J5 EV Jauh Lebih Murah Dipakai Harian, HR-V e:HEV Tetap Menang Soal Praktis

Pasar SUV elektrifikasi di Indonesia kini menawarkan dua jalur efisiensi yang berbeda, yaitu mobil listrik murni dan hybrid. Dalam perbandingan biaya operasional harian, J5 EV dan Honda HR-V e:HEV menjadi contoh menarik karena keduanya sama-sama ditujukan untuk konsumen yang ingin menekan pengeluaran energi.

Dari sisi harga awal, J5 EV dipasarkan mulai Rp 299,9 juta, sedangkan Honda HR-V e:HEV dibanderol mulai Rp 449 juta. Selisih harga ini sudah memberi gambaran awal bahwa pendekatan teknologi yang dipakai masing-masing model juga berbeda, terutama saat dihitung dalam biaya penggunaan harian.

Efisiensi energi J5 EV

J5 EV memakai motor listrik penuh dengan tenaga 210 TK dan torsi 288 Nm. Berdasarkan pengujian Otomotif, konsumsi energinya mencapai 11,4 kWh per 100 km, yang berarti setiap kWh listrik dapat membawa mobil melaju sekitar 8,7 km hingga 10 km, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.

Jika dihitung untuk pemakaian rutin, angka ini menjadi dasar penting dalam menilai biaya operasional. Mobil listrik umumnya tidak membutuhkan bensin, sehingga pengeluaran harian sangat bergantung pada sumber pengisian daya yang digunakan, apakah di rumah atau di SPKLU.

Karakter efisiensi Honda HR-V e:HEV

Honda HR-V e:HEV mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dengan tenaga 104 TK dan torsi 127 Nm, serta motor listrik 129 TK dan torsi 253 Nm. Dalam sistem ini, motor listrik menjadi penggerak utama pada banyak kondisi, sementara mesin bensin bekerja untuk mendukung efisiensi dan fleksibilitas.

Pengujian Otomotif mencatat konsumsi bahan bakar HR-V e:HEV mencapai 22,8 km per liter untuk penggunaan harian tanpa teknik ecodriving khusus. Dengan pengendaraan yang lebih hemat, konsumsi itu bahkan bisa menembus 25 km per liter, membuatnya termasuk SUV hybrid yang tergolong irit di kelasnya.

Simulasi biaya operasional harian

Perbandingan biaya operasional menjadi lebih jelas saat masuk ke simulasi rute Bogor–Jakarta pulang-pergi sejauh 100–120 km per hari selama 30 hari. Total jarak tempuh bulanan pada skenario ini berada di kisaran 3.000 km hingga 3.600 km, cukup realistis untuk pengguna harian.

Berikut simulasi sederhananya:

  1. Honda HR-V e:HEV

    • Kebutuhan bensin per bulan: 120–158 liter
    • Asumsi harga Pertamax: Rp 12.300 per liter
    • Biaya bulanan: Rp 1,47 juta hingga Rp 1,94 juta
  2. J5 EV dengan pengisian di rumah

    • Kebutuhan listrik per bulan: 342–410 kWh
    • Tarif listrik rumah: Rp 1.444 per kWh
    • Biaya bulanan: Rp 494.000 hingga Rp 593.000
  3. J5 EV dengan pengisian di SPKLU
    • Tarif SPKLU: sekitar Rp 2.400–Rp 2.500 per kWh
    • Biaya bulanan: Rp 820.000 hingga Rp 1,02 juta

Dari hitungan ini, J5 EV tetap lebih hemat dibanding Honda HR-V e:HEV, baik saat diisi daya di rumah maupun di SPKLU. Selisih biaya operasional bulanan berada di kisaran Rp 450.000 hingga Rp 1,45 juta, tergantung skema pengisian daya yang dipilih.

Apa arti selisih biaya ini bagi konsumen

Perbedaan biaya operasional tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik punya keunggulan kuat dalam efisiensi energi. Namun, keunggulan itu paling terasa bila pemilik memiliki akses pengisian daya di rumah, karena tarif listrik rumah jauh lebih rendah daripada tarif pengisian publik.

Di sisi lain, HR-V e:HEV menawarkan fleksibilitas yang masih sulit disaingi mobil listrik dalam kondisi tertentu. Pengisian bahan bakar bisa dilakukan cepat, jaringan bengkel lebih luas, dan pengguna tidak perlu memikirkan ketersediaan SPKLU saat melakukan perjalanan jauh.

Pilihan antara J5 EV dan Honda HR-V e:HEV pada akhirnya sangat bergantung pada pola pakai harian, akses pengisian daya, dan kebutuhan mobilitas. Jika prioritas utama adalah menekan biaya energi setiap bulan, J5 EV tampil lebih unggul, sementara HR-V e:HEV tetap relevan bagi pengguna yang menginginkan efisiensi tanpa meninggalkan kenyamanan penggunaan mobil konvensional yang lebih praktis.

Berita Terkait

Back to top button