Badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat, NHTSA, tengah menyelidiki dugaan masalah serius pada airbag buatan Tiongkok yang dikaitkan dengan 10 kematian dan dua luka berat. Temuan awal lembaga itu menyebut inflator airbag depan milik Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co., Ltd. atau DTN diduga pecah saat tabrakan dan melemparkan serpihan logam ke tubuh pengemudi.
Kasus ini menarik perhatian karena airbag seharusnya menjadi perangkat penyelamat nyawa, bukan sumber bahaya baru. NHTSA menyebut seluruh 12 kecelakaan yang menjadi dasar penyelidikan melibatkan inflator airbag pengemudi depan buatan DTN yang terpasang pada mobil dan kemudian rusak saat benturan.
Apa yang ditemukan NHTSA
NHTSA mengatakan ada dugaan inflator airbag substandar dari China masuk ke Amerika Serikat melalui jalur impor yang tidak jelas, bahkan kemungkinan ilegal. Dalam pernyataannya, lembaga itu menilai inflator tersebut “likely illegally imported into the United States” dan saat ini belum bisa memastikan berapa banyak unit yang beredar.
- Diduga terkait dengan 10 korban jiwa.
- Menyebabkan dua cedera serius.
- Terlibat dalam 12 kecelakaan selama tiga tahun terakhir.
- Semua insiden yang diketahui melibatkan inflator airbag depan pengemudi buatan DTN.
Kerusakan pada inflator itu disebut sangat berbahaya karena dapat memicu ledakan kecil yang menyebarkan fragmen logam. Dalam kasus airbag bermasalah, serpihan itu dapat melukai dada, leher, mata, dan wajah pengemudi dalam hitungan detik.
Kendaraan yang terdampak masih belum pasti
Sejauh ini, seluruh kecelakaan yang diketahui terjadi pada Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata. Meski begitu, NHTSA menegaskan informasi yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa risiko hanya terbatas pada dua model tersebut.
Pernyataan itu penting karena penggunaan komponen pengganti sering sulit dilacak, terutama pada mobil bekas. Airbag berada di balik panel interior dan baru aktif saat terjadi tabrakan, sehingga pemilik kendaraan kerap tidak tahu apakah inflator yang terpasang adalah unit asli atau pengganti.
Mengapa kasus ini dinilai serius
Kasus DTN segera dibandingkan dengan skandal airbag Takata yang menjadi recall otomotif terbesar dalam sejarah. Persamaannya ada pada pola bahaya yang sama, yakni inflator yang pecah dan menyebarkan pecahan logam ke kabin saat airbag mengembang.
Berikut ringkasan risiko yang menjadi perhatian otoritas keselamatan:
| Temuan utama | Dampak |
|---|---|
| Inflator diduga substandar | Airbag dapat pecah saat deploy |
| Kemungkinan impor ilegal | Sulit dilacak jumlah dan distribusinya |
| Pecahan logam terlontar | Cedera fatal atau berat pada pengemudi |
| Airbag tersembunyi di kendaraan | Sulit dideteksi tanpa riwayat servis |
NHTSA juga menekankan bahwa jumlah inflator bermasalah di pasar Amerika belum bisa dipastikan. Keterbatasan data itu membuat skala ancaman masih belum jelas, meski dampak yang sudah terkonfirmasi tergolong sangat serius.
Langkah yang disarankan bagi pemilik kendaraan
NHTSA meminta pemilik mobil bekas untuk menelusuri riwayat kendaraan mereka dengan lebih cermat. Jika mobil pernah mengalami tabrakan dan airbag sempat mengembang, kendaraan sebaiknya segera diperiksa oleh mekanik tepercaya untuk memastikan penggantinya asli dan setara dengan komponen bawaan.
Lembaga itu juga menyarankan masyarakat melapor jika menemukan indikasi penggunaan inflator DTN. Pelaporan bisa dilakukan ke kantor Homeland Security Investigations atau kantor lapangan FBI setempat, serta melalui National Intellectual Property Rights Coordination Center secara daring.
Selain itu, NHTSA membuka jalur pengaduan melalui situs resminya dan Vehicle Safety Hotline di 888-327-4236. Proses penyelidikan masih berjalan, dan secara hukum NHTSA harus membuka ruang komentar publik serta memberi kesempatan kepada DTN untuk mengajukan bantahan atau informasi tambahan.
Pada saat yang sama, NHTSA mengatakan sedang mempertimbangkan apakah larangan penjualan airbag tersebut perlu dijatuhkan. Keputusan akhir akan bergantung pada hasil penyelidikan lanjutan, termasuk asal impor, jumlah produk yang beredar, dan tingkat risiko bagi pengemudi di jalan raya.
