Hybrid Jadi Senjata JAECOO, Jangkauan Tembus 1.660 Km di Indonesia

JAECOO menempatkan teknologi hybrid sebagai senjata utama untuk memperluas pasar di tengah transisi kendaraan listrik yang belum merata. Langkah ini ditujukan bagi konsumen yang ingin efisiensi bahan bakar, tetapi masih membutuhkan fleksibilitas jarak tempuh untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh.

Di pasar yang masih beragam seperti Asia Tenggara, strategi tersebut menjadi relevan karena tidak semua pengguna siap beralih penuh ke mobil listrik murni. Melalui pendekatan itu, JAECOO mendorong model plug-in hybrid electric vehicle atau PHEV sebagai solusi tengah yang menggabungkan efisiensi, performa, dan daya jelajah tinggi.

Hybrid Jadi Basis Strategi JAECOO

JAECOO mencatat pengiriman PHEV lebih dari 4.000 unit per bulan di Eropa. Capaian itu menempatkan merek ini di posisi kedua pada segmen hybrid di kawasan yang persaingannya sangat ketat.

Di saat yang sama, JAECOO juga mengembangkan Super Hybrid System atau SHS sebagai fondasi teknologi produknya. Sistem ini dirancang agar kendaraan tetap hemat energi, tetapi tidak mengorbankan kemampuan menempuh jarak jauh dalam satu kali isi bahan bakar dan baterai.

Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, menegaskan bahwa pertumbuhan di kawasan yang berbeda menunjukkan penerimaan pasar terhadap solusi kendaraan energi baru. “Pertumbuhan di kedua kawasan ini menunjukkan bagaimana JAECOO bisa menjangkau pasar yang berbeda, baik di negara berkembang maupun pasar otomotif yang sudah matang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.

Jarak Tempuh Jadi Daya Tarik Utama

Di Indonesia, strategi itu diwujudkan lewat JAECOO J7 SHS-P dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS. Berdasarkan pengujian di kondisi jalan domestik, JAECOO J7 SHS-P mampu menempuh hingga 1.377 km, sedangkan JAECOO J8 SHS-P ARDIS mencatat jarak tempuh hingga 1.660 km.

Angka tersebut menjadi salah satu nilai jual penting di tengah kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh kendaraan elektrifikasi. Dengan daya jelajah yang panjang, mobil hybrid seperti ini bisa menjawab kebutuhan pengguna yang sering berpindah kota atau kerap menghadapi rute kombinasi dalam aktivitas sehari-hari.

Spesifikasi Teknologi pada Dua Model Utama

Kedua model mengusung teknologi hybrid generasi kelima dengan efisiensi termal mencapai 44,5 persen. JAECOO J7 SHS-P menggunakan mesin 1.5T dengan transmisi 1-speed DHT, sementara JAECOO J8 SHS-P ARDIS dibekali mesin 1.5TGDI yang dipadukan dengan transmisi 3-speed DHT.

Efisiensi termal yang tinggi biasanya membantu mesin memaksimalkan pembakaran bahan bakar. Dalam praktiknya, hal ini mendukung konsumsi energi yang lebih hemat dan performa yang lebih stabil untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Berikut ringkasan data utama dari model hybrid JAECOO di Indonesia:

Model Mesin Transmisi Jarak tempuh
JAECOO J7 SHS-P 1.5T 1-speed DHT 1.377 km
JAECOO J8 SHS-P ARDIS 1.5TGDI 3-speed DHT 1.660 km

Peluang di Indonesia dan Asia Tenggara

Selain Indonesia, performa JAECOO juga terlihat di pasar regional lain. Di Thailand, JAECOO J5 EV mencatat penjualan 6.806 unit pada Januari 2026 dan memimpin segmen SUV serta BEV selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 16,1 persen.

Di Indonesia, JAECOO J5 EV membukukan distribusi 1.942 unit pada Januari 2026 berdasarkan data wholesales GAIKINDO. Angka itu naik menjadi 2.926 unit pada Februari 2026 dan membawa JAECOO masuk jajaran 10 besar merek mobil nasional.

Penguatan lini hybrid dan elektrifikasi juga diikuti ekspansi jaringan distribusi. JAECOO kini memiliki 32 dealer di Indonesia, termasuk pembukaan terbaru di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sebagai bagian dari upaya memperbesar akses pasar dan mendukung pertumbuhan kendaraan energi baru di Tanah Air.

Exit mobile version