
Infiniti akhirnya memberi sinyal kuat bahwa sedan sport manual masih punya tempat di lini produknya. Dalam pernyataan di ajang New York auto show, Senior Vice President of U.S. Marketing and Sales Nissan dan Infiniti, Tiago Castro, mengatakan kepada The Drive bahwa model sport sedan Infiniti berikutnya akan memiliki “high horsepower” dan “it will come with a manual transmission.”
Pernyataan itu langsung menarik perhatian para pecinta mobil performa, terutama karena Infiniti sudah lama tidak menghadirkan sedan sport yang benar-benar berorientasi pada pengemudi. Castro juga menegaskan bahwa mobil tersebut memang akan berbentuk sedan, bukan coupe atau crossover, sehingga arah pengembangannya mulai terlihat lebih jelas.
Sedan sport yang dibangun untuk penggemar
Isyarat paling kuat datang dari tautan ke Nissan Z generasi terbaru. Mobil ini sudah dikenal menggunakan transmisi manual, sehingga besar kemungkinan sedan Infiniti baru akan berbagi dasar teknis dengan model tersebut. Jika benar, Infiniti bisa menghadirkan paket performa yang lebih segar tanpa harus memulai semuanya dari nol.
Castro belum mau membuka angka tenaga kuda, tetapi ia memberi gambaran bahwa mobil ini akan terasa menarik saat dikendarai. Ia bahkan menyebut pengalaman pribadinya saat pertama kali bergabung dengan Infiniti, ketika ia mengendarai G35 bertransmisi manual. Pengalaman itu memperkuat kesan bahwa model baru ini tidak sekadar proyek pemasaran, melainkan upaya menghidupkan kembali karakter lama Infiniti.
Mengapa transmisi manual masih penting
Infiniti paham bahwa volume penjualan transmisi manual kemungkinan tidak besar. Namun, menurut Castro, angka penjualan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek ini karena sedan sport manual punya peran penting untuk membangun kembali hubungan merek dengan konsumen.
Berikut poin kunci yang disorot dari arah pengembangan mobil ini:
- Model akan berupa sedan sport, bukan SUV atau coupe.
- Tenaga mesin disebut akan berada di level “high horsepower.”
- Mobil ini dipastikan mendapat transmisi manual.
- Basis teknisnya sangat mungkin berasal dari Nissan Z terbaru.
- Infiniti melihat model ini sebagai kendaraan niche, bukan produk massal.
Pendekatan seperti ini menunjukkan Infiniti tidak hanya mengejar volume, tetapi juga citra merek. Dalam pasar otomotif modern yang didominasi crossover dan SUV, kehadiran sedan performa manual bisa menjadi pembeda yang kuat.
Pelajaran dari proyek yang tak jadi
Kabar ini juga mengingatkan pada sejumlah rencana Infiniti yang sempat membuat antusiasme tinggi namun tidak pernah terwujud. Salah satunya adalah Q60 Black S yang terinspirasi Formula 1, dengan kombinasi twin-turbo V6 dan teknologi hybrid Renault F1. Ada juga Q50 Eau Rouge yang diproyeksikan memakai tenaga bernuansa GT-R dan digadang-gadang mampu menantang BMW M3.
Kedua proyek itu akhirnya tidak masuk jalur produksi. Di sisi lain, Q60 Coupe dan Q50 sedan juga perlahan disingkirkan saat Infiniti lebih fokus pada pengembangan crossover. Karena itu, setiap janji baru dari merek ini wajar jika diterima dengan hati-hati oleh para penggemar.
Apa yang membuat situasinya berbeda sekarang
Kondisinya kini sedikit lebih menjanjikan karena jajaran pimpinan Nissan dan Infiniti di Amerika Serikat disebut berisi orang-orang yang memang memahami dunia mobil performa. Mereka dinilai lebih dekat dengan kultur otomotif dan lebih peka terhadap nilai emosional sebuah sedan sport.
Castro menyebut bahwa Infiniti perlu kembali terhubung dengan pelanggan seperti saat merek ini pernah sukses lewat model-model performa. Ia menilai ada permintaan nyata dari basis konsumen untuk sebuah Q50S performance car yang bisa dikendarai dengan pilihan manual maupun otomatis. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Infiniti ingin membangun produk yang relevan secara emosional, bukan sekadar mengikuti tren pasar.
Dalam konteks pasar premium, kehadiran sedan sport manual dari Infiniti bisa menjadi langkah penting untuk memulihkan identitas merek. Jika proyek ini benar-benar melaju ke tahap produksi, model tersebut berpotensi menjadi salah satu mobil paling menarik dari Infiniti dalam beberapa tahun terakhir, terutama bagi pembeli yang masih menginginkan koneksi langsung antara pengemudi, mesin, dan perpindahan gigi.









