Libur Paskah memicu kenaikan arus keluar dari wilayah Jabotabek, dengan total 352.578 kendaraan tercatat melintas menuju luar kota pada 2–3 April. Data PT Jasa Marga (Persero) Tbk menunjukkan angka itu naik 16,74 persen dibanding lalu lintas normal, sehingga periode libur panjang kembali menjadi salah satu momen terpadat di jaringan tol utama.
Kepadatan tersebut terdeteksi dari empat gerbang tol utama, yaitu Cikupa, Ciawi, Kalihurip Utama, dan Cikampek Utama. Jasa Marga menyebut pemantauan arus dilakukan secara intensif untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat yang meninggalkan Jabotabek selama libur panjang ini.
Dominasi arah timur masih paling besar
Dari total kendaraan yang keluar, rute menuju arah Timur menjadi pilihan terbanyak. Sebanyak 167.575 kendaraan atau 47,5 persen tercatat bergerak ke Trans-Jawa dan Bandung, disusul 97.105 kendaraan atau 27,5 persen ke arah Barat menuju Merak, serta 87.898 kendaraan atau 25,0 persen ke arah Selatan menuju Puncak.
Pada hari Jumat, volume lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek mencapai 177.203 kendaraan. Jumlah itu naik 10,02 persen dibanding kondisi normal yang berada di angka 161.064 kendaraan, dan lagi-lagi arah Timur menjadi tujuan dominan dengan porsi 49,5 persen.
Rekayasa lalu lintas diberlakukan saat lonjakan terjadi
Untuk merespons peningkatan volume kendaraan, PT Jasamarga Transjawa Tol atau JTT memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Jumat atas diskresi kepolisian. Langkah ini dipakai untuk membantu menjaga kelancaran arus di ruas yang kerap padat saat libur panjang dan masa perjalanan antarkota meningkat.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan perusahaan terus melakukan pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara intensif di seluruh ruas tol Jasa Marga Group, terutama di koridor utama keluar dan masuk wilayah Jabotabek. Ia juga menyebut optimalisasi teknologi terintegrasi pada aplikasi Travoy ikut digunakan untuk merespons dinamika mobilitas masyarakat.
Temuan utama arus libur Paskah
Berikut ringkasan data lalu lintas yang disampaikan Jasa Marga:
- Total kendaraan keluar Jabotabek pada 2–3 April: 352.578 unit.
- Kenaikan dibanding kondisi normal: 16,74 persen.
- Arah terbanyak: Timur atau Trans-Jawa dan Bandung, sebanyak 167.575 kendaraan.
- Arah kedua: Barat atau Merak, sebanyak 97.105 kendaraan.
- Arah ketiga: Selatan atau Puncak, sebanyak 87.898 kendaraan.
Pola ini menunjukkan bahwa jalur Trans-Jawa masih menjadi magnet utama perjalanan libur panjang, terutama bagi masyarakat yang hendak menuju kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan wilayah penyangga Bandung. Di saat yang sama, rute menuju Puncak dan Merak tetap menyumbang porsi besar karena keduanya menjadi tujuan favorit untuk liburan keluarga dan perjalanan singkat.
Travoy dipromosikan sebagai alat bantu perjalanan
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan untuk mengunduh dan memanfaatkan Travoy agar bisa mengantisipasi potensi kepadatan. Aplikasi itu diposisikan bukan hanya sebagai sumber informasi lalu lintas, tetapi juga sebagai asisten digital untuk membantu perencanaan perjalanan yang lebih efektif dan efisien di jalan tol.
Saat arus libur panjang masih berlangsung, pemantauan real time menjadi penting karena pola perjalanan masyarakat bisa berubah cepat mengikuti waktu keberangkatan, kondisi cuaca, dan rekayasa lalu lintas di lapangan. Dengan beban kendaraan yang menembus ratusan ribu unit dalam dua hari, koordinasi antara operator tol dan kepolisian tetap menjadi faktor utama untuk menjaga arus keluar Jabotabek tetap bergerak.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








