
Ducati Superleggera V4 Centenario menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai motor edisi sangat terbatas, tetapi juga karena sistem pengeremannya yang membawa teknologi langka ke motor jalan raya. Brembo menyebut paket ini sebagai penggunaan pertama cakram carbon-ceramic brakes atau CCB di motor legal jalanan, sebuah langkah yang biasanya hanya terlihat di supercar dan dunia balap.
Teknologi itu membuat Superleggera V4 Centenario berada di level yang sulit disamai motor sport produksi biasa. Di atas kertas, kombinasi rotor Hyction berdiameter 340mm, kaliper GP4-HY, dan material karbon-keramik memberi fokus pada stabilitas panas, daya cengkeram, serta pengurangan bobot tak berpegas.
1. CCB street-legal pertama di dunia roda dua
Brembo mengembangkan sistem ini khusus untuk Ducati Superleggera V4 Centenario, dan klaim utamanya adalah debut karbon-keramik pada motor jalan raya legal. Teknologi ini sebelumnya populer di mobil performa tinggi seperti Ferrari, Lamborghini, McLaren, dan Bugatti, tetapi belum pernah direkayasa ulang untuk sepeda motor produksi jalanan.
Langkah ini penting karena motor bekerja dengan karakter berbeda dari mobil. Beban pengereman, distribusi massa, dan tuntutan respons dari pengendara membuat adaptasi teknologinya jauh lebih kompleks.
2. Rotor Hyction 340mm dan bobot yang lebih ringan
Cakram Hyction dibuat dari matriks serat karbon yang dipadukan dengan silikon dan silikon karbida. Brembo menyebut setiap cakram berbobot 3,0 pon, atau sekitar satu pon lebih ringan dari cakram baja yang umum dipakai di superbike.
Pada motor dengan rem depan ganda, pengurangan itu berarti sekitar 2 pon pada unsprung mass. Brembo juga mengklaim pengurangan inersia mencapai 40%, yang membantu respons suspensi dan perubahan arah motor saat melaju kencang.
3. Ukuran besar membantu pembuangan panas
Meski lebih ringan, rotor ini justru lebih besar dari cakram motor jalan raya pada umumnya. Diameter 340mm menempatkannya setara dengan ukuran yang lazim di MotoGP, sementara motor legal jalan raya biasanya memakai cakram 320mm hingga 330mm.
Ukuran yang lebih besar memberi permukaan lebih luas untuk melepas panas, ditambah 132 lubang ventilasi yang membantu pendinginan. Brembo sebelumnya menjelaskan bahwa selisih suhu antara cakram 320mm dan 340mm bisa mencapai 100 derajat Celsius, sehingga ukuran menjadi faktor penting untuk konsistensi pengereman.
4. Desain bagian dalam dibuat tidak melingkar
Bagian dalam cakram Hyction tidak berbentuk bulat penuh seperti kebanyakan cakram rem. Brembo memilih profil menyerupai heksagon membulat agar massa rotasi lebih kecil dan titik sambungan ke bagian tengah lebih kuat.
Bagian tengahnya memakai bell aluminium dengan desain asimetris seperti kincir enam bilah. Bentuk ini membantu mempertahankan kekakuan tinggi tanpa menambah bobot berlebihan, sesuatu yang krusial pada motor performa ekstrem.
5. Kaliper GP4-HY memakai mekanisme “boosted” dan anti-drag
Kaliper GP4-HY dirancang khusus untuk bekerja dengan cakram Hyction, dan Brembo menyebutnya sebagai kaliper “boosted” atau “amplified”. Mekanisme ini membuat gaya pengereman bertambah tanpa harus menambah tekanan tuas secara sebanding.
Agar efek itu tetap stabil, kaliper memakai piston 34mm di sisi tertentu dan 30mm di sisi lainnya. Setiap piston juga diberi lubang radial untuk membantu pembuangan panas.
| Komponen | Data utama |
|---|---|
| Cakram depan | 340mm Hyction carbon-ceramic |
| Ketebalan cakram | 8mm |
| Bobot per cakram | 3,0 pon |
| Kaliper | Brembo GP4-HY monoblock aluminium |
| Piston | 34mm dan 30mm |
| Cakram belakang | 223mm, tebal 4,5mm |
Brembo juga menambahkan pegas anti-drag untuk menarik kembali kampas saat tekanan tuas dikurangi, sehingga gesekan residu bisa ditekan. Pada bagian belakang, Ducati Superleggera V4 Centenario tetap mendapat perhatian lewat cakram floating steel 223mm dengan bell aluminium, menutup paket pengereman yang dirancang bukan sekadar kuat, tetapi juga presisi untuk motor jalan raya paling eksklusif.









