Senator AS Sebut Mobil China Ancaman Keamanan, RUU Baru Bisa Tutup Pasar Total

Pejabat senior Partai Republik di Amerika Serikat, Senator Bernie Moreno, bersiap memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan menutup pasar Negeri Paman Sam dari kendaraan China. Regulasi itu tidak hanya menyasar mobil utuh, tetapi juga perangkat keras, perangkat lunak, hingga kemitraan yang melibatkan produsen asal Tiongkok.

Langkah ini memicu perhatian besar karena Moreno menyebut kebijakan yang ia dorong akan lebih ketat dibanding aturan pemerintahan Joe Biden yang diperkenalkan pada Januari lalu. Aturan sebelumnya sudah membatasi penjualan mobil China dengan alasan keamanan nasional, terutama terkait risiko pengumpulan data dari kendaraan modern yang semakin terkoneksi.

Dorongan Larangan yang Lebih Luas

Moreno menegaskan bahwa rancangan undang-undang itu dirancang untuk menutup celah yang masih memungkinkan produsen China masuk ke pasar Amerika Serikat. Ia juga membandingkan industri otomotif dengan sektor telekomunikasi, sembari merujuk pada pelarangan Huawei di Amerika Serikat sebagai contoh pendekatan yang dianggap perlu diterapkan.

Dalam pernyataannya, Moreno menggunakan bahasa yang sangat keras untuk menggambarkan pandangannya terhadap kendaraan China. “Kami tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini. Kami akan mencegah ‘kanker’ masuk ke pasar kami, dan kami akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi,” kata Moreno.

Ucapan itu menunjukkan bahwa isu mobil China di Washington tidak lagi hanya dibahas sebagai persoalan dagang. Perdebatan kini juga menyentuh ranah keamanan siber, kontrol data, dan pengaruh teknologi asing dalam infrastruktur transportasi.

Kekhawatiran atas Data dan Teknologi

Alasan keamanan nasional menjadi fondasi utama pengetatan kebijakan terhadap mobil China. Kendaraan listrik dan kendaraan pintar saat ini memakai sensor, kamera, software, hingga sistem konektivitas yang mampu merekam dan mengirim data dalam jumlah besar.

Kondisi itu membuat pemerintah AS mengawasi ketat potensi akses pihak asing terhadap lokasi, kebiasaan berkendara, hingga informasi pengguna. Bagi pembuat kebijakan seperti Moreno, risiko itu dinilai cukup besar untuk membenarkan larangan atau pembatasan yang jauh lebih keras.

Pada saat yang sama, sikap Moreno juga menunjukkan perubahan nada politik di Washington terhadap kerja sama perusahaan AS dengan mitra China. Pada Februari, ia mengkritik Waymo dalam sidang Senat karena kemitraannya dengan Geely, perusahaan induk Zeekr asal China.

Moreno menilai penggunaan kendaraan buatan China dalam program robotaxi bertentangan dengan tujuan kepemimpinan Amerika Serikat. Kritik itu memperlihatkan bahwa perhatian Washington tidak hanya tertuju pada impor mobil, tetapi juga pada rantai pasok dan kolaborasi teknologi yang melibatkan perusahaan China.

Dukungan dari Industri Domestik

Rancangan undang-undang yang diusulkan Moreno mendapat dukungan kuat dari produsen mobil Amerika Serikat dan kelompok perdagangan. Mereka menilai hambatan ketat perlu dipertahankan agar pasar domestik tidak tertekan oleh masuknya kendaraan China yang dianggap punya keunggulan biaya dan skala produksi besar.

Organisasi perdagangan otomotif utama juga mendesak pemerintah untuk tetap memasang pagar perlindungan yang kuat. Bagi mereka, langkah itu penting agar industri lokal tidak kehilangan daya saing di tengah perubahan cepat pasar kendaraan listrik global.

Berikut poin utama sikap para pihak yang terlibat:

  1. Pemerintah AS menyoroti risiko data dan keamanan nasional.
  2. Senator Moreno ingin aturan yang lebih keras dari kebijakan sebelumnya.
  3. Produsen mobil AS mendukung pembatasan demi melindungi pasar domestik.
  4. Pihak China menilai langkah itu sebagai proteksionisme perdagangan.

Kritik dari Beijing dan Dampak ke Hubungan Dagang

Kedutaan Besar China di Washington langsung mengecam rencana tersebut. Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menuduh Amerika Serikat melakukan proteksionisme perdagangan dan menerapkan kebijakan subsidi yang diskriminatif.

Beijing juga menilai rancangan undang-undang itu melanggar prinsip persaingan yang adil. Respons keras ini menunjukkan bahwa wacana pembatasan mobil China berpotensi menambah ketegangan baru dalam hubungan ekonomi dua negara yang memang sudah lama penuh gesekan.

Moreno juga meminta sekutu Amerika Serikat ikut memakai standar yang sama. Ia menyebut Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa sebagai kawasan yang diharapkan mengikuti pendekatan Washington dalam membatasi kendaraan China.

Jika dorongan itu mendapat dukungan politik yang lebih luas, maka dampaknya bisa menjalar ke rantai pasok otomotif global. Produsen China, mitra teknologi, hingga perusahaan kendaraan otonom kemungkinan harus menyesuaikan strategi bila regulasi baru benar-benar diberlakukan di Amerika Serikat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com
Exit mobile version