi Jasa Marga, menjelaskan bahwa penanganan situasional diperlukan agar kepadatan tidak meluas. Meski demikian, keputusan buka tutup tetap mengikuti koordinasi petugas di lapangan dan pertimbangan kepolisian.

Gangguan lalu lintas juga dipicu kecelakaan

Pada Kamis dini hari, 19 Maret, pukul 01.04 WIB, terjadi kecelakaan lalu lintas di KM 30+800 arah Cikampek, tepatnya di Cikarang Barat. Insiden tersebut melibatkan kecelakaan beruntun di lajur 2 sebelah kanan, sebagaimana disampaikan melalui akun X @PTJASAMARGA.

Peristiwa itu menambah beban arus di ruas MBZ yang sejak awal sudah padat. Dalam kondisi seperti ini, satu insiden kecil saja dapat memperlambat pergerakan kendaraan lain dan memicu antrean yang lebih panjang di titik-titik berikutnya.

Cara memantau informasi lalu lintas

Pengguna jalan yang hendak melintas di MBZ dapat memantau perkembangan kondisi lalu lintas melalui kanal resmi Jasa Marga. Informasi terkini tersedia lewat One Call Center Jasa Marga Group di 133, akun Twitter @PTJASAMARGA, dan aplikasi Travoy 4.5.

Pemantauan aktif penting dilakukan terutama saat volume kendaraan tinggi dan rekayasa lalu lintas berlangsung dinamis. Dengan begitu, pengendara bisa memilih waktu keberangkatan yang lebih aman atau menyesuaikan rute sebelum masuk ke ruas yang mengalami kepadatan.

Berita Terkait

Back to top button