
Tekanan biaya transportasi kembali menjadi perhatian ketika isu penyesuaian harga BBM non-subsidi mulai ramai dibahas. Di tengah kondisi itu, mobil listrik murah muncul sebagai opsi yang semakin dilirik karena menawarkan biaya operasional yang lebih terkendali.
Minat terhadap kendaraan listrik juga didorong oleh semakin banyaknya pilihan model dengan harga yang lebih masuk akal untuk pasar perkotaan. Berdasarkan data yang dihimpun dari artikel referensi, berikut daftar mobil listrik murah yang bisa dipertimbangkan saat harga BBM naik.
Pilihan di bawah Rp200 juta
Segmen ini menjadi yang paling menarik bagi konsumen yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil. Harga yang masih relatif terjangkau membuat kelas ini cocok untuk pemakaian harian di kota.
- Seres E1 Type B — Rp 189.000.000.
- BYD Atto 1 — Rp 199.000.000.
- Changan Lumin — Rp 183.000.000.
- Vinfast VF3 — Rp 192.280.000.
Keempat model tersebut menawarkan pintu masuk yang lebih ringan bagi pembeli mobil listrik pemula. Dengan banderol di bawah Rp200 juta, segmen ini menjadi salah satu yang paling kompetitif di pasar EV domestik.
Pilihan Rp200 juta sampai Rp300 juta
Bagi konsumen yang menginginkan ruang kabin lebih baik, jarak tempuh lebih panjang, atau fitur yang lebih lengkap, kelas ini menawarkan alternatif yang lebih seimbang. Rentang harga tersebut masih tergolong terjangkau jika dibandingkan dengan banyak mobil konvensional di kelas serupa.
- Wuling Air ev — Rp 214.000.000.
- Geely EX2 — Rp 255.000.000.
- VinFast VF5 — Rp 272.350.000.
Di kelompok ini, Wuling Air ev masih menjadi salah satu model yang banyak diperbincangkan karena ukurannya ringkas dan cocok untuk mobilitas perkotaan. Sementara itu, Geely EX2 dan VinFast VF5 memberi opsi tambahan bagi pembeli yang ingin mencoba merek baru dengan harga yang masih kompetitif.
Mengapa mobil listrik makin dilirik
Kenaikan biaya bahan bakar membuat banyak pengendara mulai menghitung ulang total biaya kepemilikan kendaraan. Mobil listrik menawarkan penghematan pada sisi energi, terutama untuk penggunaan rutin di perjalanan dalam kota.
Selain itu, artikel referensi juga menyoroti keunggulan lain seperti bebas ganjil genap untuk pengguna Jakarta. Keuntungan ini membuat mobil listrik tidak hanya relevan dari sisi biaya, tetapi juga dari sisi kemudahan mobilitas harian.
Biaya servis yang lebih ringan
Mobil listrik juga dikenal memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibanding mobil bensin. Tidak ada oli mesin, filter bensin, maupun busi, sehingga perawatan berkala cenderung lebih sederhana dan hemat.
Faktor ini menjadi alasan penting bagi konsumen yang mempertimbangkan biaya jangka panjang. Dalam praktiknya, penghematan tidak hanya datang dari pengisian daya, tetapi juga dari minimnya kebutuhan perawatan komponen mesin konvensional.
Daftar harga mobil listrik murah yang menonjol
| Model | Harga |
|---|---|
| Changan Lumin | Rp 183.000.000 |
| Seres E1 Type B | Rp 189.000.000 |
| Vinfast VF3 | Rp 192.280.000 |
| BYD Atto 1 | Rp 199.000.000 |
| Wuling Air ev | Rp 214.000.000 |
| Geely EX2 | Rp 255.000.000 |
| VinFast VF5 | Rp 272.350.000 |
Daftar tersebut menunjukkan bahwa pilihan mobil listrik murah kini semakin beragam di Indonesia. Dengan rentang harga yang makin kompetitif, konsumen memiliki lebih banyak ruang untuk menyesuaikan budget, kebutuhan harian, dan preferensi merek tanpa harus bergantung penuh pada BBM.
Source: kabaroto.com








